Fakta Ratu Keraton Agung Sejagat di Lapas, Aktif Menulis Puisi dan Ingin Ajarkan Make Up

Kompas.com - 31/01/2020, 19:01 WIB
Raja Keraton Agung Sejagat Toto Santoso dan Sang Ratu, Fanni Aminadia Dok IstimewaRaja Keraton Agung Sejagat Toto Santoso dan Sang Ratu, Fanni Aminadia
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Selasa (14/1/2020), Raja Keraton Agung Sejagat, Sinuhun Totok Santosa, dan sang ratu Fanni Aminadia (41) ditangkap polisi saat perjalanan menuju Keraton Agung Sejagat di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo

Toto ditahan di sel penjara Mapolda Jateng, sementara Fanni di Lapas Kelas II Wanita Bulu, Kota Semarang sebagai tahanan titipan dari Polda Jateng.

Dari hasil pemeriksaan psikologis, Totok dan Fanni dinyatakan tidak memiliki ganguan jiwa.

Terkait kasus hukum yang menjerat mereka, Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat bakal dibela 12 pengacara, salah satunya berasal dari Ormas Laskar Merah Putih.

Baca juga: Ditahan di Lapas, Ratu Keraton Agung Sejagat Aktif Menulis Karya Sastra

Muhammad Sofyan, kuasa hukum Toto, keterlibatan Laskar Merah Putih karena Fanni sempat menjadi salah satu pendiri ormas tersebut.

Dari 12 pengacara yang disewa, tujuh orang dari wilayah Jawa Tengah dan lima orang dari Jakarta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Fanni sempat mengajukan penangguhan penahanan dengan beberapa alasan salah satunya adalah kondisi kesehatan yang belum stabil pasca-keguguran pada Desember 2019 lalu.

Selama di tahanan, Fanny menderita insomnia dan kehilangan selera makan karena depresi. Ia juga harus rela menerima perundungan dari sesama penghuni lapas wanita atas kasus yang menjeratnya.

Baca juga: Seragamnya Dipakai Keraton Agung Sejagat, Penjahit Kaget-kaget Senang

Fanny aktif menulis karya sastra

Keraton Agung SejagatKOMPAS.com/istimewa Keraton Agung Sejagat
Muhammad Sofyan, kuasa hukum Fanny mengatakan kliennya memiliki kesibukan baru di balik jeruji penjara.

Lebih dari 2 pekan di dalam penjara, lebih dari 50 lembar kertas buku harian yang ditulis oleg Fanny.

Perempuan berusia 41 tahun itu banyak menulis puisi, kutipan, dan cerita pendek.

Menurut Sofyan, tulisan Fanny sangat bagus karena Fanny telah terbiasa dengan karya sastra.

"Fanni kan mempunyai basic budaya sebenarnya. Jadi Fanni sebenarnya memang sudah terbiasa dengan karya sastra. Saya kan juga suka budaya, jadi saya tahu kalau puisi itu bagus," kata Sofyan kepada Kompas.com, Jumat (31/1/2020).

Menurut Sofyan, karya sastra yang ditulis Fanni sebagian besar bercerita tentang curahan hati terutama kerinduannya kepada anak-anaknya.

Kepada Sofyan, Fanni mengaku ingin membuat novel yang menceritakan kisah hidupnya.

Baca juga: Kostum Keraton Agung Sejagat Dijahit di Bantul, Sempat Dikira untuk Drumband

Ingin ajari make up

Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel saat konferensi pers di Polda Jateng.KOMPAS.com/polda jateng Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel saat konferensi pers di Polda Jateng.
Saat ini keluarga Fanny masih belum dizinkan untuk menjenguk di lapas.

Menurut Sofyan, Fanny sempat meminta keluarganya yang akan datang ke lapas untuk membawa alat make up dan pakaian. Menurut pengakuan Fanny, ia merasa bosan di dalam lapas dan ingin mengajarkan make ip kepada napi lainnya.

"Keluarga Bu Fanni belum boleh menjenguk. Waktu itu sempat minta dibawakan alat make up dan pakaian oleh keluarganya, tapi belum boleh. Bu Fanni bilang udah bosan pengen ada kegiatan dan bisa ngajarin napi lainnya untuk berdandan," ceritanya.

Baca juga: Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat Dibela 12 Pengacara, Salah Satunya dari Laskar Merah Putih

Kasus yang menjerat Fanny ternyata berdampak pada kondisi dua anaknya yang masih sekolah.

"Anak-anaknya juga terkena bully oleh teman-temannya. Itu karena viralnya pemberitaan. Sekarang kan segala orang bisa mengakses informasi dengan mudah," katanya.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Riska Farasonalia | Editor: David Oliver Purba, Khairina)



25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Heboh KPM di Pandeglang Dapat Beras Menggumpal, PT Pos Indonesia dan Bulog Langsung Menggantinya

Heboh KPM di Pandeglang Dapat Beras Menggumpal, PT Pos Indonesia dan Bulog Langsung Menggantinya

Regional
Kebiasaan Baru Ganjar, Bagikan Beras dan Sembako Saat Kunjungan ke Luar Kota

Kebiasaan Baru Ganjar, Bagikan Beras dan Sembako Saat Kunjungan ke Luar Kota

Regional
Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Regional
Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Regional
11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X