Ini Pengakuan Ayah yang Pukuli Anak Kandung Usia 3 Tahun hingga Tewas

Kompas.com - 28/01/2020, 18:34 WIB
Vance Lopies, warga Desa Silale, Kecamatan Nusaniwe, Ambon ditangkap polisi lantaran rega membunuh anak kandungnya sendiri, Selasa (28/1/2029) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYVance Lopies, warga Desa Silale, Kecamatan Nusaniwe, Ambon ditangkap polisi lantaran rega membunuh anak kandungnya sendiri, Selasa (28/1/2029)

AMBON,KOMPAS.com- Vance Lopies, warga Desa Silale, Kecamatan Nusaniwe, Ambon, tersangka pembunuh anak kandungnya sendiri, mengaku menyesal telah menganiaya putranya yang masih berusia 3 tahun hingga tewas, Selasa (28/1/2020).

“Beta menyesal telah melakukan itu,” kata Vance kepada wartawan di kantor Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Selasa.

Vance yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan kini telah ditahan itu mengakui bahwa saat menganiaya putranya itu dia sedang dipengaruhi minuman keras.

Baca juga: Kesal, Ayah Pukuli Wajah Anak Kandung Usia 3 Tahun hingga Tewas

 

Dia juga mengaku tega menghabisi nyawa anaknya karena kesal dengan sikap korban.

“Beta sedang mabuk saat itu. Iya saat itu beta juga kesal, tapi beta sangat menyesal,” kata Vance.

Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol Leo Surya Nugraha Simatupang mengakui bahwa dari keterangan tersangka, perbuatan itu dilakukan saat tersangka dalam keadaan mabuk.

“Perbuatan tersangka tersebut juga dipicu penggunaan minuman keras jadi kondisi tersangka saat itu dalam keadaan mabuk,” katanya.

Menurut Leo, akibat perbuatan tersebut, tersangka terancam dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 80 ayat 4 Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan juga Pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara.

“Tapi karena pelaku orangtuanya ditambah sepertiga hukuman itu pemberatannya dan kami tambahkan juga pasal 338 KUHP,” terangnya.

Baca juga: Tersulut Emosi, Seorang Ayah Bunuh Anak Kandungnya secara Sadis

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tersangka menganiaya anak kandungnya sendiri GL di kamar mandi rumahnya pada Senin (27/1/2020) malam hingga korban mengalami koma dan meninggal dunia setelah sempat dirawat di Rumah Sakit dr Haulussy Ambon.

Tersangka tega menghabisi anak kandungnya itu lantaran kesal anaknya itu selalu menangis saat dimandikan.

Setelah menganiaya korban, tersangka langsung kabur. Polisi yang menerima laporan kejadian itu kemudian menangkap tersnagka di kawasan Amahusu pada Selasa dini hari. 

 

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Paket Diduga Sabu Ditemukan di Lapas Kelas II A Ambon

Dua Paket Diduga Sabu Ditemukan di Lapas Kelas II A Ambon

Regional
Laju Pertumbuhan Kubah Lava Gunung Merapi 8.500 Meter Kubik Per Hari

Laju Pertumbuhan Kubah Lava Gunung Merapi 8.500 Meter Kubik Per Hari

Regional
Sepekan Terakhir, Gunung Merapi Keluarkan 128 Kali Guguran Lava Pijar

Sepekan Terakhir, Gunung Merapi Keluarkan 128 Kali Guguran Lava Pijar

Regional
Diperkosa Kenalan Facebook, Seorang Siswi SMP Ditinggalkan Dalam Kebun

Diperkosa Kenalan Facebook, Seorang Siswi SMP Ditinggalkan Dalam Kebun

Regional
Melanggar Jam Malam, Kafe dan Rumah Makan di Kota Malang Dikenai Sanksi

Melanggar Jam Malam, Kafe dan Rumah Makan di Kota Malang Dikenai Sanksi

Regional
Viral di Medsos, Fenomena Awan Arcus Terlihat di Langit Bandara YIA Kulon Progo

Viral di Medsos, Fenomena Awan Arcus Terlihat di Langit Bandara YIA Kulon Progo

Regional
Hari Ke-7 Pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Keluarga Pilot Afwan: Kami Ikhlas

Hari Ke-7 Pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Keluarga Pilot Afwan: Kami Ikhlas

Regional
Gubernur Sulsel Siapkan Rumah Sakit untuk Rawat Korban Gempa Sulbar

Gubernur Sulsel Siapkan Rumah Sakit untuk Rawat Korban Gempa Sulbar

Regional
Tenaga Kesehatan di Daerah 3T di Maluku Dibolehkan Gunakan Dana Kesehatan untuk Urusan Vaksinasi

Tenaga Kesehatan di Daerah 3T di Maluku Dibolehkan Gunakan Dana Kesehatan untuk Urusan Vaksinasi

Regional
Seorang Mahasiswi Diperkosa lalu Ditinggal di Arena MTQ Tengah Malam

Seorang Mahasiswi Diperkosa lalu Ditinggal di Arena MTQ Tengah Malam

Regional
Gerebek 2 Pabrik Miras di Banyumas, Polisi Amankan 365 Liter Tuak

Gerebek 2 Pabrik Miras di Banyumas, Polisi Amankan 365 Liter Tuak

Regional
Wali Kota Palembang usai Disuntik Vaksin Covid-19: Saya Jadi Lebih Sehat

Wali Kota Palembang usai Disuntik Vaksin Covid-19: Saya Jadi Lebih Sehat

Regional
Terlibat Penipuan Rp 100 Juta dan Jadi Buronan, Wanita Ini Ditangkap

Terlibat Penipuan Rp 100 Juta dan Jadi Buronan, Wanita Ini Ditangkap

Regional
Mengenang Masa Kecil Bagian I: Nangis Pingin Dibeliin Sepeda dan Domba

Mengenang Masa Kecil Bagian I: Nangis Pingin Dibeliin Sepeda dan Domba

Regional
60.000 Warga Terima BST Rp 300.000 Selama PPKM di Badung

60.000 Warga Terima BST Rp 300.000 Selama PPKM di Badung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X