Fakta Lengkap Hasil Otopsi Lina Jubaedah, Meninggal karena Penyakit hingga Tak Ditemukan Tanda Kekerasan dan Racun

Kompas.com - 01/02/2020, 12:25 WIB
Mantan istri Sule Lina Jubaedah bersama putri mereka, Putri Delina. Instagram/Putri DelinaMantan istri Sule Lina Jubaedah bersama putri mereka, Putri Delina.

KOMPAS.com - Teka-teki kejanggalan kematian mantan istri komedian Sule, Lina Jubaedah yang meninggal pada Sabtu, 4 Januari 2020 lalu akhirnya terungkap.

Lina meninggal karena hepertensi kronis yang dideritanya, bukan karena kekerasan dan racun.

Hal itu terungkap, setelah polisi mengumumkan hasil otopsi jenazah Lina.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung AKBP Galih Indragiri menyebut bahwa dari hasil pemeriksaan dokter RS Al-Islam yang menangani Lina, hipertensi yang diderita mendiang sudah terdeteksi ketika ia melahirkan.

"Dokter menyampaikan yang bersangkutan itu ketika almarhumah melahirkan sudah terdeteksi adanya penyakit hipertensi. Kemudian dokter menyarankan supaya almarhum melahirkan secara caesar, tapi almarhum bersikeras melahirkan secara normal," katanya saat konferensi pers di Mapolrestabes Bandung, Jumat (31/1/2020).

Diketahui, anak Lina Juabaedah, Rizky Febian, melapor ke polisi karena adanya kejanggalan pada kematian ibundanya tersebut.

Laporan itu perihal tuduhan pembunuhan berencana, hanya saja pada laporan itu tak menyebutkan siapa terlapornya.

Kondisi Lina disebut-sebut terdapat luka lebam warna ungu dari mulut ke leher.

Kamis, 9 Januari 2020, tim dokter forensik melakukan otopsi jenazah Lina di tempat pemakaman keluarga di Sekelimus Utara 1, Kelurahan Batununggal, Bandung Kidul, Kota Bandung.

Setelah 22 hari pemeriksaan laboratorium, akhirnya polisi mengumumkan hasil otopsi. Lina Jubaedah dinyatakan meninggal karena penyakit.

Berikut ini fakta hasil otopsi Lina Jubaedah yang Kompas.com rangkum:

1. Meninggal karena sakit

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar Kombes Pol Saptono Erlangga tengah menjelaskan hasil otopsi Lina Jubaedah.KOMPAS.COM/AGIE PERMADI Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar Kombes Pol Saptono Erlangga tengah menjelaskan hasil otopsi Lina Jubaedah.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar Kombes Ppol Saptono Erlangga mengatakan, berdasarkan hasil otopsi dan Labotorium Forensik (Labfor) yang sudah dilakukan, tidak ada kejangggalan dalam kematian Lina.

Polisi menyimpulkan bahwa kematian Lina bukan karena racun atau pun karena tindakan kekerasan melainkan karena penyakit.

"Sebagai kesimpulan, setelah dilakukan pemeriksaan otopsi dan labfor, dapat dijelaskan kematian saudari Lina Jubaedah bukan karena adanya kekerasan maupun racun di dalam tubuh saudari Lina, akan tetapi akibat penyakit," kata Erlangga saat konferensi pers di Mapolrestabes Bandung, Jumat.

Baca juga: Hasil Otopsi Lina Jubaedah Mantan Istri Sule Keluar, Meninggal karena Penyakit

 

2. Lina memiliki sejumlah penyakit

Konferensi pers hasil otopsi mendiang Lina Jubaedah di Polrestabes Bandung, Jawa Barat, Jumat (31/1/2020).KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI Konferensi pers hasil otopsi mendiang Lina Jubaedah di Polrestabes Bandung, Jawa Barat, Jumat (31/1/2020).

Erlangga mengatakan, Lina meninggal secara wajar, karena memiliki sejumlah penyakit.

"Adanya penyakit hipertensi kronis dan adanya tukak atau luka pada selaput lendir lambung," katanya.

Kemudian, adanya batu pada saluran empedu. Serta, pembesaran hipertrofi pada organ jantung.

Dengan begitu, polisi menyimpulkan bahwa kematian mantan isteri komedian Sule ini bukan karena racun ataupun kekerasan.

Pasalnya dari hasil otopsi dan Labfor tidak ditemukan keduanya baik tanda kekerasan maupun racun di tubuh jenazah.

Baca juga: Polisi: Lina Meninggal karena Penyakit, Bukan Akibat Kekerasan atau Racun

 

3. Tidak ditemukan tanda kekerasan dan racun

Ilustrasi tewas.Shutterstock Ilustrasi tewas.

Polisi memastikan bahwa kematian mantan istri komedian Sule, Lina Jubaedah karena penyakit yang dideritanya.

Karena, berdasarkan hasil otopsi dan laboratorium forensik, tidak ditemukan tanda kekerasan pada jenazah Lina Jubaedah.

"Setelah dilakukan pemeriksaan otopsi dan labfor, dapat dijelaskan bahwa kematian saudari Lina bukan karena adanya kekerasan maupun racun didalam tubuh akan tetapi akibat penyakit," kata Erlangga.

Baca juga: Hasil Otopsi Lina, Polisi Tak Temukan Tanda Kekerasan dan Racun

 

4. Penjelasan dokter forensik terkait lebam di tubuh Lina

Ilustrasi dokteripopba Ilustrasi dokter

Rizky Febian melapor ke polisi karena merasa ada kejanggalan pada kematian ibundanya karena terdapat lebam pada tubuh Lina.

Terkait lebam pada tubuh Lina, dokter spesialis forensik Rumah Sakit Bahayangkara Sartika Asih Bandung Fahmi Arief mengatakan, lebam pada orang meninggal merupakan hal wajar atau normal.

"Lebam diartikan secara salah. Mungkin dipikir lebam akibat kekerasan sehingga kita mengartikan lebam itu memar," kata Fahmi saat konferensi pers di Mapolrestabes Bandung, Jumat.

Fahmi menjelaskan, pengertian lebam dan memar pada jenazah tentu berbeda.

Memar disebabkan pecahnya pembukuh darah di bawah jaringan kulit, kata dia, biasanya disebabakan oleh suatu kekerasan.

"Yang ditemukan pada jenazah ini bukan memar dan lebam itu normal terjadi pada orang yang sudah meninggal dunia," jelasnya.

Baca juga: Penjelasan Lengkap Hasil Otopsi Mantan Istri Komedian Sule

 

5. Bukan tindak pidana

ilustrasi penjaraShutterstock ilustrasi penjara

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Saptono Erlangga mengatakan, berdasarkan hasil otopsi, laporan yang dilayangkan Rizky Febian soal dugaan pembunuhan berencana terkait kejanggalan kematian ibundanya Lina Jubaedah tidak terbukti.

Hasil otopsi juga mengungkapkan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan dan racun pada tubuh Lina.

"Dari hasil penyelidikan dan penyidikan dan alat bukti yang didapat terhadap laporan polisi soal dugaan tindak pidana pembunuhan dan atau pembunuhan sebagaimana dalam Pasal 338 junto 340 KUHP tidak terbukti karena peristiwa tersebut bukan merupakan tindak pidana," ujar Erlangga, Jumat.

Dia mengatakan berdasarkan hasil otopsi diketahui kondisi jenazah dalam keadaan sudah membusuk dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

"Pada pemeriksaan organ dalam, ditemukan adanya gambaran penyakit darah tinggi yang kronis, hipertensi, batu pada saluran empedu, dan tukak lambung yang luas," kata Erlangga.

Dia menambahkan, pada pemeriksaan toksikologi yang dilakukan oleh labfor, pihak dokter tak menemukan adanya zat beracun di tubuh Lina.

"Sebagai simpulan, setelah dilakukan pemeriksaan otopsi dan labfor dapat dijelaskan bahwa kematian Saudari Lina Jubaedah bukan karena adanya kekerasan maupun racun di dalam tubuh Saudari Lina Jubaedah akan tetapi akibat penyakit," jelasnya.

Baca juga: Polisi Sebut Kasus Kematian Lina Jubaedah Bukan Tindak Pidana

 

Sumber: KOMPAS.com (Kontributor Bandung, Agie Permadi | Editor: Aprilia Ika, Dony Aprian)

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nekat Mudik ke Solo Saat Libur Panjang, Siap-siap Dikarantina 14 Hari di Benteng Vastenburg

Nekat Mudik ke Solo Saat Libur Panjang, Siap-siap Dikarantina 14 Hari di Benteng Vastenburg

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 30 November 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 30 November 2020

Regional
Sempat Ditangkap, 2 Pelaku Money Politics Diduga Kabur ke Malaysia

Sempat Ditangkap, 2 Pelaku Money Politics Diduga Kabur ke Malaysia

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 30 November 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 30 November 2020

Regional
Gunung Ile Lewotolok Erupsi, Pemkab Lembata Tetapkan Status Darurat Bencana

Gunung Ile Lewotolok Erupsi, Pemkab Lembata Tetapkan Status Darurat Bencana

Regional
Kasus Pembakaran Resto Legian, Polisi Cocokkan Wajah 5 Terduga Pelaku

Kasus Pembakaran Resto Legian, Polisi Cocokkan Wajah 5 Terduga Pelaku

Regional
Berita Terbaru Kasus Dugaan Penganiayaan Ojek Online oleh Bahar Bin Smith

Berita Terbaru Kasus Dugaan Penganiayaan Ojek Online oleh Bahar Bin Smith

Regional
Pemerintah Desa Blokade 5 Rumah Pasien Positif Covid-19 Pakai Bambu, Ini Penjelasan Kades

Pemerintah Desa Blokade 5 Rumah Pasien Positif Covid-19 Pakai Bambu, Ini Penjelasan Kades

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 30 November 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 30 November 2020

Regional
Angka 'Stunting' di Sumedang Naik 3,28 Persen Akibat PSBB

Angka "Stunting" di Sumedang Naik 3,28 Persen Akibat PSBB

Regional
Video Viral 2 Pria Jambret Uang Pengemis Tua, Korban: Saya Siapkan untuk Beli Kain Putih

Video Viral 2 Pria Jambret Uang Pengemis Tua, Korban: Saya Siapkan untuk Beli Kain Putih

Regional
Upaya YLP Membantu Napi Terorisme Kasim Khow agar Kembali Diterima di Masyarakat

Upaya YLP Membantu Napi Terorisme Kasim Khow agar Kembali Diterima di Masyarakat

Regional
Kasus Covid-19 Meningkat, Pati Kembali Berlakukan Jam malam

Kasus Covid-19 Meningkat, Pati Kembali Berlakukan Jam malam

Regional
Rumah Sakit Penuh, Pasien Covid-19 di Purbalingga Diisolasi di Gedung Bekas Sekolah

Rumah Sakit Penuh, Pasien Covid-19 di Purbalingga Diisolasi di Gedung Bekas Sekolah

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 30 November 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 30 November 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X