Kompas.com - 30/01/2020, 06:30 WIB
Pintu Masuk LPKA Yogyakarta di Wonosari Gunungkidul Selasa (28/1/2020) KOMPAS.COM/MARKUS YUWONOPintu Masuk LPKA Yogyakarta di Wonosari Gunungkidul Selasa (28/1/2020)

 

YOGYAKARTA,KOMPAS.com-Pelaku kejahatan jalanan yang dilakukan remaja atau dikenal klitih, sebagian di antaranya yang menjalani proses hukuman di Lembaga Permasyarakatan Khusus Anak (LPKA) Yogyakarta di Wonosari, Gunungkidul.

Para pelaku klitih mengaku tak memiliki motif dan menyesal sudah melukai korbannya. 

Kepala LPKA Yogyakarta Teguh Suroso mengatakan, saat ini ada 16 anak yang saat ini menjadi warga binaan LPKA.

Dari belasan para penghuni sebagian di antaranya merupakan pelaku klitih.

Baca juga: Menyelisik Awal Mula Munculnya Klitih di Yogyakarta...

Meski akhir-akhir ini banyak pelaku klitih diamankan petugas kepolisian, namun tidak sampai ke ranah pengadilan. Sehingga LPKA masih sedikit dihuni warga binaan.

 Warga binaan yang berjumlah 16 orang ini jauh dari kapasitas 90 orang.

"Penghuni kami tidak melonjak signifikan, karena begini. Kasus anak kalau ancaman hukumannya kurang dari 7 tahun bisa diversi, yaitu menemukan antara Bapas, Polisi, Pelaku dan juga korban. Bisa putusannya nanti dititipkan di balai rehabilitasi remaja di Sleman, bisa dikembalikan ke orangtua, jadi tidak masuk ranah pidana," kata Teguh saat ditemui di kantornya, Selasa (28/1/2020). 

Dijelaskannya, sejak 15 Juli 2019 lalu LPKA memiliki gedung sendiri, setelah dua tahun terakhir LPKA berada di blok khusus Rutan II B Wonosari.

Dari pengamatan Kompas.com, di lokasi, para warga binaan yang sebagian berusia sekolah SMA tinggal satu blok dari tiga paviliun yang ada. 

Mereka tak seperti dipenjara dewasa yang penuh dengan teralis dan pengamanan bersenjata.

Mereka ditempatkan di dalam ruangan mirip asrama dengan kamar tidur bertingkat.

Di luar kamar terdapat kamar mandi cukup luas dengan shower.

Ruang tengah ada lokasi menonton TV dan wartel. Untuk tembok pembatas pun tidak diberikan jeruji atau kawat berduri. 

Untuk fasilitas lainnya, tergolong lengkap, mulai dari tempat beribadah, seperti masjid dan gereja ada.

Selain itu, klinik, hingga dapur memiliki juru masak sendiri.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X