4 Hari Terjebak di Asrama Pasca-wabah Corona, Mahasiswi Ini Beberkan Kondisinya ke Ibu

Kompas.com - 27/01/2020, 17:46 WIB
Riri Firman, Senin (27/1/2020) memperlihatkan foto saat berkomunikasi dengan anaknya, Ayu Febriana yang saat ini terjebak di asrama Mahasiswa, di Provinsi Jiangsu, Tiongkok. KOMPAS.com/ANDI MUHAMMAD HASWARRiri Firman, Senin (27/1/2020) memperlihatkan foto saat berkomunikasi dengan anaknya, Ayu Febriana yang saat ini terjebak di asrama Mahasiswa, di Provinsi Jiangsu, Tiongkok.

KOMPAS.com - Sejumlah orangtua mahasiswa di Kalimantan Selatan mengaku khawatir dengan kondisi anak-anak mereka yang terjebak di dalam asrama mahasiswa di kampus Jiangsu Institute of Commerce (JIC), di Provinsi Jiangsu, China.

Salah satunya adalah Riri Firman, ibu dari Ayu Febriana (19), warga Banjarmasin Selatan, Kalimantan Selatan.

"Kalau bahan makanan masih ada, katanya masih ada satu supermarket yang buka, tapi kalau nanti tutup juga, saya enggak tau lagi bagaimana nasib mereka di sana," jelas Riri, Senin (27/1/2020).

Menurut Riri, putri dan tiga mahasiswa lainnya sudah terjebak di asrama tersebut selama 4 hari.

Baca juga: Terjebak di Asrama Kampus di Nanjing China, Mahasiswa Asal Kalsel Butuh Masker dan Vitamin

Dari keterangan Ayu, Riri menjelaskan, stok masker dan antiseptik di asrama juga sudah mulai menipis.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Setiap saat dia hubungi saya, terakhir kata dia, masker untuk mahasiswa Indonesia di Nanjing sudah menipis. Selain masker, mereka juga di sana butuh antiseptik dan vitamin," ujarnya.

Seperti diketahui, Ayu tercatat sebagai mahasiswa di JIC, Nanjing, ibu kota Provinsi Jiangsu selama 3 tahun.

Ayu berangkat ke China pada tahun 2016 lalu setelah mendapat beasiswa dari pemerintah.

Riri pun mengaku sedih, karena sebetulnya Ayu sudah bisa kembali ke Indonesia setelah menamatkan program kuliah D3-nya.

Namun, karena ingin melanjutkan program S1, Ayu harus lebih lama tinggal di China.

"Sebenarnya dia sudah bisa pulang ke Indonesia tahun lalu, tapi karena ingin lanjut S1, dia terpaksa tinggal dan mengikuti program magang. Bulan Mei tahun ini dia sudah wisuda di sana," kata Riri sedih.

(Penulis: Kontributor Banjarmasin, Andi Muhammad Haswar | Editor: Khairina)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X