Menjaga Populasi dan Habitat Orangutan di Lansekap Sungai Putri-Taman Nasional Gunung Palung

Kompas.com - 29/01/2020, 16:53 WIB
Sumber mata air yang berasal dari Hutan Desa Manjau. KOMPAS.COM/HENDRA CIPTASumber mata air yang berasal dari Hutan Desa Manjau.

Dia selalu berpesan, kayu hutan jangan ditebang, satwanya jangan diburu.

"Saya setiap ketemu orangutan, selalu biasa saja. Saya tidak merasa terancam, dia pun tidak. Biarkan saja, hutan adalah alam mereka," tuturnya.

Yohanes berucap, dalam beberapa tahun belakangan ini merasa jarang bertemu dengan orangutan.

Menurut dia, hal itu akibat berkurangnya luasan hutan akibat maraknya perkebunan sawit, hutan tanam industi, dan pertambangan di Ketapang.

Orangutan atau satwa-satwa di dalam hutan terusir. Mereka pergi keluar hutan dan masuk ke kebun atau permukiman warga. Itu yang biasa terjadi penangkapan dan lain sebagainya,” tutupnya.

Terhubung ke areal konservasi PT KAL

Hutan Desa Manjau terhubung langsung dengan lahan konservasi atau high conservation value (HCV) atau Hutan Tanjung Sekuting, seluas 657,22 hektar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lahan ini milik PT Kayung Agro Lestari (PT KAL).

Jalur penghubung sebagai koridor satwa dibangun perusahaan seluas 7,59 hektar.

Nardiyono, Manajer Konservasi PT Austindo Nusantara Jaya (ANJ) atau induk perusahaan PT KAL menjelaskan, koridor ini berperan penting sebagai jalur berpindahan satwa endemik seperti orangutan untuk mencari pakan dari hutan desa ke lahan konservasi, atau pun sebaliknya.

"Jika diukur, koridor itu memiliki panjang 1,8 kilometer dan lebar 25 meter," kata Nardi.

Nardi menceritakan ihwal dibangunnya koridor satwa tersebut.

Koridor satwa itu dulunya adalah kawasan perkebunan dan sudah ditanami sawit.

Namun setelah dilakukan berbagai pertimbangan, akhirnya lahan itu dimasukkan ke dalam lahan konservasi milik perusahaan.

Pohon-pohon kelapa sawit yang ditanam dibiarkan begitu saja, tak dirawat, agar menjadi hutan.

Nardi menegaskan, perusahaan perkebunan PT KAL selalu komitmen terhadap konservasi.

Hal itu diwujudkan dengan mengalokasikan lahan seluas 3.844 hektar dari luasan izin 16.200 hektar, sebagai kawasan konservasi.

Selain itu, untuk pengelolaan dan pengawasan lahan tersebut, PT KAL membentuk satuan tugas khusus dengan melibatkan sedikitnya dua staf dan enam karyawan.

Sebagian besar tim konservasi di lapangan dulunya bekerja sebagai penebang kayu.

Kini, mereka berhasil ditarik ke perusahaan dan beralih profesi menjadi pekerja konservasi.

“Jadi, tim konservasi ini sebagian adalah orang-orang yang telah paham hutan ini, karena mereka dulunya bekerja sebagai penebang kayu dan kini menjadi penjaga kawasan,” ucapnya.

Bukan perkara gampang merekrut orang-orang yang terbiasa mendapatkan uang besar dengan cara mudah melalui aktivitas merambah hutan.

Sejak pertama kali tiba di Ketapang tahun 2012 dan ditugaskan membangun areal konservasi PT KAL, Nardi kerap kali masih menjumpai tumpukan kayu-kayu gelondongan hasil ilegal loging.

Perlu lebih dari satu tahun baginya untuk mengubah perspektif masyarakat.

“Saya datangi satu per satu orang-orang itu. Saya ajak bicara, dan beri tawaran untuk bekerja di perusahaan,” ungkapnya.

Awalnya sebagian besar dari mereka menolak, karena masih beranggapan, mencari uang dengan cara merambah hutan jauh lebih mudah dan lebih menghasilkan. Namun Nardi memberi sudut pandang lain, bahwa walaupun hasilnya besar, merambah hutan tidak akan bisa berlangsung terus-menerus. Selain itu, tentunya, akan berhadapan dengan aparat penegak hukum.

“Perlahan-lahan mereka akhirnya sadar dan langsung bergabung sebagai karyawan PT KAL,” ujarnya.

Tim konservasi

Tim konservasi ini bertugas memonitoring dan mengawasi seluruh kawasan konservasi.

Termasuk pula setiap bulan memastikan ketersediaan pakan orangutan.

"Jika pakannya aman, maka mudah melihat orangutan, kita tinggal mendatangi pohon-pohon pakan yang tengah berbuah," ujarnya.

Untuk meminimalisir terjadinya konflik orangutan dengan masyarakat, mereka juga rutin menggelar sosialisasi untuk menambah pengetahuan masyarakat jika bertemu atau berhadapan langsung dengan orangutan.

Satu individu orangutan yang sedang mencari makan di hutan konservasi PT Kayung Agro Lestari.dok PT Kayung Agro Lestari Satu individu orangutan yang sedang mencari makan di hutan konservasi PT Kayung Agro Lestari.
Pada intinya, Nardi menegaskan PT KAL selalu mengedepankan prinsip pengembangan perkebunan bertanggung jawab.

Di samping menanam kelapa sawit, mereka tidak melupakan tanggung jawab sosial dan lingkungan: yakni mengalokasikan 23,7 persen lahan dari total perizinan untuk konservasi.

PT KAL juga terlibat langsung dalam menjaga keutuhan dan keberlanjutan areal tersebut, untuk memastikan keberadaan keanekaragaman hayati di dalamnya tetap terjaga.

Mereka juga telah mengusulkan area konservasi sebagai bagian dari Kawasan Ekosistem Esensial (KEE).

Selain itu, bersama stakeholder setempat, menjadikan hutan konservasi sebagai bagian dari destinasi wisata pendidikan.

“Sebagai bentuk dari tanggung jawab lingkungan dan kepada masyarakat, itu yang kita lakukan,” ujar Nardi.

Nardi menyebut, di seluruh areal izin konsesi, PT KAL memiliki 14 kawasan konservasi, total luasnya mencapai 3.844 hektar dari luasan izin 16.200 hektar.

Baca juga: Kebun Binatang di Jerman Terbakar, Simpanse hingga Orangutan Mati

Dari 14 kawasan itu, dua kawasan konservasi yang paling luas.

Pertama, areal HCV I Hutan Tanjung Sekuting, seluas 657,22 hektar. Hutan ini berhubungan langsung dengan Hutan Desa Manjau.

Di areal konservasi tersebut, ancaman terbesarnya adalah kebekaran hutan dan lahan yang hampir terjadi setiap tahun.

Untuk mengantisipasinya, PT KAL memiliki tim pemadam kebakaran, yang telah dibentuk khusus.

Tim ini, terdiri dari dua orang koordinator dan lebih dari 22 karyawan sebagai petugas lapangan.

“Jika musim hujan, tim ini melakukan perbaikan menara api dan membersihkan embung. Jika musim panas, mereka melakukan monitor dan patroli titik api serta melakukan pemadaman,” ungkap Nardi.

Di seluruh kawasan konsesi, dibangun 12 unit menara api setinggi 17 meter.

Menara ini berfungsi memonitor titik api jika musim kering. Kemudian ada 26 unit embung air. Sebagian besar di antaranya berada di areal rawan kebakaran.

“Areal kebakaran sudah kita petakan. Hal itu untuk mempermudah tim melakukan pencegahan kebakaran dan pemadaman api,” ucapnya.

Menurut Nardi, kebakaran hutan dan lahan menjadi ancaman untuk seluruh area konservasi PT KAL.

Termasuk di areal HCV II seluas 2.330,88 hektar.

Populasi padat

Untuk selalu memantau populasi orangutan di kawasan konservasi, PT KAL bersama IAR Indonesia, melakukan survei populasi rutin setiap dua tahun.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.