Kasus Siswi SMA Diperkosa 17 Pelajar, Kepsek Ingin Para Pelaku Bisa Ikut UN

Kompas.com - 03/02/2020, 21:19 WIB
Dua dari 17 tersangka pemerkosa siswi SMA Negeri 4 Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah dihadirkan dalam gelar perkara yang dilakukan di Mapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Jumat (31/1/2020) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYDua dari 17 tersangka pemerkosa siswi SMA Negeri 4 Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah dihadirkan dalam gelar perkara yang dilakukan di Mapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Jumat (31/1/2020)

AMBON, KOMPAS.com - Enam dari 17 siswa SMA Negeri 4 Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, yang terlibat dalam kasus pemerkosaan terhadap salah satu teman mereka sedang bersiap untuk mengikuti ujian sekolah dan ujian nasional.

“Ada enam orang (tersangka) yang sebenarnya sedang persiapan ikut UN,” kata Kepala Sekolah SMA Negeri 4 Salahutu, Rusayda Marasabessy. kepada Kompas.com saat dikonfirmasi via telepon seluler, Senin (3/2/2020).

Baca juga: 4 Fakta Siswi SMA Diperkosa 17 Temannya, Selama Tiga Bulan hingga 15 Pelaku di Bawah Umur

Dia mengungkapkan, sesuai jadwal, sebelum menghadapi UN, sekolah akan menggelar ujian praktek pada pekan ini. Ujian sekolah rencananya akan diselenggarakan pada akhir Februari.

“Anak-anak ini akan menghadapi minggu ujian. Jadi pada 13-20 Februari, itu ada ujian praktik, kemudian ujian sekolah itu tanggal 3-10 Maret lalu UN tanggal 30 Maret sampai tanggal 2 April,” ungkapnya.

Rusayda mengakui, perbuatan para siswanya itu memang telah menyalahi aturan. Namun demikian, menurut dia, keenam siswa yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu juga punya hak untuk mengikuti UN.

Baca juga: Polisi Tetapkan 17 Tersangka Pemerkosaan Siswi SMA, 15 di Antaranya Berusia di Bawah Umur

Dia menuturkan, telah berkoordinasi dengan pihak orangtua dan rencananya akan berkoordinasi juga dengan Dinas Pendidikan serta penyidik Polresta Pulau Ambon yang sedang menangani kasus tersebut untuk mencari jalan keluar agar para siswa bisa mengikuti ujian.

“Saya akui anak-anak ini sudah salah secara prosedur hukum karena ini bukan perbuatan yang baik, tapi mereka juga punya hak untuk mengikuti ujian. Jadi nanti mungkin saya akan koordinasi dengan semuanya agar mereka bisa ikut UN,” ungkapnya.

Baca juga: 4 Fakta di Balik Viral Bakso Kaki Tikus, Omzet Terjun hingga Pengunggah Ajak Damai

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sempat Ditegur Mendagri, Cellica-Aep hanya Bertiga datang ke Acara Penetapan Nomor Urut

Sempat Ditegur Mendagri, Cellica-Aep hanya Bertiga datang ke Acara Penetapan Nomor Urut

Regional
Pemda DIY Izinkan SMK dan Kampus Gelar Praktikum Tatap Muka

Pemda DIY Izinkan SMK dan Kampus Gelar Praktikum Tatap Muka

Regional
Tekan Penyebaran Covid-19,  Ada Tim Pemburu Warga Tak Bermasker di Tasikmalaya

Tekan Penyebaran Covid-19, Ada Tim Pemburu Warga Tak Bermasker di Tasikmalaya

Regional
Ridwan Kamil Klaim Penanganan Covid-19 di Jabar Membaik, Luhut: Okupansi ICU di Jabodetabek Tinggi

Ridwan Kamil Klaim Penanganan Covid-19 di Jabar Membaik, Luhut: Okupansi ICU di Jabodetabek Tinggi

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 September 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 September 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 24 September 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 24 September 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 24 September 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 24 September 2020

Regional
Cerita Parti Liyani TKI asal Nganjuk yang Menang atas Tuduhan Pencurian dari Bos Singapura

Cerita Parti Liyani TKI asal Nganjuk yang Menang atas Tuduhan Pencurian dari Bos Singapura

Regional
Dapat Nomor Urut 1 di Pilkada Surabaya, Eri Cahyadi: Kami Lillahi Ta'ala Mengabdi...

Dapat Nomor Urut 1 di Pilkada Surabaya, Eri Cahyadi: Kami Lillahi Ta'ala Mengabdi...

Regional
PDI-P Targetkan 92 Persen Suara di Pilkada Solo, Harap Parpol Pendukung Beri Kontribusi Riil

PDI-P Targetkan 92 Persen Suara di Pilkada Solo, Harap Parpol Pendukung Beri Kontribusi Riil

Regional
Ditelepon Ganjar karena Ada Konser di Tengah Wabah, Wali Kota Tegal Minta Maaf

Ditelepon Ganjar karena Ada Konser di Tengah Wabah, Wali Kota Tegal Minta Maaf

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 24 September 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 24 September 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 24 September 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 24 September 2020

Regional
20 Orang di Lingkungan Rumah Dinas Gubernur Bali Positif Corona

20 Orang di Lingkungan Rumah Dinas Gubernur Bali Positif Corona

Regional
Napi di Lapas Dalangi Pemerasan Bermodus Video Call Seks, Anggota DPRD Sambas Jadi Korban

Napi di Lapas Dalangi Pemerasan Bermodus Video Call Seks, Anggota DPRD Sambas Jadi Korban

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X