Wali Kota: Saya Tidak Mau Julukan Jogja Bertambah Jadi Kota "Klitih"

Kompas.com - 05/02/2020, 06:38 WIB
Wali Kota Yogyakarta, Haryadi, mengoperasikan mobil penyapu jalan saat acara reresik atau bersih-bersih Malioboro di Kawasan Jalan Malioboro, DI Yogyakarta, Selasa (26/9/2017). Acara reresik yang diikuti oleh berbagai elemen masyarakat yang digelar setiap Selasa Wage itu menjadi salah satu bentuk pemeliharaan kawasan Malioboro. ANTARA FOTO/Andreas Fitri AtmokoWali Kota Yogyakarta, Haryadi, mengoperasikan mobil penyapu jalan saat acara reresik atau bersih-bersih Malioboro di Kawasan Jalan Malioboro, DI Yogyakarta, Selasa (26/9/2017). Acara reresik yang diikuti oleh berbagai elemen masyarakat yang digelar setiap Selasa Wage itu menjadi salah satu bentuk pemeliharaan kawasan Malioboro.

KOMPAS.com - Aksi kekerasan jalanan alias " klitih" di Yogyakarta jadi sorotan, Wali Kota Haryadi Suyuti berharap Kota Yogyakarta tidak memiliki julukan baru.

Hal itu disampaikan Wali Kota Yogyakarta saat meresmikan Gedung PKK, Selasa (4/2/2020). 

“Saya tidak mau julukan Kota Yogyakarta yang sudah banyak, mulai dari Kota Pendidikan, Kota Pariwisata, Kota Budaya, Kota Gudeg dan sebutan-sebutan lain yang bernilai positif itu bertambah dengan julukan Kota Klitih yang negatif,” katanya, seperti dilansir dari Antara.

Baca juga: Marak Klitih di DIY, Ojol: Tak Tahu Apa-apa, Tiba-tiba Jadi Korban...

Dalam kesempatan itu, Haryadi mengajak PKK dan seluruh masyarakat untuk turut serta memberantas "klitih".

Salah satunya dengan meningkatkan keharmonisan keluarga di rumah. Para orangtua juga diharapkan lebih memperhatikan anak-anak mereka.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi kekerasan jalanan yang sering disebut "klitih" di Kota Pelajar Yogyakarta sedang menjadi sorotan.

Baca juga: Penyesalan Pelaku Klitih di Yogya, Usai Membacok, Pijat Orangtua

Menurut komunitas driver ojek online (ojol) di Yogyakarta, dalam sepekan terakhir sudah ada 3 anggotanya menjadi korban "klitih".

"Dalam kurun waktu satu pekan ini sudah ada tiga kejadian kekerasan jalanan yang menimpa driver ojek online," kata Adi Setyawan, Ketua Komunitas Antar-Ojek Online Yogyakarta, di Yogyakarta, Senin.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bawaslu Gunungkidul Telusuri Video Viral Bagi-bagi Uang

Bawaslu Gunungkidul Telusuri Video Viral Bagi-bagi Uang

Regional
Kota Bandung Zona Merah Covid-19, Dugaan Pemicu hingga Kata Ridwan Kamil

Kota Bandung Zona Merah Covid-19, Dugaan Pemicu hingga Kata Ridwan Kamil

Regional
Kendarai Motor Saat Mabuk, 3 Remaja Kecelakaan di Tanjakan, 1 di Antaranya Tewas

Kendarai Motor Saat Mabuk, 3 Remaja Kecelakaan di Tanjakan, 1 di Antaranya Tewas

Regional
1.553 Petugas KPPS Lampung Reaktif Covid-19, Bukannya Langsung Swab Malah 'Rapid Test' Ulang

1.553 Petugas KPPS Lampung Reaktif Covid-19, Bukannya Langsung Swab Malah "Rapid Test" Ulang

Regional
Medan Dilanda Banjir, Banyak Kendaraan Mogok di Kampung Lalang

Medan Dilanda Banjir, Banyak Kendaraan Mogok di Kampung Lalang

Regional
Parahnya Banjir di Medan, 7 Kecamatan Terdampak, 6 Orang Hilang, 2 Ditemukan Tewas

Parahnya Banjir di Medan, 7 Kecamatan Terdampak, 6 Orang Hilang, 2 Ditemukan Tewas

Regional
Terkait Polemik Kapal Isap Produksi di Babel, Gubernur Erzaldi Dukung Putusan RDP

Terkait Polemik Kapal Isap Produksi di Babel, Gubernur Erzaldi Dukung Putusan RDP

Regional
Banjir Bandang di Medan, 3 Orang Tewas hingga Imbauan Gubernur Edy

Banjir Bandang di Medan, 3 Orang Tewas hingga Imbauan Gubernur Edy

Regional
Permintaan Risma ke Warga Surabaya: Tolong Tidak Usah ke Mana-mana Dulu...

Permintaan Risma ke Warga Surabaya: Tolong Tidak Usah ke Mana-mana Dulu...

Regional
Jadi Zona Merah, Kota Bandung Terapkan PSBB

Jadi Zona Merah, Kota Bandung Terapkan PSBB

Regional
Guru MAN 22 Palmerah Positif Covid-19 Usai ke Yogya, PHRI: Jangan Kambing Hitamkan Pariwisata DIY

Guru MAN 22 Palmerah Positif Covid-19 Usai ke Yogya, PHRI: Jangan Kambing Hitamkan Pariwisata DIY

Regional
Ketinggian Banjir di Tanjung Selamat Medan hingga 6 Meter, Tim SAR Sulit Evakuasi Korban

Ketinggian Banjir di Tanjung Selamat Medan hingga 6 Meter, Tim SAR Sulit Evakuasi Korban

Regional
Erupsi Gunung Ile Lewotolok Masih Terjadi, Total 7.991 Warga Lembata Mengungsi

Erupsi Gunung Ile Lewotolok Masih Terjadi, Total 7.991 Warga Lembata Mengungsi

Regional
Penyebab Banjir di Kota Medan yang Merendam Hampir 3.000 Rumah

Penyebab Banjir di Kota Medan yang Merendam Hampir 3.000 Rumah

Regional
Cegah Penularan Covid-19, Pemprov DIY Larang Pertunjukan pada Malam Tahun Baru

Cegah Penularan Covid-19, Pemprov DIY Larang Pertunjukan pada Malam Tahun Baru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X