BNN Sesalkan Pernyataan Politikus PKS soal Wacana Legalisasi Ganja

Kompas.com - 03/02/2020, 07:59 WIB
Ilustrasi ganja medis. SHUTTERSTOCKIlustrasi ganja medis.

ACEH, KOMPAS.com - Kepala Biro Humas dan Protokol Badan Narkotika Nasional (BNN) Brigjen Sulistyo Pudjo menyesalkan pernyataan anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Rafli terkait wacana legalisasi ganja sebagai pemasukan devisa nasional.

Menurutnya, cara pandang legislator Aceh itu terkesan belum memahami maksud pendirian bangsa, sehingga lebih mengedepankan ekonomi sentris ketimbang pandangan faktor pelarangan narkotika jenis ganja, sehingga menjadi mustahil ganja untuk diekspor keluar negeri.

“Kami sangat menyesalkan pernyataan beliau (Rafli) anggota DPR RI yang mengeluarkan pernyataan wacana untuk mengekspor ganja sebagai pemasukan devisa nasional,” kata Sulistyo saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Senin (3/2/2020).

Baca juga: PKS Tegur Keras Anggota yang Usul Pemerintah Ekspor Ganja

Ia menganggap masyarakat perlu mengetahui bahwa ganja itu sudah dilarang sejak Indonesia didirikan pada tahun 1945.

Salah satu tujuan pendirian bangsa sesuai alinea keempat pembukaan UUD 1945, yakni untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan menjaga perdamaian di dunia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sehingga jelas bahwa tugas negara bukan saja mengejar peningkatan kesejahteraan.

“Kalau narkotika itu menganggu dan membahayakan sistem syaraf, sehingga menyebabkan seseorang mengalamj penurunan kecerdasan yang luar biasa,” tuturnya.

Baca juga: Anggota DPR Usul Ganja untuk Ekspor, Berapa Potensinya di Pasar Dunia?

Selain itu, kata dia, apabila terjadi ekspor ganja keluar negeri, maka negara ini melanggar kesepakatan internasional, karena Indonesia menjadi salah satu negara yang turut menjaga ketertiban dunia seperti yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945.

“Karena amanah UUD 1945 tadi, kita ikut serta dalam pertemuan dalam The Single Convention on Narcotic Drugs tahun 1961, kita menjadi salah satu negara yang meratifikasi, pada Pasal 1 yang menjadi salah satu yang dilarang adalah ganja, baik batang, akar, daun, minyak kemudian turunan ekspor juga dilarang,” jelas Sulistyo.

Dia menjelaskan, berdasarkan kesepakatan internasional, Pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan legal standing berupa Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika yang kemudian diperbaiki lewat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009, yang secara tegas menyebut bahwa ganja adalah narkotika golongan I.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.