Balita di Kalteng Meninggal akibat Bakteri MRSA, Tujuh Tenaga Medis Tertular

Kompas.com - 03/02/2020, 23:42 WIB
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kapuas saat memberikan penjelasan kepada Kompas.com di ruang kerjanya KOMPAS.com/KURNIA TARIGANDirektur Rumah Sakit Umum Daerah Kapuas saat memberikan penjelasan kepada Kompas.com di ruang kerjanya

PALANGKA RAYA, KOMPAS.com– Sebanyak tujuh dokter di Rumah Sakit Umum Daerah Soemarno Kapuas, Kalimantan Tengah, terserang bakteri Methicilin Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA).

Bakteri itu didapat para dokter setelah merawat seorang balita Desa Batanjung, Kapuas, Kalimantan Tengah, pada Desember 2019.

Anak yang berusia tiga tahun itu, awalnya diduga mengidap penyakit sepsis pneumonia. Belakangan, setelah hasil uji laboratorium keluar, ternyata balita itu terserang bakteri MRSA.

Baca juga: Penemuan yang Mengubah Dunia: Era Awal Antibiotik dari Cawan Bakteri

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Soemarno Kapuas dr. Agus Waluyo mengatakan, balita itu datang dalam keadaan kritis dan langsung menjalani perawatan intensif.

“Setelah tidak kunjung ada perubahan, lalu Tim dokter kita mengambil sampel darah dan urin, untuk di Uji di Laboratorium yang ada di Banjar Baru, Kalimantan Selatan, yang membutuhkan proses waktu selama lima hari,” kata Agus di RSUD Soemarso, Senin (3/2/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada hari ketiga dirawat, pasien anak tersebut meninggal dunia. Dokter awalnya mendiagnosa penyebab kematiannya akibat shock sepsis pneumonia.

Baca juga: Senyawa Ganja Senjata Ampuh Lawan Bakteri Superbug, Ilmuwan Jelaskan

Namun, menurut hasil uji laboratorium yang telah diterima oleh pihak rumah sakit, ternyata pasien anak tersebut positif terserang bakteri Methicilin Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA).

 

Bakteri MRSA sangat mudah terpapar atau terkontaminasi melalui jaringan kulit. Orang yang terpapar bakteri ini bisa mengalami infeksi kulit ringan hingga infeksi darah.

RSUD Soemarso kemudian memeriksa 30 tenaga medis yang sempat menangani balita tersebut.

Hasilnya, ada tiga dokter dan empat perawatnya positif terpapar MRSA.

Ketujuh orang itu kemudian menjalani perawatan dan kini sudah dinyatakan negatif dari paparan bakteri tersebut.

 

“Akan banyak pasien lain yang terbengkalai, apabila dokter dan tenaga medis yang terpapar, tidak bekerja, karena kami kekurangan tenaga medis dokter” tambah Agus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Regional
 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.