8.023 Hektar Lahan di Pantura Tenggelam akibat Abrasi

Kompas.com - 04/02/2020, 16:20 WIB
Perahu nelayan melintas di sekitar rumah yang rusak dan ditinggalkan penghuninya akibat abrasi di pesisir Sayung, Demak, Jawa Tengah, Kamis (7/11/2019). Menurut data Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PUPR, abrasi pantai di Pulau Jawa telah mencapai sekitar 745 kilometer dengan luasan abrasi teridentifikasi di pantai utara Jawa yang tersebar di 10 kabupaten/kota mencapai sekitar 5.500 hektar. ANTARA FOTO/AJI STYAWANPerahu nelayan melintas di sekitar rumah yang rusak dan ditinggalkan penghuninya akibat abrasi di pesisir Sayung, Demak, Jawa Tengah, Kamis (7/11/2019). Menurut data Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PUPR, abrasi pantai di Pulau Jawa telah mencapai sekitar 745 kilometer dengan luasan abrasi teridentifikasi di pantai utara Jawa yang tersebar di 10 kabupaten/kota mencapai sekitar 5.500 hektar.

SEMARANG.KOMPAS.com - Tiga wilayah di pesisir pantai utara Jawa Tengah telah mengalami abrasi dalam kurun waktu lima tahun.

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Tengah mencatat tiga wilayah tersebut adalah  Kabupaten Brebes, Kabupaten Demak, dan Kota Semarang.

Kepala Bidang Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil DKP Jateng, Lilik Harnadi mengaku perubahan garis pantai paling parah terjadi di tiga wilayah tersebut sejak 2013 hingga 2017.

"Kabupaten Brebes garis pantainya mundur sejauh 3 kilometer, di Kota Semarang garis pantainya juga mundur 2,7 kilometer dan garis pantai di Demak mundur hingga 5 kilometer," jelas Lilik saat dihubungi Kompas.com, Selasa (04/02/2020).

Baca juga: Abrasi di Galesong, Sulsel, Makin Parah, Tanggul Penahan Ombak Hancur

Lilik menyebut, akibat abrasi yang terjadi selama lima tahun terakhir, lahan seluas 8.023 hektar tenggelam.

Lahan yang tenggelam ada di Kabupaten Brebes seluas 2.300 hektar, Demak 2.200 hektar dan Kota Semarang sekitar 1.900 hektar. 

Fenomena itu disebut Lilik terjadi akibat rencana pembangunan yang tidak terintegrasi selama ini mulai dari hulu ke hilir.

"Pembangunan harus terintegrasi antar satu wilayah ke yang lain karena misalnya ada bangunan yang menjorok ke pantai akan menghalangi saluran transport sedimen," kata Lilik.

Baca juga: Takut Rumah Ambruk karena Abrasi, Warga Sering Tak Tidur

Selain itu, lanjut Lilik abrasi juga disebabkan adanya penurunan tanah karena pengambilan air tanah yang berlebihan.

"Karena banyak pengambilan air tanah yang pakai sumur bor. Maka sebaiknya dihentikan dan diubah dengan cara lain," pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Aceh Tengah Dukung Pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara

Bupati Aceh Tengah Dukung Pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara

Regional
Fakta Beras Bansos Bercampur Biji Plastik di Cianjur, Ditemukan Usai Dimasak hingga Ada Indikasi Sabotase

Fakta Beras Bansos Bercampur Biji Plastik di Cianjur, Ditemukan Usai Dimasak hingga Ada Indikasi Sabotase

Regional
Menggembalakan Sapi, Nurhati Tewas Terlilit Tali, Ini Kronologinya

Menggembalakan Sapi, Nurhati Tewas Terlilit Tali, Ini Kronologinya

Regional
[POPULER NUSANTARA] Sejarawan UGM Tanggapi Film G30S/PKI | Driver Ojol Korban Order Fiktif 14 Ayam Geprek

[POPULER NUSANTARA] Sejarawan UGM Tanggapi Film G30S/PKI | Driver Ojol Korban Order Fiktif 14 Ayam Geprek

Regional
KA Serayu Pagi Jurusan Pasar Senen-Purwokerto Anjlok di Ciamis, Ganggu Perjalanan KA Lain

KA Serayu Pagi Jurusan Pasar Senen-Purwokerto Anjlok di Ciamis, Ganggu Perjalanan KA Lain

Regional
Pakai GPS, Sulkifli Kayuh Perahu Sejauh 17 Km untuk Daftar Jadi Anggota TNI AL, Ini Kisahnya

Pakai GPS, Sulkifli Kayuh Perahu Sejauh 17 Km untuk Daftar Jadi Anggota TNI AL, Ini Kisahnya

Regional
Aniaya Anak Pakai Tang, Ini Keanehan Sikap Seorang Ayah Saat Berhadapan dengan Polisi

Aniaya Anak Pakai Tang, Ini Keanehan Sikap Seorang Ayah Saat Berhadapan dengan Polisi

Regional
Detik-detik Paidi Pingsan Lihat Sang Istri Tewas Terlilit Tali Sapi yang Digembalakan

Detik-detik Paidi Pingsan Lihat Sang Istri Tewas Terlilit Tali Sapi yang Digembalakan

Regional
Kontak Erat dengan Pasien Corona, Wakil Bupati Kubu Raya Positif Corona: Saya Tak Ingin Ini Klaster Baru

Kontak Erat dengan Pasien Corona, Wakil Bupati Kubu Raya Positif Corona: Saya Tak Ingin Ini Klaster Baru

Regional
'Kalau Risma Jadi Juru Kampanye Pasangan Nomor 1, Mengundurkan Diri Dulu'

"Kalau Risma Jadi Juru Kampanye Pasangan Nomor 1, Mengundurkan Diri Dulu"

Regional
Kisah Febfi Sebarkan Kebaikan dengan Sediakan Internet Gratis Keliling, Berawal dari Meninggalnya Sang Anak

Kisah Febfi Sebarkan Kebaikan dengan Sediakan Internet Gratis Keliling, Berawal dari Meninggalnya Sang Anak

Regional
Ini Jawaban Kapolres Blitar Dituding Maki Kasat Sabhara dan Biarkan Penambangan Liar

Ini Jawaban Kapolres Blitar Dituding Maki Kasat Sabhara dan Biarkan Penambangan Liar

Regional
Cerita Bambang Surono, Dapat Tawaran Nyanyi karena Mirip Didi Kempot

Cerita Bambang Surono, Dapat Tawaran Nyanyi karena Mirip Didi Kempot

Regional
Setelah Mengundurkan Diri karena Dimaki, Kasat Sabhara Laporkan Kapolres Blitar ke Polda Jatim

Setelah Mengundurkan Diri karena Dimaki, Kasat Sabhara Laporkan Kapolres Blitar ke Polda Jatim

Regional
Klaster Baru Penularan Corona di Kota Kupang Muncul dari Karyawan Bank

Klaster Baru Penularan Corona di Kota Kupang Muncul dari Karyawan Bank

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X