Paus 15 Meter yang Terdampar di Rote Ndao Dikubur Pakai Alat Berat

Kompas.com - 27/01/2020, 22:15 WIB
Anggota Polres Rote Ndao, saat meninjau Seekor paus terdampar di Hutan Magrove Pantai Tasilo, Desa Tasilo, Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (24/1/2020) Dokumen Polres Rote NdaoAnggota Polres Rote Ndao, saat meninjau Seekor paus terdampar di Hutan Magrove Pantai Tasilo, Desa Tasilo, Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (24/1/2020)

KUPANG, KOMPAS.com - Bangkai paus sperma yang terdampar di hutan mangrove Desa Tasilo, Kecmatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur ( NTT), akhirnya dikuburkan.

"Bangkai paus telah dikubur kemarin sore sekitar pukul 16.15 WITA," ujar Kepala Balai Konservasi Kawasan Perairan Nasional (BKKPN) Kupang Ikram Sangaji kepada Kompas.com, Senin (27/1/2020).

Penguburan bangkai paus itu dihadiri sejumlah pihak dari Dinas Penanggulangan Bencana Rote Ndao, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kelautan, Dinas Kesehatan, Polisi dan TNI.

Penguburan bangkai paus itu dilakukan di dekat pantai Desa Tasilo.


"Proses penguburannya pun dilakukan menggunakan alat berat dari Dinas PU Kabupaten Rote Ndao," ujar Ikram.

Baca juga: Paus yang Terdampar di Pulau Rote Jenis Paus Sperma

Sebelumnya diberitakan, seekor paus terdampar di hutan magrove Pantai Tasilo, Desa Tasilo, Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao, NTT.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Rote Ndao Aipda Anam Nurcahyo mengatakan, paus itu ditemukan pertama kali oleh dua orang warga setempat saat hendak mencari ikan.

Setelah menemukan paus itu, dua nelayan itu kemudian melapor ke aparat desa setempat dan kepada polisi.

Dua anggota polisi bersama aparat desa kemudian turun ke lokasi dan menemukan paus tersebut dalam kondisi sudah mati.

Menurut Anam, paus itu memiliki ukuran panjang 15 Meter.

Baca juga: 7 Peristiwa Paus Terdampar, Dikuburkan dengan Upacara Adat hingga Terjebak di PLTU

Anam menyebut, Pemerintah Desa Tasilo dan masyarakat telah bersepakat untuk mengevakuasi paus menjauh dari wilayah mereka.

Namun, hal itu tidak bisa dilakukan.

"Bobotnya besar, sehingga warga kesulitan untuk mengevakuasi," kata Anam.

Menurut Anam, hingga kini belum diketahui penyebab matinya hewan mamalia tersebut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siswi SMA Diperkosa Usai Dicekoki Miras, Dua Siswi Lain Malah Merekam

Siswi SMA Diperkosa Usai Dicekoki Miras, Dua Siswi Lain Malah Merekam

Regional
Sejumlah Warga Jember Kunjungi Lapas, Minta Tahanan Korupsi Dilindungi

Sejumlah Warga Jember Kunjungi Lapas, Minta Tahanan Korupsi Dilindungi

Regional
Kontraksi Hendak Melahirkan, Peserta CPNS Ini Tetap Mengikuti Tes

Kontraksi Hendak Melahirkan, Peserta CPNS Ini Tetap Mengikuti Tes

Regional
Peserta Balapan Liar Melawan Saat Ditertibkan, Satu Polisi Luka Kepalanya

Peserta Balapan Liar Melawan Saat Ditertibkan, Satu Polisi Luka Kepalanya

Regional
Kronologi Pria di Tegal Bunuh Tetangga Gara-gara Mendiang Ayahnya Dihina

Kronologi Pria di Tegal Bunuh Tetangga Gara-gara Mendiang Ayahnya Dihina

Regional
Pascabanjir, Belasan Ular Piton Muncul di Kolong Rumah Warga, Baru 2 yang Tertangkap

Pascabanjir, Belasan Ular Piton Muncul di Kolong Rumah Warga, Baru 2 yang Tertangkap

Regional
Polisi Tangkap Geng Bocah di Semarang yang Bacok Orang Tanpa Alasan

Polisi Tangkap Geng Bocah di Semarang yang Bacok Orang Tanpa Alasan

Regional
Ratusan 'Guiding Block' di Pedestrian Jalan Suroto Yogyakarta Hilang

Ratusan "Guiding Block" di Pedestrian Jalan Suroto Yogyakarta Hilang

Regional
Ibu Rumah Tangga Kendalikan Prostitusi Online, Korbannya 2 Perempuan di Bawah Umur

Ibu Rumah Tangga Kendalikan Prostitusi Online, Korbannya 2 Perempuan di Bawah Umur

Regional
Intensitas Hujan Tinggi, Sejumlah Wilayah di Bandung Terendam Banjir

Intensitas Hujan Tinggi, Sejumlah Wilayah di Bandung Terendam Banjir

Regional
Lima Warga Bone Digigit Anjing Gila, 3 di Antaranya Anak-anak

Lima Warga Bone Digigit Anjing Gila, 3 di Antaranya Anak-anak

Regional
Panitia Angket DPRD Jember Temukan Kejanggalan Bantuan untuk Warga

Panitia Angket DPRD Jember Temukan Kejanggalan Bantuan untuk Warga

Regional
Arumi Bachsin Betah Tinggal 3 Tahun di Trenggalek, Ini Alasannya

Arumi Bachsin Betah Tinggal 3 Tahun di Trenggalek, Ini Alasannya

Regional
Kuli Bangunan Bohongi 5 Perempuan, Mengaku TNI di Aplikasi Cari Jodoh

Kuli Bangunan Bohongi 5 Perempuan, Mengaku TNI di Aplikasi Cari Jodoh

Regional
Satu Bus Menuju Bandara, Ayu Winda Baru Tahu Humaidi Tak Ikut Dievakuasi Saat di Pesawat

Satu Bus Menuju Bandara, Ayu Winda Baru Tahu Humaidi Tak Ikut Dievakuasi Saat di Pesawat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X