Jokowi Klaim Pengurusan Sertifikat Tanah Kini 20 Kali Lebih Cepat

Kompas.com - 31/01/2020, 14:01 WIB
Sebanyak 2.000 pemegang sertifikat hadir ketika Presiden RI Joko Widodo datang ke seremoni penyerahan sertifikat di Taman Budaya Kulon Progo, Kabupaten Kulon Progo, aerah Istimewa Yogyakarta. KOMPAS.COM/DANI JULIUSSebanyak 2.000 pemegang sertifikat hadir ketika Presiden RI Joko Widodo datang ke seremoni penyerahan sertifikat di Taman Budaya Kulon Progo, Kabupaten Kulon Progo, aerah Istimewa Yogyakarta.

KULON PROGO, KOMPAS.com- Presiden Joko Widodo mengklaim pengurusan sertifikat tanah saat ini sudah lebih cepat dari sebelumnya.

Pernyataan itu dilontarkan berdasarkan peningkatan jumlah tanah yang bersertifikat sejak 2015.

"Membuat sertifikat sekarang mungkin 20 kali lipat (lebih cepat) dari sebelumnya," kata Jokowi saat membagikan sertifikat tanah kepada warga di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (31/1/2020).

Baca juga: Jokowi Keluhkan Banyaknya Sengketa karena Jutaan Bidang Tanah Belum Bersertifikat

Jokowi menyebut, pada 2015, baru 46 juta bidang tanah yang sudah bersertifikat dari 126 juta bidang tanah yang ada.

Artinya masih ada lebih 80 juta bidang tanah yang belum bersertifikat.

Saat itu, pemerintah hanya mampu memproduksi 500.000 sertifikat setiap tahun.

Untuk mensertifikasi seluruh bidang tanah di Indonesia dengan kemampuan produksi itu dibutuhkan waktu 160 tahun.

Baca juga: Saat Jokowi Tertawa Mendengar Sertifikat Tanah Ingin Digadai untuk Jual Es Degan

Kini, Jokowi mengklaim proses pembuatan sertifikat tanah sudah lebih cepat.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditengok Anaknya dari Jakarta, Pasien Stroke Positif Covid-19 di Ciamis

Ditengok Anaknya dari Jakarta, Pasien Stroke Positif Covid-19 di Ciamis

Regional
Sebar Hoaks Kematian Pasien Covid-19 di Sulbar, Pria Ini Ditangkap Polisi

Sebar Hoaks Kematian Pasien Covid-19 di Sulbar, Pria Ini Ditangkap Polisi

Regional
Kasus DBD Menurun, 1.474 Pasien Dinyatakan Sembuh di Sikka, NTT

Kasus DBD Menurun, 1.474 Pasien Dinyatakan Sembuh di Sikka, NTT

Regional
Pesan Pasien Sembuh Covid-19: Anak Muda, Tak Perlu Nongkrong, Dengarkan Pemerintah

Pesan Pasien Sembuh Covid-19: Anak Muda, Tak Perlu Nongkrong, Dengarkan Pemerintah

Regional
Fakta Bocah 6 Tahun di Bandung Terpeleset dan Hanyut di Depan Mata Ibunya, Pencarian Dilakukan

Fakta Bocah 6 Tahun di Bandung Terpeleset dan Hanyut di Depan Mata Ibunya, Pencarian Dilakukan

Regional
60 Warga Isolasi Mandiri, Desa di Magetan Berlakukan 'Lockdown'

60 Warga Isolasi Mandiri, Desa di Magetan Berlakukan 'Lockdown'

Regional
Karantina Wilayah, Batam Beri Sembako Gratis dan Pekerja Tetap Bekerja

Karantina Wilayah, Batam Beri Sembako Gratis dan Pekerja Tetap Bekerja

Regional
Kisah Evakuasi Harimau Sumatera 3 Hari Terjerat Tali di Riau: Petugas 2 Jam tembus Hutan, Temukan Luka Serius di Kaki

Kisah Evakuasi Harimau Sumatera 3 Hari Terjerat Tali di Riau: Petugas 2 Jam tembus Hutan, Temukan Luka Serius di Kaki

Regional
Cegah Covid-19 Meluas, Pantai Kuta dan Seluruh Obyek Wisata di Badung Ditutup

Cegah Covid-19 Meluas, Pantai Kuta dan Seluruh Obyek Wisata di Badung Ditutup

Regional
Cegah Penyebaran Corona, Dua Jalan Protokol Kota Magelang Ditutup

Cegah Penyebaran Corona, Dua Jalan Protokol Kota Magelang Ditutup

Regional
Karantina Lokal Gaya Kota Tasikmalaya

Karantina Lokal Gaya Kota Tasikmalaya

Regional
Saat Warga Gotong Royong Gali Terowongan Bawah Rel Kereta yang Tertimbun Tanah

Saat Warga Gotong Royong Gali Terowongan Bawah Rel Kereta yang Tertimbun Tanah

Regional
Cerita 60 Warga Desa Ini Isolasi Mandiri Setelah Ada yang Meninggal PDP Corona

Cerita 60 Warga Desa Ini Isolasi Mandiri Setelah Ada yang Meninggal PDP Corona

Regional
Jamaah Tabligh Meninggal Positif Corona, Polisi Isolasi Masjid At-Taqwa Bengkulu

Jamaah Tabligh Meninggal Positif Corona, Polisi Isolasi Masjid At-Taqwa Bengkulu

Regional
Viral Foto 'Lockdown' Desa di Magetan, Ini Penjelasan Camat Barat

Viral Foto 'Lockdown' Desa di Magetan, Ini Penjelasan Camat Barat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X