Fakta Lengkap Siswi SD di Cianjur Dibawa Kabur 4 Tahun dan Dicabuli hingga Hamil

Kompas.com - 01/02/2020, 19:43 WIB
Ilustrasi penculikan dan pencabulan ShutterstockIlustrasi penculikan dan pencabulan

CIANJUR, KOMPAS.com – Seorang siswi sekolah dasar di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dibawa kabur pria paruh baya selama 4 tahun.

Korban yang masih di bawah umur itu juga mendapatkan kekerasan seksual dari pelaku hingga hamil 9 bulan.

Korban dilarikan SF (57), buruh tani asal Kampung Cilandak, Desa Wangunjaya, Kecamatan Naringgul, Cianjur, pada 2016 lalu. 

Pelaku sendiri telah ditangkap, Kamis (23/1/2020), dan kini mendekam di sel tahanan Polres Cianjur untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sementara korban yang akan segera melahirkan kini berada di shelter Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Cianjur untuk menjalani pemulihan paikologis dan bimbingan konseling.

Berikut fakta lengkap kejadian itu:

Korban pandai memijat

Kendati baru berusia 11 tahun, korban punya keahlian memijat sehingga kerap dimintai bantuan oleh warga.

Pelaku sendiri sudah beberapa kali menggunakan jasa korban, sebelum membawanya kabur.

Ayah korban, FU (47) mengatakan, sebelum anaknya dilaporkan hilang, pelaku minta izin meminjam korban untuk memijat. 

Ia mengaku mengenal sosok pelaku yang tinggal di kampung sebelah itu, karena pernah sepekerjaan.

“Karena itu, saat dia minta anak saya ke rumahnya untuk memijat, saya tidak menaruh curiga sama sekali. Tapi, ternyata jadi seperti itu, Saya benar-benar tidak menyangka,” kata FU kepada Kompas.com, Selasa (28/01/2020).

Ia pun menyerahkan semua proses hukumnya kepada polisi, dan berharap pelaku mendapatkan hukuman, setimpal dengan apa yang telah diperbuat terhadap anaknya.

Baca juga: Fakta Siswi SD Diculik Pria Paruh Baya Selama 4 Tahun hingga Pulang dalam Keadaan Hamil, Modus Minta Pijat

 

Dibawa kabur sejak 2016

Semenjak datang ke rumah pelaku pada 20 Februari 2016 untuk memijat, korban tidak pernah kembali ke rumahnya.

Orangtua korban yang datang untuk menjemput korban tak mendapati keberadaannya di rumah pelaku. Korban rupanya telah dibawa kabur SF ke luar Cianjur.

“Sejak itu, korban tidak pulang. Orangtuanya kemudian melapor ke polisi pada 23 Februari 2016,” kata Kapolsek Naringgul, Iptu Mardi, Minggu (26/01/2020).  

Setelah mendapat laporan, polisi kemudian melakukan pencarian. Namun, pelaku buron dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Baca juga: Kronologi Siswi SD Diculik 4 Tahun hingga Pulang dalam Keadaan Hamil

 

Motif pelaku

Pelaku SF mengaku terkesan dengan keahlian korban dalam memijat badan. Karena itu, saat tengah dipijat di rumahnya, timbul niat untuk memiliki korban.

“SF ini bisa dibilang langganan korban, dia sudah empat kali menggunakan jasa korban. Namun, yang kelima kalinya itu malah membawanya kabur,” kata Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Niki Ramdhany kepada Kompas.com, Rabu (29/01/2020).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X