Di Kulon Progo Yogyakarta, Linmas Dikerahkan Tutup Iklan Rokok

Kompas.com - 30/01/2020, 23:40 WIB
Pemerintah Kulon Progo, DI Yogyakarta ajak pelajar untuk memerangi rokok. Ajakan anti rokok dilaksanakan dalam gelar Apel Besar Pramuka Kwartir Cabang Kulon Progo dalam memperingati Hari Pramuka ke 58 tahun 2019 yang berlangsung di Taman Budaya Kulon Progo (14/8/2019). Deklarasi anti rokok itu ditandai dengan merusak atau menghancurkan simbol-simbol rokok. Dok HUMAS PEMDA KULON PROGOPemerintah Kulon Progo, DI Yogyakarta ajak pelajar untuk memerangi rokok. Ajakan anti rokok dilaksanakan dalam gelar Apel Besar Pramuka Kwartir Cabang Kulon Progo dalam memperingati Hari Pramuka ke 58 tahun 2019 yang berlangsung di Taman Budaya Kulon Progo (14/8/2019). Deklarasi anti rokok itu ditandai dengan merusak atau menghancurkan simbol-simbol rokok.

 

KULON PROGO, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengerahkan anggota Perlindungan Masyarakat ( Linmas) untuk menutup iklan-iklan rokok yang masih ada di berbaga tempat belanja yang ada di daerah-daerah pedesaan.

Linmas ini berasal dari kantor tiap kalurahan (desa) dan kapanewon (kecamatan). 

Mereka mengawali aksi dengan memasang banner bertuliskan ajakan untuk tidak merokok di sembarang tempat dan anjuran untuk merokok secara etis.

Baca juga: Kota Bogor Jadi Tuan Rumah Kampanye Anti Rokok se-Asia Pasifik

Banner dipasang pada warung-warung dan toko ritel, khususnya yang berada dekat dengan kawasan tanpa rokok (KTR).  

"Kita ikut membangun kesadaran lewat imbauan dan membangun pengertian, di mana tidak boleh ada iklan (rokok) di dekat KTR, seperti tempat ibadah dan sekolah, dan sebagainya. Tujuannya menyadarkan pemilik warung dan masyarakat pada umumnya," kata Kepala Bidang Trantibum Satpol PP Kulon Progo, Yulianto Nugroho di hadapan puluhan Linmas di Pemkab Kulon Progo, Kamis (30/1/2020). 

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terus mendorong pelaksanaan  Peraturan Daerah Kulon Progo Nomor 5 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Pelaksanaannya diatur lewat Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 3 Tahun 2015.

Perda itu memuat tentang tempat-tempat dan kawasan yang harus bebas dari aktivitas merokok.

Perda memuat perlunya tempat khusus untuk merokok pada kawasan tertentu.

Perda juga tegas melarang promosi produk tembakau, iklan niaga produk tembakau, hingga sponsor produk tembakau di Kulon Progo.

Lewat Perda KTR ini sejatinya Pemkab mencitakan kebiasaan dan perilaku warga yang etis dalam merokok, seperti tidak dekat orang lain, tidak merokok dalam rumah dan tempat umum, hingga tidak merokok dekat ibu dan bayi. 

Pelaksanaan Perda dan Perbup KTR di masyarakat sudah lebih dari lima tahun sejak disahkan. Sepanjang waktu itu, operasi penertiban masih sebatas non yustisi atau edukasi.

Baca juga: Beredar Mainan Berbentuk Botol Miras dan Rokok, Wakil Wali Kota Tegal Sidak ke Mal

Ironi, pelanggaran masih ditemukan, di antaranya, masih banyak yang merokok di angkot dan tempat umum lain. Juga ditemukan pemasangan iklan rokok di berbagai tempat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kulon Progo, drg Baning Rahayujati MKes mengungkapkan, promosi paling banyak dijumpai di usaha ritel dan warung. Bahkan, di area-area dekat dengan lokasi KTR.

"Beberapa kawasan belum dilaksanakan. Iklan dan promosi masih banyak, bahkan iklan-iklan itu radius 100 m dari  daerah KTR, seperti sekolah, Puskesmas, kantor desa dan kecamatan," kata Baning.

Dinkes niat terus mendorong pemenuhan Perda KTR bagi Kulon Progo. Memasuki tahun 2020, Pemkab berencana mendorong penegakan Perda secara yustisi. Pemkab masih menggodok aturannya. 

"Peraturan baru ini akan melakukan penegakan penegakan yustisi, nantinya dengan menerapkan denda," kata Baning.

Baning mengungkapkan, pelibatan Linmas menjadi langkah awal. Pemasangan banner di berbagai lokasi menjadi aksi mula-mula sekaligus sosialisasi kembali KTR. 

Tidak hanya memasang banner, Linmas turut aktif mengingatkan warga yang merokok sembarangan di KTR.

Mereka akan turut terlibat menyosialisasikan kawasan-kawasan tertentu yang boleh dan tidak boleh dipakai untuk merokok.

"Linmas akan membantu di wilayahnya masing-masing," kata Baning.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral Video Salam Dua Periode untuk Petahana, Bawaslu Periksa Camat di Jember

Viral Video Salam Dua Periode untuk Petahana, Bawaslu Periksa Camat di Jember

Regional
Korea 'Red Alert' Virus Corona, Bagaimana Pengawasan Turisnya di Bali?

Korea "Red Alert" Virus Corona, Bagaimana Pengawasan Turisnya di Bali?

Regional
Gubernur NTT: Saya Datang Bukan untuk Orang Suka Saya, tapi untuk Mengubah NTT

Gubernur NTT: Saya Datang Bukan untuk Orang Suka Saya, tapi untuk Mengubah NTT

Regional
Remaja Asal Banyuwangi Bawa Kabur Mobil Travel Berisi 3 Penumpang

Remaja Asal Banyuwangi Bawa Kabur Mobil Travel Berisi 3 Penumpang

Regional
Mari Bantu Agustinus, Bayi dengan Kepala Membesar akibat Hidrosefalus

Mari Bantu Agustinus, Bayi dengan Kepala Membesar akibat Hidrosefalus

Regional
Jembatan Senilai Rp 1,2 Miliar yang Dibangun 2019 Ambrol, Ini Penjelasan DPU-PR Boyolali

Jembatan Senilai Rp 1,2 Miliar yang Dibangun 2019 Ambrol, Ini Penjelasan DPU-PR Boyolali

Regional
Pesawat Trigana Air Tergelincir di Bandara Sentani Jayapura, Papua

Pesawat Trigana Air Tergelincir di Bandara Sentani Jayapura, Papua

Regional
Warga Rusia Hilang di Perairan Nusa Penida Bali Saat Spearfishing

Warga Rusia Hilang di Perairan Nusa Penida Bali Saat Spearfishing

Regional
Bobok Bumbung, Cara Warga Desa di Cilacap Menabung untuk Bayar PBB

Bobok Bumbung, Cara Warga Desa di Cilacap Menabung untuk Bayar PBB

Regional
Demam Berdarah di NTT Sebabkan 21 Orang Meninggal

Demam Berdarah di NTT Sebabkan 21 Orang Meninggal

Regional
Terendam Banjir, PLN UID Jabar Putus Sementara Aliran Listrik di 712 Gardu

Terendam Banjir, PLN UID Jabar Putus Sementara Aliran Listrik di 712 Gardu

Regional
Penderita DBD di Sikka Bertambah Jadi 868 Orang, 7 Meninggal Dunia

Penderita DBD di Sikka Bertambah Jadi 868 Orang, 7 Meninggal Dunia

Regional
Fakta Baru Tragedi Susur Sungai Sempor di Sleman, 3 Tersangka Ditahan hingga Tanggapan Sri Sultan

Fakta Baru Tragedi Susur Sungai Sempor di Sleman, 3 Tersangka Ditahan hingga Tanggapan Sri Sultan

Regional
Limbah Minyak Hitam Kembali Cemari Pesisir Pantai Bintan

Limbah Minyak Hitam Kembali Cemari Pesisir Pantai Bintan

Regional
Baru Dibuka 2 Bulan, Jembatan Senilai Rp 1,2 Miliar Ambruk

Baru Dibuka 2 Bulan, Jembatan Senilai Rp 1,2 Miliar Ambruk

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X