TNI Biayai Pengobatan Pemain Voli SMA yang Idap Tumor Ganas ke Jakarta, Keluarga Tolak Amputasi

Kompas.com - 04/02/2020, 07:15 WIB
Babinsa Lipat Kain Pelda Nasaruddin berdiskusi dengan pihak keluarga untuk membawa Riska Ramadila berobat ke Jakarta, Minggu (2/2/2020). Riska Ramadila, warga Kelurahan Lipat Kain, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Riau, mengidap tumor ganas sejak tujuh bulan yang lalu, dan sempat tak ada biaya untuk berobat. KOMPAS.COM/IDONBabinsa Lipat Kain Pelda Nasaruddin berdiskusi dengan pihak keluarga untuk membawa Riska Ramadila berobat ke Jakarta, Minggu (2/2/2020). Riska Ramadila, warga Kelurahan Lipat Kain, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Riau, mengidap tumor ganas sejak tujuh bulan yang lalu, dan sempat tak ada biaya untuk berobat.

PEKANBARU, KOMPAS.com - TNI AD Kodim 0313/Kampar menanggung seluruh biaya pengobatan seorang gadis remaja di Kelurahan Lipat Kain, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Riau, yang mengidap tumor ganas. 

Gadis berparas cantik bernama Riska Ramadila (17) mengidap tumor ganas di lutut sebelah kanan yang sudah membesar.

Sudah tujuh bulan, siswi kelas 3 SMA Negeri 1 Kecamatan Kampar Kiri itu mengidap penyakit tersebut. 

Baca juga: Derita Siswi SMA Pemain Voli, Idap Tumor Ganas Sebesar Bola di Kaki

Kedua orangtua Riska, yaitu Erianto (45) dan Muzarniati (43), tidak memiliki biaya untuk mengobati penyakit tersebut, yang mencapai ratusan juta rupiah.

Namun, kini pihak TNI sudah siap menanggung seluruh biaya pengobatan Riska. 

Hal itu disampaikan aparat Babinsa Kelurahan Lipat Kain Pelda Nasaruddin, yang juga dari awal berupaya membantu Riska mencarikan solusi biaya pengobatan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Kisah Rido Abdullah, Bocah 2 Tahun Penderita Tumor Ganas di Lombok Timur

 

TNI bantu pengobatan Riska

Kepada Kompas.com, Nasaruddin mengatakan, Riska akan dibawa berobat ke Rumah Sakit Gatot Soebroto di Jakarta.

"Rencananya mau kita bawa berobat ke Jakarta. Saya akan dampingi ke sana," kata Nasaruddin, Senin (3/2/2020).

Nasaruddin menceritakan, beberapa waktu lalu ia datang ke SMA 1 Lipat Kain untuk melatih dan memberikan wawasan kebangsaan.

Ketika itu, dia mendapat informasi bahwa ada seorang siswa yang mengidap tumor ganas dan tidak memiliki biaya untuk berobat.

Anggota Koramil 05/Kampar Kiri ini pun mendatangi rumah Riska. Saat itu Nasaruddin juga sempat membawa bantuan karena Riska berasal dari keluarga kurang mampu.

"Setelah itu kami bawa ke rumah sakit di Pekanbaru, tapi kata dokter kakinya harus diamputasi. Namun, pihak keluarga belum bersedia diamputasi," sebutnya.

Baca juga: Perut Membesar karena Tumor Usus Ganas, Ibu Kantin SMP Ini Butuh Bantuan Biaya Pengobatan Rp 100 Juta

 

Akan dibawa berobat ke Jakarta

Nasaruddin tak tinggal diam. Dia terus berupaya mencari solusi untuk biaya pengobatan anak pertama dari tujuh bersaudara itu.

Dia pun kemudian mencoba berkoordinasi dengan Kodim 0313/Kampar. Hasilnya, Komandan Kodim Kampar Letkol Inf Aidil Amin bersedia membantu Riska.

"Pak Dandim juga berkoordinasi dengan Pak Danrem 031/Wira Bima di Pekanbaru. Alhamdulillah, seluruh biaya pengobatan Riska kita tanggulangi," kata Nasaruddin.

Dia menyebutkan, Riska dibawa berobat ke Jakarta. Seluruh biaya, mulai dari keberangkatan, penginapan, hingga pengobatan, ditanggung penuh oleh TNI.

Pihak keluarga telah menyetujui membawa Riska berobat ke Jakarta. Beberapa pihak keluarga akan ikut mendampingi, termasuk Nasaruddin sendiri.

"Kita sudah minta persetujuan dari keluarga. Mereka mau kita bantu. Jadi kami akan bantu secara maksimal," ucap Nasarudin.

Baca juga: Penderita Tumor Ganas di Hidung: Saya Berharap Bisa Sembuh..

 

Keluarga menolak kaki Riska diamputasi

Karena pihak keluarga menolak kaki Riska diamputasi, TNI akan mencarikan jalan terbaik untuk Riska.

"Yang jelas, kita bawa dulu berobat. Kita juga berharap ada pengobatan tanpa diamputasi," imbuh Nasaruddin.

Sementara itu, ayah Riska, Erianto, menyampaikan terima kasih kepada pihak TNI yang telah membantu anaknya.

"Alhamdulillah, TNI bersedia membantu kami untuk mengobati. Kalau dari kami memang enggak punya biaya. Saya cuma kerja menyadap karet di kampung, hasilnya tak menentu. Saya juga berterima kasih kepada Babinsa Pak Nasaruddin yang ada awal membantu kami," ucap Erianto kepada Kompas.com, Senin.

Meski begitu, dia mengaku belum bersedia jika kaki anak sulungnya itu diamputasi. Sebab, sungguh disayangkan gadis cantik itu kehilangan kakinya.

"Kalau diamputasi janganlah dulu. Kami juga tetap berusaha mencari cara lain selain diamputasi," tutur Erianto.

Baca juga: Kena Tumor Ganas di Mata, Anak Balita Miskin Ini Hanya Bisa Menangis

 

Foto viral kondisi Riska

Sebelumnya, viral di media sosial mengenai Riska Ramadila yang mengidap tumor ganas dan tidak memiliki biaya untuk berobat.

Dalam beberapa foto yang viral, tampak Riska terbaring di kasur dengan penyakit tumor ganas yang bersarang di kakinya.

Setelah viral, banyak anggota masyarakat yang merasa prihatin dengan Riska. Beberapa pihak juga datang ke rumah Riska untuk membantu. Bahkan, pemerintah juga sudah bersedia membantu pengobatannya.

Riska mengidap tumor ganas berawal dari jatuh saat main bola voli di sekolahnya pada pertengahan 2019. Sebab, Riska ini pemain voli yang dijagokan sekolahnya.

Setelah kakinya terbentur ke lantai lapangan voli, Riska hanya merasakan sakit biasa.

Namun, beberapa bulan kemudian, lututnya membengkak dan semakin membesar. Penyakit tumor ganas diketahui setelah dia menjalani pemeriksaan ke rumah sakit di Pekanbaru.

Baca juga: 7 Tahun Digerogoti Tumor Ganas, Janda Tua Ini Tak Pernah Berobat karena Miskin



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.