Beredar Informasi WN China di Purwokerto Terinfeksi Virus Corona, RSUD Margono: Tak Terbukti

Kompas.com - 28/01/2020, 15:37 WIB
Konferensi pers terkait pasien yang diduga terinfeksi virus corona di RSUD Margono Soekarjo Purwoketo, Jawa Tengah, Selasa (28/1/2020). KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINKonferensi pers terkait pasien yang diduga terinfeksi virus corona di RSUD Margono Soekarjo Purwoketo, Jawa Tengah, Selasa (28/1/2020).

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Sejak Senin (27/1/2020), warga Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, digegerkan dengan kabar guru asal China di Purwokerto yang terinfeksi virus corona.

Pesan teks yang banyak beredar melalui Whatsapp grup dan media sosial itu menyebut, WN China yang menjadi guru di salah satu sekolah swasta di Purwokerto itu dirawat di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto.

Wakil Direktur Pelayanan dan Kerjasama RSUD Margono Soekarjo dr Moh Tarqib Alatas mengatakan, pada Senin, pihaknya memang menerima dua pasien rujukan yang merupakan WN China.

Baca juga: WN China di Cilacap yang Diduga Terinfeksi Virus Corona Masih Diisolasi

Pasien pertama yang tidak disebutkan identitasnya itu merupakan rujukan dari Puskesmas Purwokerto Selatan.

"Pasien langsung dikelola dan ditangani sesuai prosedur RSUD Margono Soekarjo. Kami berkesimpulan bahwa pasien tersebut tidak terbukti secara klinis dan pemeriksaan penunjang terinfeksi virus corona," jelas Tarqib saat konferensi pers, Selasa (28/1/2020).

Pasien itu kini telah dipindahkan dari ruang isolasi ke bangsal biasa.

Dalam waktu dekat ini pasien akan dipulangkan karena kondisinya telah membaik.

Sedangkan pasien kedua yang dirujuk ialah WN China yang tinggal di Cilacap.

Pasien berinisial LS (29) tersebut merupakan rujukan dari Dinas Kesehatan dan KKP Cilacap.

LS masih diobservasi di ruang isolasi.

Baca juga: Cegah Virus Corona, Anggota Komisi I DPR Minta Pemerintah Cabut Bebas Visa bagi China

Berdasarkan hasil pemeriksaan klinis dan penunjang, sampai saat ini belum menunjukkan ke arah infeksi virus corona.

Pihaknya masih mengawasi perkembangan pasien tersebut.

Sampel telah dikirim ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk memastikan LS terinfeksi virus corona atau tidak.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X