Waspada Gelombang Tinggi, Nelayan Kapal Kecil di Pantura Memilih Tak Melaut

Kompas.com - 29/01/2020, 13:40 WIB
Sejumlah kapal berukuran kecil ditambatkan di dermaga Pelabuhan Jongor Kota Tegal, Rabu (29/1/2020) KOMPAS.com/Tresno SetiadiSejumlah kapal berukuran kecil ditambatkan di dermaga Pelabuhan Jongor Kota Tegal, Rabu (29/1/2020)

TEGAL, KOMPAS.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang setinggi 1,5 meter hingga 2,5 meter di perairan utara laut Jawa Tengah.

Prakirawan BKMG Stasiun Meteorologi Tegal, Hendy Andriyanto mengatakan, masyarakat yang beraktivitas di sekitar pantai utara (Pantura), termasuk mulai dari Brebes hingga Pekalongan, diimbau waspada meski tak perlu panik.

"Gelombang perairan utara Jawa tengah berkisar antara 1, 25 hingga 2, 5 meter masih akan terjadi beberapa hari ke depan. Masyarakat yang akan berwisata ke daerah pantai agar tetap waspada. Menjauhi garis pantai serta menghindari aktivitas wisata di tengah laut," kata Hendy, saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu (29/1/2020).

Baca juga: BMKG: Waspada Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi, Ini Daftar Wilayahnya

Hendy juga meminta agar para nelayan lebih mengutamakan keselamatan.

Jika dirasa memang membahayakan jiwa, diimbau untuk sementara waktu tidak pergi melaut.

Salah satu yang jadi pembelajaran adalah peristiwa kapal nelayan Tegal yang tersapu ombak dan memakan korban jiwa pada awal 2020.

"Diharapkan untuk tidak melaut apabila gelombang laut dirasa dapat membahayakan jiwa dan kapal," ucap Hendy.

Hendy mengungkapkan, ada resiko tinggi terhadap dunia pelayaran.

Selain kapal nelayan, juga kapal tongkang, kapal feri, dan kapal kargo atau kapal-kapal lainnya.

Tidak melaut

Tingginya gelombang membuat beberapa nelayan dengan kapal berukuran sekitar 10 Gross Tonnage (GT) di Kelurahan Muarareja, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, memilih tidak melaut sementara waktu.

Salah satu nelayan, Ahmadi (53) menyatakan, memilih memperbaiki jaring kapal dan tidak melaut sambil menunggu cuaca kembali normal.

Ahmadi mengaku tak mau mengambil risiko seperti rekannya, Surono (45) yang tewas akibat diterjang ombak tinggi pada Kamis, 9 Januari 2020.

Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Perairan Sumbar

"Iya sudah tahu imbauan BMKG. Dari kemarin-kemarin juga gelombang masih tinggi. Untuk keselamatan lebih baik memperbaiki jaring sambil tunggu gelombang normal," kata Ahmadi, ditemui di Pelabuhan Jongor, Kota Tegal.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kota Madiun Lombakan Kedisiplinan Protokol Kesehatan Covid-19, Juara Satu Dapat Satu Ton Beras

Kota Madiun Lombakan Kedisiplinan Protokol Kesehatan Covid-19, Juara Satu Dapat Satu Ton Beras

Regional
Pasar Cihapit Jadi Tongkrongan Anak Muda Gaul di Bandung, Dulunya Kamp Tawanan Jepang

Pasar Cihapit Jadi Tongkrongan Anak Muda Gaul di Bandung, Dulunya Kamp Tawanan Jepang

Regional
Berebut Tanah Yayasan, Ibu dan Anak di Purbalingga Saling Lapor ke Polisi

Berebut Tanah Yayasan, Ibu dan Anak di Purbalingga Saling Lapor ke Polisi

Regional
Bertambah 28, Total 2.822 Kasus Positif Covid-19 di Sulut

Bertambah 28, Total 2.822 Kasus Positif Covid-19 di Sulut

Regional
Didatangai Ketua DPRD, Siswi di Magetan yang Tinggal di Bekas Kandang Ayam Menangis Ingin Tetap Sekolah

Didatangai Ketua DPRD, Siswi di Magetan yang Tinggal di Bekas Kandang Ayam Menangis Ingin Tetap Sekolah

Regional
Ketua Komisi X: Para Siswa Sudah Rindu Suasana Sekolah

Ketua Komisi X: Para Siswa Sudah Rindu Suasana Sekolah

Regional
Polisi Sebut Warga yang Gagalkan Penangkapan Buronan Narkoba oleh BNNK Diduga Masih Ada Hubungan Keluarga

Polisi Sebut Warga yang Gagalkan Penangkapan Buronan Narkoba oleh BNNK Diduga Masih Ada Hubungan Keluarga

Regional
49 Tenaga Medis RSUD Wonogiri Sembuh, 30 Orang Menunggu Hasil Swab

49 Tenaga Medis RSUD Wonogiri Sembuh, 30 Orang Menunggu Hasil Swab

Regional
Kontroversi Jerinx SID di Media Sosial hingga Berujung Laporan Polisi

Kontroversi Jerinx SID di Media Sosial hingga Berujung Laporan Polisi

Regional
3 Hari Pelarian Warga Jombang Positif Covid-19 di Pontianak, Menggelandang ke Hutan karena Ditolak Teman

3 Hari Pelarian Warga Jombang Positif Covid-19 di Pontianak, Menggelandang ke Hutan karena Ditolak Teman

Regional
Polisi Amankan 2 Orang yang Gagalkan Penangkapan Buronan Narkoba oleh BNNK, Petugas Dipukuli dan Mobil Digulingkan

Polisi Amankan 2 Orang yang Gagalkan Penangkapan Buronan Narkoba oleh BNNK, Petugas Dipukuli dan Mobil Digulingkan

Regional
Jalan Kaki Mengelilingi Batas Desa, Tradisi Unik Masyarakat Indramayu

Jalan Kaki Mengelilingi Batas Desa, Tradisi Unik Masyarakat Indramayu

Regional
927 Orang Langgar Protokol Kesehatan di Fasilitas Publik Pemprov Jabar

927 Orang Langgar Protokol Kesehatan di Fasilitas Publik Pemprov Jabar

Regional
Wakil Ketua Komisi IV: Pemerintah Sebaiknya Ikuti Rekomendasi PBNU Hentikan Ekspor Benih Lobster

Wakil Ketua Komisi IV: Pemerintah Sebaiknya Ikuti Rekomendasi PBNU Hentikan Ekspor Benih Lobster

Regional
Satu Keluarga Guru SMPN 11 di Kota Madiun Positif Corona

Satu Keluarga Guru SMPN 11 di Kota Madiun Positif Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X