Kurun 3 Pekan, 357 Ekor Babi Mati Misterius di Bali

Kompas.com - 03/02/2020, 14:54 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

DENPASAR, KOMPAS.com - 357 ekor babi mati misterius di Tabanan, Bali. Data ini berdasarkan data yang dihimpun Dinas Pertanian Tabanan, sejak 10 Januari 2020 silam.

Kematian ternak milik warga ini menjadi sorotan setelah ditemukan bangkai babi yang dibuang begitu saja di sungai.

Kabid Peternakan Dinas Pertanian Tabanan, Ir I Wayan Suamba mengatakan, terus melakukan pendataan jumlah babi yang mati misterius.

Baca juga: Bandara Ngurah Rai Siap dengan 2 Opsi Pemulangan Warga Negara China

 

"Kematian babi ini sudah ditangani, berdasarkan data dari lapangan sejak 10 Januari sudah 357 ekor yang mati," kata Suamba, saat dikonfirmasi, Senin (3/2/2020).

Dia menuturkan, belum diketahui penyebab kematian ratusan ekor babi ini. Balai Besar Veterinery (BBV) telah mengambil sampel untuk uji laboratorium.

"Sampelnya sudah diambil, katanya dicek di Medan. Sampai sekarang hasilnya belum keluar," kata Suamba.

Menunggu hasil laboratorium, pihaknya hanya bisa memberikan kepada warga. Pertama agar menjaga kebersihan kandang lalu disemprot dengan disinfektan.

Baca juga: Bupati Nias Selatan Sesalkan Pelemparan Kotoran Babi ke Mantan Bupati

 

Kedua, pihaknya juga menghimbau agar warga tidak membuang bangkai babi ke sungai. Sebab, beresiko menyebarkan penyakit penyebab matinya ternak.

"Kami mengimbau kepada warga, kalau ada babi yang mati jangan dibuang ke sungai. Sebaiknya dikubur supaya virus atau bakyeri penyebab matinya ternak tidak menyebar ke mana-mana," pungkas Suamba. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penjelasan BMKG soal Penyebab Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara

Penjelasan BMKG soal Penyebab Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara

Regional
Sandiaga Uno: Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Sandiaga Uno: Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Regional
Sakit Hati Tak Dibayar, Pria Ini Tusuk Pasangan Sesama Jenis hingga Tewas

Sakit Hati Tak Dibayar, Pria Ini Tusuk Pasangan Sesama Jenis hingga Tewas

Regional
Dokter Ditemukan Tewas Sehari Setelah Disuntik Divaksin, Satgas Covid-19 Palembang: Dipastikan Bukan karena Divaksin, tapi...

Dokter Ditemukan Tewas Sehari Setelah Disuntik Divaksin, Satgas Covid-19 Palembang: Dipastikan Bukan karena Divaksin, tapi...

Regional
KPU Bukittinggi Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

KPU Bukittinggi Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

Regional
Data dan Identitas ABK yang Hilang Setelah Tabrakan Kapal di Perairan Surabaya

Data dan Identitas ABK yang Hilang Setelah Tabrakan Kapal di Perairan Surabaya

Regional
Bertambah 7 Orang yang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Riau

Bertambah 7 Orang yang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Riau

Regional
Seorang Remaja Tewas Setelah Jatuh dan Tertabrak Mobil Damkar di Pekanbaru

Seorang Remaja Tewas Setelah Jatuh dan Tertabrak Mobil Damkar di Pekanbaru

Regional
TPU di Manado Mengalami Longsor, Kerangka Muncul ke Permukaan

TPU di Manado Mengalami Longsor, Kerangka Muncul ke Permukaan

Regional
5 Terduga Teroris di Aceh Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

5 Terduga Teroris di Aceh Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

Regional
Diduga Sakit Jantung, Seorang Dokter Ditemukan Tewas Sehari Usai Disuntik Vaksin Covid-19

Diduga Sakit Jantung, Seorang Dokter Ditemukan Tewas Sehari Usai Disuntik Vaksin Covid-19

Regional
Persoalan Wajib Jilbab di SMKN 2 Padang Selesai, Siswi Kembali Sekolah

Persoalan Wajib Jilbab di SMKN 2 Padang Selesai, Siswi Kembali Sekolah

Regional
Kronologi KM Tanto Bersinar Tabrak Kapal Tug Boat di Perairan Gresik, Petugas Cari ABK yang Hilang

Kronologi KM Tanto Bersinar Tabrak Kapal Tug Boat di Perairan Gresik, Petugas Cari ABK yang Hilang

Regional
Pratu Dedi Hamdani Gugur di Papua, Ayah: Sedih Sekali...

Pratu Dedi Hamdani Gugur di Papua, Ayah: Sedih Sekali...

Regional
Setelah Diprotes Warganet, KKN Lapangan Unila Ditunda

Setelah Diprotes Warganet, KKN Lapangan Unila Ditunda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X