Putra Kiai di Jombang Diduga Cabuli Santri, Jadi Tersangka dan Mangkir dari Panggilan Polisi

Kompas.com - 29/01/2020, 06:16 WIB
Massa dari keluarga besar pesantren thariqat Shiddiqiyah Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menggelar aksi damai di Mapolres Jombang, Selasa (14/1/2020) KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍMassa dari keluarga besar pesantren thariqat Shiddiqiyah Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menggelar aksi damai di Mapolres Jombang, Selasa (14/1/2020)
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Selasa, 29 Oktober 2019, seorang putra kiai di Jombang berinisial MSA atau SAT dilaporkan oleh NA, salah satu santri perempuan asal Jawa Tengah karena kasus pencabulan.

MSA adalah warga Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang.

Rabu (4/12/2019), Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Ambuka Yudha membenarkan adanya laporan terhadap MSA tersebut.

Ambuka mengatakan pihak polisi telah melakukan penyidikan.

Baca juga: 2 Santri Korban Pencabulan di Aceh Kembali Lanjutkan Pendidikan di Pesantren

"Ada yang melapor dan SPDP (surat pemberitahuan dimulainya penyelidikan). Sekarang masih kami dalami, akan kami lakukan gelar perkara terlebih dulu, materi apa saja yang perlu diperdalam," terang Ambuka dilansir dari TribunJombang.com.

Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) dikeluarkan oleh Polres Jombang pada 12 November 2109 lalu.

Sementara itu, Kapolres Jombang AKBP Boby Paludin Tambunan mengatakan MSA adalah tenaga pendidik dan korban adalah anak didiknya.

Baca juga: Polisi Akan Jemput Putra Kiai Jombang yang Diduga Cabuli Santriwati

Atas dugaan perbuatanya, MSA terancam dijerat dengan pasal berlapis, yakni tentang pemerkosaan dan perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur di lingkungan kerja atau pengawasanya.

"Kami jerat dengan pasal 285 dan 294 KUHP, ancamannya 12 tahun penjara dan 7 tahun," jelas AKBP Boby Paludin Tambunan.

Dilansir dari TribunMadura.com, setelah memeriksa sejumlah saksi, Polres Jombang akhirnya resmi menetapkan putra Kiai ternama di Kabupaten Jombang sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan.

Baca juga: Pengasuh Pondok Pesantren yang Cabuli Santriwati Berusia 16 Tahun Jadi DPO Polisi

Meski telah resmi menjadi tersangka, MSA, putra Kiai ternama di Kabupaten Jombang, tersangka dugaan pencabulan terhadap santri belum juga diperiksa oleh penyidik Polres Jombang.

"Saat ini kami sudah pada tahap penyidikan, ada tujuh saksi kami periksa. Kami masih akan periksa saksi dan mengumpulkan alat bukti untuk memenuhi konstruksi pasal yang disangkakan," jelas Bobby.

Ia mengatakan polisi baru menerima satu laporan dari santri. Namun tidak menutup kemungkinan jumlah korban akan bertambah.

Karena informasi yang beredar jumlah korban lebih dari satu orang.

"Laporan yang kita tangani baru satu, soal kemungkinan korban bertambah, secara fakta hukum belum ada," katanya.

Baca juga: Santri Korban Pencabulan Guru Ngaji Alami Trauma, Polisi Datangkan Psikolog

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kesedihan Ibunda Tak Sempat Angkat Telepon Pratu Dedi Hamdani Sebelum Gugur di Papua

Kesedihan Ibunda Tak Sempat Angkat Telepon Pratu Dedi Hamdani Sebelum Gugur di Papua

Regional
5 Terduga Teroris Berencana Melakukan Aksi di Aceh

5 Terduga Teroris Berencana Melakukan Aksi di Aceh

Regional
Densus 88 Tangkap 5 Terduga Teroris di Aceh

Densus 88 Tangkap 5 Terduga Teroris di Aceh

Regional
Sambungan Telepon Itu Membuat Hari Muhdin Jadi Kelabu

Sambungan Telepon Itu Membuat Hari Muhdin Jadi Kelabu

Regional
KPU Tetapkan Wali Kota Terpilih Makassar Hasil Pilkada 2020

KPU Tetapkan Wali Kota Terpilih Makassar Hasil Pilkada 2020

Regional
Soal Siswi Non-Muslim di SMKN 2 Wajib Pakai Jilbab, Ini Tanggapan Mantan Wali Kota Padang

Soal Siswi Non-Muslim di SMKN 2 Wajib Pakai Jilbab, Ini Tanggapan Mantan Wali Kota Padang

Regional
Mengaku Iseng, Seorang Pria Tega Cekoki Bayi 4 Bulan dengan Miras

Mengaku Iseng, Seorang Pria Tega Cekoki Bayi 4 Bulan dengan Miras

Regional
Dua Bulan Lagi Cuti Menikah, Pratu Dedi Gugur Tertembak Saat Kejar KKB ke Hutan

Dua Bulan Lagi Cuti Menikah, Pratu Dedi Gugur Tertembak Saat Kejar KKB ke Hutan

Regional
Video Viral Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras Pamannya, Pelaku Ditangkap dan Terancam 10 Tahun Penjara

Video Viral Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras Pamannya, Pelaku Ditangkap dan Terancam 10 Tahun Penjara

Regional
Lapangan Migas Tua di Mahakam Didorong Terus Berproduksi

Lapangan Migas Tua di Mahakam Didorong Terus Berproduksi

Regional
Pratu Dedi Hamdani Gugur di Papua, Sang Ayah Ungkap Kenangan Terakhir

Pratu Dedi Hamdani Gugur di Papua, Sang Ayah Ungkap Kenangan Terakhir

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 23 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 23 Januari 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 23 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 23 Januari 2021

Regional
Prajurit TNI yang Gugur di Papua Berencana Cuti untuk Menikah

Prajurit TNI yang Gugur di Papua Berencana Cuti untuk Menikah

Regional
Kenang Pratu Dedi, Sang Ayah: Kehabisan Bensin Saat Antar Tes dan Pernah Tak Lolos

Kenang Pratu Dedi, Sang Ayah: Kehabisan Bensin Saat Antar Tes dan Pernah Tak Lolos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X