Cerita Pilu WNI yang Terjebak di Wuhan, 3 Jam Sekali Telepon hingga Stok Masker Menipis

Kompas.com - 29/01/2020, 06:05 WIB
Capture video Rio Alfi dan anaknya sedang berjalan di trotoar di Kota Wuhan, China, yang dilanda wabah virus corona, Senin (27/1/2020). Rio salah satu mahasiswa S2 di China University of Geosciences asal Riau. Dok. IstimewaCapture video Rio Alfi dan anaknya sedang berjalan di trotoar di Kota Wuhan, China, yang dilanda wabah virus corona, Senin (27/1/2020). Rio salah satu mahasiswa S2 di China University of Geosciences asal Riau.

KOMPAS.com - Ratusan warga negara Indonesia (WNI) masih terjebak di beberapa titik di wilayah China setelah mewabahnya virus corona.

Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto bahkan menyebut kurang lebih ada 243 WNI yang masih terkurung di Provinsi Hubei, Wuhan, pasca-wabah virus corona. 

Dari penelusuran Kompas.com, sejumlah WNI tersebut sempat mengabarkan kondisi mereka kepada keluarga di kampung halaman melalui telepon. 

Berikut ini cerita para WNI tersebut:

1. Makanan langka sejak dua hari terakhir

Ahmad Syaifuddin Zuhri (35), suami Hilyatu Millati Rusdiyah (33), mahasiswi yang selesaikan disertasi di Wuhan saat ditemui di kediamannya Desa Malangan, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jateng, Selasa (28/1/2020).KOMPAS.com/LABIB ZAMANI Ahmad Syaifuddin Zuhri (35), suami Hilyatu Millati Rusdiyah (33), mahasiswi yang selesaikan disertasi di Wuhan saat ditemui di kediamannya Desa Malangan, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jateng, Selasa (28/1/2020).

Ahmad Syaifuddin Zuhri (35) terus menjalin komunikasi dengan istrinya, Hilyatu Millati Rusdiyah (33), yang terjebak di Kota Wuhan.

Menurut Ahmad, istrinya sedang menyelesaikan studi program doktor di Chongqing University, Kota Chongqing.

"Setiap hari kita komunikasi terus lewat telepon. Alhamdulillah, kondisi istri di sana sehat, aman karena setiap hari dia di dalam apartemen," kata Zuhri saat ditemui Kompas.com di rumahnya Desa Malangan, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Selasa (28/1/2020).

Menurut cerita istrinya, Zuhri menjelaskan, stok makanan di kota tersebut sempat langka dalam dua hari terakhir.

"Kemarin dua, tiga hari itu (makanan) sedikit langka karena kan libur. Pas ditutup, terus libur Imlek. Jadi, mencari makanan di sana sedikit susah dan harganya cukup mahal," terangnya.

Baca juga: Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tiga Pasien Positif Corona di RSUD Zainoel Abidin Aceh Sembuh

Tiga Pasien Positif Corona di RSUD Zainoel Abidin Aceh Sembuh

Regional
Kisah Pilu di Balik Longsor Tanah Datar, Anak Tewas Saat Gendong Ibunya yang Lumpuh

Kisah Pilu di Balik Longsor Tanah Datar, Anak Tewas Saat Gendong Ibunya yang Lumpuh

Regional
Isolasi Diri di Hutan Sepulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Tidur di Tenda dan Jaring Ikan di Sungai

Isolasi Diri di Hutan Sepulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Tidur di Tenda dan Jaring Ikan di Sungai

Regional
Kader PDIP Kota Semarang Serahkan Gajinya untuk Bantu Penanganan Covid-19

Kader PDIP Kota Semarang Serahkan Gajinya untuk Bantu Penanganan Covid-19

Regional
Bertemu Dokter Forensik, Warga Akhirnya Mau Terima Pemakaman Pasien Corona

Bertemu Dokter Forensik, Warga Akhirnya Mau Terima Pemakaman Pasien Corona

Regional
Pandemi Corona, Terminal Tirtonadi Solo Data Pemudik dari Jabotabek

Pandemi Corona, Terminal Tirtonadi Solo Data Pemudik dari Jabotabek

Regional
Tiga Bocah SD di Makassar Sumbang Uang Celengan untuk Beli APD Tenaga Medis

Tiga Bocah SD di Makassar Sumbang Uang Celengan untuk Beli APD Tenaga Medis

Regional
Bayi 4 Bulan yang Positif Covid-19 di Kulonprogo Dinyatakan Sembuh

Bayi 4 Bulan yang Positif Covid-19 di Kulonprogo Dinyatakan Sembuh

Regional
Kronologi Sopir Ambulans Curi Masker Stok Puskesmas dan Dijual Rp 5 Juta Per Dus

Kronologi Sopir Ambulans Curi Masker Stok Puskesmas dan Dijual Rp 5 Juta Per Dus

Regional
Driver Ojol 59 Tahun Tertipu Antarkan Purwokerto-Solo, Penumpang Hanya Tinggalkan Sandal

Driver Ojol 59 Tahun Tertipu Antarkan Purwokerto-Solo, Penumpang Hanya Tinggalkan Sandal

Regional
Hasil Rapid Test, Seorang Dokter di Batang Terindikasi Positif Corona

Hasil Rapid Test, Seorang Dokter di Batang Terindikasi Positif Corona

Regional
Sinkhole Muncul di Gunungkidul, Seorang Petani Terperosok dalam Lubang

Sinkhole Muncul di Gunungkidul, Seorang Petani Terperosok dalam Lubang

Regional
Satu PDP Corona dari Magetan Meninggal di RSUD Soedono Madiun

Satu PDP Corona dari Magetan Meninggal di RSUD Soedono Madiun

Regional
Pulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Besar Pilih Isolasi Diri di Hutan

Pulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Besar Pilih Isolasi Diri di Hutan

Regional
Ditipu Bayaran Rp 700 Ribu, Driver Ojol Antar Penumpang Purwokerto-Solo Sejauh 230 Km

Ditipu Bayaran Rp 700 Ribu, Driver Ojol Antar Penumpang Purwokerto-Solo Sejauh 230 Km

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X