Bocah SD Ditemukan Tewas di Tepi Hutan, Polisi Sebut Ada Indikasi Kekerasan

Kompas.com - 31/01/2020, 12:49 WIB
Petugas dari Polres Mojokerto Kota, melakukan identifikasi dan evakuasi terhadap jenazah bocah SD yang ditemukan di bawah jembatan Sungai Kedung Ungkal, di tepi hutan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (30/1/2020). KOMPAS.COM/DOK. POLRES MOJOKERTO KOTAPetugas dari Polres Mojokerto Kota, melakukan identifikasi dan evakuasi terhadap jenazah bocah SD yang ditemukan di bawah jembatan Sungai Kedung Ungkal, di tepi hutan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (30/1/2020).

MOJOKERTO, KOMPAS.com - Kepolisian Resor (Polres) Mojokerto Kota, Jawa Timur, masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kematian bocah SD yang ditemukan di tepi Hutan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Kamis (30/1/2020).

Berdasarkan hasil identifikasi, polisi menemukan adanya unsur kekerasan pada bagian kepala korban. Luka itu ditemukan pada kepala belakang sebelah kiri.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Mojokerto Kota AKP Ade Waroka mengatakan, luka di kepala korban mengindikasikan adanya unsur kekerasan.

Baca juga: Cerita Bocah SD Juara I Lomba Lari Nangis Tanpa Hadiah, Pernah Raih Uang Rp 10 Juta, Bakat dari Sang Kakek

"Kalau indikasi kekerasan, kami pastikan ada. Itu bisa dilihat dari luka yang ada di kepala," kata Ade, saat dikonfirmasi, di Mapolres Mojokerto Kota, Jumat (31/1/2020).

Meski menemukan adanya unsur kekerasan, namun Waroka belum berani memastikan penyebab kematian korban.

Pihaknya masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan apakah korban merupakan korban pembunuhan atau bukan.

"Hasil otopsi sudah ada, tapi analisa lengkapnya kami belum dapat. Jadi, sampai dengan sekarang, penyebab kematiannya belum bisa kami pastikan," ujar dia.

Sebagaimana diberitakan, jenazah berjenis kelamin laki-laki ditemukan di bawah Jembatan Sungai Kedung Ungkal, di tepi Hutan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (30/1/2020).

Berdasarkan hasil identifikasi, jenazah tersebut diketahui berinisial AWO.

Baca juga: Tak Pulang Les, Siswa SD Tewas di Bawah Jembatan 15 Km dari Rumahnya

Anak berusia 14 tahun tersebut merupakan siswa SD negeri di Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.

Adapun, lokasi penemuan mayat berada di tepi hutan di perbatasan antara Desa Kemlagi, Kecamatan Kemlagi dengan Desa Cendoro, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.

Korban selama ini tinggal bersama neneknya di Desa Katemasdungus, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.

Jarak antara rumah tinggal korban dengan lokasi penemuan mayat, sekitar 15 kilometer.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X