Mahasiswa Sumsel yang Menempuh Pendidikan di China Bukan dari Wuhan

Kompas.com - 03/02/2020, 17:22 WIB
Tim medis di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB)II Palembang memberikan penyuluhan kepada tujuh mahasiswa asal Sumatera Selatan yang baru tiba dari China, untuk mencegah masuknya virus corona, Sabtu (1/2/2020). KOMPAS.com/AJI YK PUTRATim medis di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB)II Palembang memberikan penyuluhan kepada tujuh mahasiswa asal Sumatera Selatan yang baru tiba dari China, untuk mencegah masuknya virus corona, Sabtu (1/2/2020).

KOMPAS.com - Tujuh mahasiswa Sumatera Selatan ( Sumsel) yang menempuh pendidikan di China bukan dari Wuhan, tempat asal penyebaran virus corona.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Seksi Surveilans Dinas Kesehatan Sumsel Yusri.

Meski begitu, kata Yusri, pihaknya akan terus memantau kondisi kesehatan terhadap para mahasiswa tersebut.

"Anak-anak yang datang kemarin bukan dari Wuhan yang skala besar (penyebaran virus corona). Tapi kita tetap waspada, yang datang dari domestik dan non domestik tetap kita pantau. Selama masa Inkubasi diminta tidak keluar rumah dan hindari tempat keramaian," kata Yusri, Senin (3/2/2020).

Baca juga: Selama Masa Inkubasi, Mahasiswa Sumsel yang Datang dari China Diminta Tak Keluar Rumah

Sambungnya, meski telah dinyatakan sehat, mahasiswa yang baru tiba di Sumsel tersebut diminta kooperatif melaporkan kondisi kesehatan setiap saat.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada mahasiswa yang baru datang dari China diminta untuk tidak keluar rumah selama masa inkubasi yang berlangsung selama 14 hari ke depan.

Yusri menerangkan, setelah masa inkubasi selesai selama 14 hari, para mahasiswa baru bisa dinyatakan aman dan terhindar dari virus corona.

Baca juga: Selama Dua Pekan, Kesehatan 7 Mahasiswa Sumsel yang Tiba dari China Dipantau

Masih dikatakannya, petugas kesehatan disiapkan untuk mendatangi satu per satu kediaman mahasiswa untuk dilakukan pengecekan kesehatan secara berkala sampai masa inkubasi selesai.

"Jika tidak sempat ke sana, akan ditelepon dan ditanyakan kondisi kesehatan mereka. Kalau ada gejala sakit demam atau apa, segera melapor sehingga cepat ditangani," ujarnya.

Baca juga: Anak 12 Tahun Asal China Diobservasi di Bali Terkait Virus Corona

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel LEsty Nurainy mengatakan, sampai saat ini belum ada obat untuk penganganan virus corona.

Sejauh ini, empat rumah sakit di Sumsel telah menyiapkan ruang isolasi penanganan virus corona.

"Mereka (mahasiswa) tidak ada tanda-tanda virus. Namun sesuai standar kesehatan, masa inkubasi itu selama 14 hari. Setelah lewat, baru dinyatakan terbebas dari virus corona," katanya.

 

(Penulis : Kontributor Palembang, Aji YK Putra | Editor : Dony Aprian)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bertemu Dokter Forensik, Warga Akhirnya Mau Terima Pemakaman Pasien Corona

Bertemu Dokter Forensik, Warga Akhirnya Mau Terima Pemakaman Pasien Corona

Regional
Pandemi Corona, Terminal Tirtonadi Solo Data Pemudik dari Jabotabek

Pandemi Corona, Terminal Tirtonadi Solo Data Pemudik dari Jabotabek

Regional
Tiga Bocah SD di Makassar Sumbang Uang Celengan untuk Beli APD Tenaga Medis

Tiga Bocah SD di Makassar Sumbang Uang Celengan untuk Beli APD Tenaga Medis

Regional
Bayi 4 Bulan yang Positif Covid-19 di Kulonprogo Dinyatakan Sembuh

Bayi 4 Bulan yang Positif Covid-19 di Kulonprogo Dinyatakan Sembuh

Regional
Kronologi Sopir Ambulans Curi Masker Stok Puskesmas dan Dijual Rp 5 Juta Per Dus

Kronologi Sopir Ambulans Curi Masker Stok Puskesmas dan Dijual Rp 5 Juta Per Dus

Regional
Driver Ojol 59 Tahun Tertipu Antarkan Purwokerto-Solo, Penumpang Hanya Tinggalkan Sandal

Driver Ojol 59 Tahun Tertipu Antarkan Purwokerto-Solo, Penumpang Hanya Tinggalkan Sandal

Regional
Hasil Rapid Test, Seorang Dokter di Batang Terindikasi Positif Corona

Hasil Rapid Test, Seorang Dokter di Batang Terindikasi Positif Corona

Regional
Sinkhole Muncul di Gunungkidul, Seorang Petani Terperosok dalam Lubang

Sinkhole Muncul di Gunungkidul, Seorang Petani Terperosok dalam Lubang

Regional
Satu PDP Corona dari Magetan Meninggal di RSUD Soedono Madiun

Satu PDP Corona dari Magetan Meninggal di RSUD Soedono Madiun

Regional
Pulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Besar Pilih Isolasi Diri di Hutan

Pulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Besar Pilih Isolasi Diri di Hutan

Regional
Ditipu Bayaran Rp 700 Ribu, Driver Ojol Antar Penumpang Purwokerto-Solo Sejauh 230 Km

Ditipu Bayaran Rp 700 Ribu, Driver Ojol Antar Penumpang Purwokerto-Solo Sejauh 230 Km

Regional
Hendak Tolong Ayah yang Jatuh ke Septic Tank, Ibu dan Anak Ikut Terperosok, Sekeluarga Tewas

Hendak Tolong Ayah yang Jatuh ke Septic Tank, Ibu dan Anak Ikut Terperosok, Sekeluarga Tewas

Regional
Puluhan Rumah di Agam Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter, 163 Warga Dievakuasi

Puluhan Rumah di Agam Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter, 163 Warga Dievakuasi

Regional
Macan Tutul yang Terjebak di Peternakan Ayam Sukabumi Mati di Taman Safari Indonesia

Macan Tutul yang Terjebak di Peternakan Ayam Sukabumi Mati di Taman Safari Indonesia

Regional
Dokter THT Berstatus PDP Corona di Makassar Meninggal, Diduga Terinfeksi dari Pasien

Dokter THT Berstatus PDP Corona di Makassar Meninggal, Diduga Terinfeksi dari Pasien

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X