Siswi Korban Pemerkosaan di Maluku Pasrah karena Terancam Dipermalukan

Kompas.com - 31/01/2020, 16:13 WIB
Ilustrasi korban pemerkosaan KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHOIlustrasi korban pemerkosaan

AMBON, KOMPAS.com - HL siswi sekolah menengah atas (SMA) di Maluku Tengah hanya bisa pasrah menerima kenyataan pahit, setelah diperkosa berulang kali oleh pacar dan teman-temannya sendiri.

Kapolresta Pulau Ambon Kombes Leo Surya Nugraha Simatupang mengatakan, korban tidak bisa melawan dan hanya pasrah diperkosa, lantaran belasan tersangka yang memerkosanya mengancamnya terlebih dahulu.

“Mereka (tersangka) mengancam korban jika tidak mau bersetubuh, mereka akan mempermalukan korban,” kata Leo kepada wartawan di Kantor Polresta Pulau Ambon, Jumat (31/1/2029).

Baca juga: Siswi SMA Diperkosa Pacar dan Belasan Rekannya Sendiri

Leo menjelaskan, belasan tersangka yang juga rekan korban ini mengancam akan membeberkan keburukan korban.

Sebab, para pelaku pemerkosa tersebut telah mengetahui sebelumnya korban telah disetubuhi oleh kekasihnya dan juga beberapa orang temannya yang lain.

“Sehingga, mau tidak mau korban hanya menuruti apa kemauan dari mereka,” ujar Leo.

Baca juga: Gubernur Maluku Instruksikan Penertiban Tenda Bekas Pengungsi Gempa

Menurut Leo, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, korban kerap diperkosa lebih dari lima orang selama enam kali kejadian.

Pemerkosaan itu menimpa gadis tersebut sejak November 2019 hingga Januari 2020.

Dari 17 tersangka yang telah ditahan, salah satunya adalah JL yang merupakan pacar korban sendiri.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Terlibat Pencurian yang Dilakukan 2 Anaknya, Pria Ini Tewas Dikeroyok Warga

Diduga Terlibat Pencurian yang Dilakukan 2 Anaknya, Pria Ini Tewas Dikeroyok Warga

Regional
Termakan Hoaks, Sejumlah Warga Serang Mapolres Yalimo, Seorang Polisi Luka Parah

Termakan Hoaks, Sejumlah Warga Serang Mapolres Yalimo, Seorang Polisi Luka Parah

Regional
Pasangan 'Banteng Terluka' Dapat Nomor Urut 1 di Pilkada Blora 2020

Pasangan "Banteng Terluka" Dapat Nomor Urut 1 di Pilkada Blora 2020

Regional
Pembunuh Penghuni Rusun di Makassar Ditangkap, Motifnya Cemburu

Pembunuh Penghuni Rusun di Makassar Ditangkap, Motifnya Cemburu

Regional
Bertambah 12 Orang, Prajurit TNI Terpapar Corona Jadi 23

Bertambah 12 Orang, Prajurit TNI Terpapar Corona Jadi 23

Regional
Dituduh Jadi Pelakor, Wajah Gadis 17 Tahun Ini Nyaris Disilet

Dituduh Jadi Pelakor, Wajah Gadis 17 Tahun Ini Nyaris Disilet

Regional
Sakit Hati Sering Dimaki, Pria Ini Bunuh Istri Siri, Jasadnya Dibuang ke Semak

Sakit Hati Sering Dimaki, Pria Ini Bunuh Istri Siri, Jasadnya Dibuang ke Semak

Regional
Dua Anggota Geng Motor Perusak Madrasah di Tasikmalaya Ditangkap

Dua Anggota Geng Motor Perusak Madrasah di Tasikmalaya Ditangkap

Regional
Polisi Tangkap 4 Pelaku Pemukulan Sopir Ambulans di Minahasa Utara

Polisi Tangkap 4 Pelaku Pemukulan Sopir Ambulans di Minahasa Utara

Regional
Berjalan Dua Pekan, Simulasi Belajar Tatap Muka di Jateng Masih Dievaluasi

Berjalan Dua Pekan, Simulasi Belajar Tatap Muka di Jateng Masih Dievaluasi

Regional
Korban Ketiga Banjir Bandang Sukabumi Ditemukan di Sungai Cicatih

Korban Ketiga Banjir Bandang Sukabumi Ditemukan di Sungai Cicatih

Regional
Machfud Arifin: Pak Jokowi Saat Pilpres 2014 Juga Nomor 2, Ini Seperti Pertanda

Machfud Arifin: Pak Jokowi Saat Pilpres 2014 Juga Nomor 2, Ini Seperti Pertanda

Regional
Bantu Siswa Belajar Online, Pemkot Padang Buat Program Gabunet dan Wifi Gratis

Bantu Siswa Belajar Online, Pemkot Padang Buat Program Gabunet dan Wifi Gratis

Regional
Ibu Dibunuh dan Jasadnya Dibuang ke Semak, Anak Menangis Ceritakan Perjuangan Korban Cari Nafkah

Ibu Dibunuh dan Jasadnya Dibuang ke Semak, Anak Menangis Ceritakan Perjuangan Korban Cari Nafkah

Regional
Kenal di Medsos, Helfa Dibunuh Teman Kencan karena Menolak Berhubungan Badan, Ini Kronologinya

Kenal di Medsos, Helfa Dibunuh Teman Kencan karena Menolak Berhubungan Badan, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X