Kompas.com - 29/01/2020, 05:59 WIB
Ilustrasi KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHOIlustrasi


KEDIRI, KOMPAS.com - Seorang pengasuh sebuah pesantren di Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, diduga mencabuli santriwatinya yang masih duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar.

Perkara itu mencuat menyusul laporan yang dibuat pihak korban pada 22 Januari lalu.

Atas laporan itu, petugas menangkap MN (38), pengasuh pesantren, dan menetapkannya sebagai tersangka.

"Itu (awalnya) laporan terus ditindaklanjuti dengan pemeriksaan saksi-saksi dan penangkapan tersangka kemarin," ujar Kepala sub Bagian Humas Polres Kediri Iptu Purnomo, saat dihubungi, Selasa (28/1/2020) malam.

Baca juga: 2 Santri Korban Pencabulan di Aceh Kembali Lanjutkan Pendidikan di Pesantren

Pemeriksaan polisi terhadap korban NA (12), santriwati itu, mengungkap bahwa pencabulan itu sudah sering dilakukan bahkan semenjak NA masuk pesantren saat kelas 3 SD.

"Dia (korban) baru mondok 3 tahun," ujar Purnomo, menambahkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Peristiwa terakhir terjadi pada 16 Januari lalu saat korban pulang dari sekolah lalu diminta tersangka MN masuk ke dalam kamar rumah yang ditinggali MN.

Selama ini, korban diduga takut karena setiap selesai melakukan aksinya, tersangka MN mengancam kepada korban agar tidak menceritakan hal itu kepada siapapun.

Namun, kasus itu akhirnya terungkap setelah korban berani curhat kepada orang dekatnya, lalu diikuti dengan pelaporan kepada polisi.

"Dia (korban) cerita ke orang yang biasa diajak curhat," lanjut Purnomo.

Baca juga: Santri yang Hanyut di Bogor Akhirnya Ditemukan di Sungai Cisadane Kota Tangerang

Tersangka MN saat ini masih dalam penahanan petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Penyidik menjeratnya dengan pasal berlapis yakni Pasal 81, Pasal 82, Pasal 76 e, Pasal 76 e Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Selain menangkap tersangka MN, polisi juga mengamankan beberapa potong pakaian milik korban sebagai barang bukti.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.