Tanggap Darurat Banjir Bandang Lebak Akan Berakhir, Pembangunan Huntara Dikebut

Kompas.com - 27/01/2020, 12:28 WIB
Relawan dan korban banjir bandang bahu membahu membangun hunian sementara (huntara) di Desa Bungur Mekar, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Sabtu (25/1/2020). KOMPAS.COM/ACEP NAZMUDINRelawan dan korban banjir bandang bahu membahu membangun hunian sementara (huntara) di Desa Bungur Mekar, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Sabtu (25/1/2020).

LEBAK, KOMPAS.com - Relawan dan pengungsi banjir bandang di Desa Bungur Mekar, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, bahu membahu membangun hunian sementara ( huntara) menjelang berakhirnya masa tanggap darurat bencana 28 Januari 2020 mendatang.

Di desa tersebut hingga saat ini masih terdapat 200 jiwa yang masih bertahan di pengungsian tenda darurat sejak 1 Januari 2020 lalu.

"Kami berinisiatif membangun hunian sementara ini, tak lain karena alasan kemanusiaan. Bantuan berupa makanan, logistik dan lainnya memang sudah cukup. Tapi belum ada yang memikirkan dimana para pengungsi ini akan tinggal sementara", kata Krisnawati, pemimpin kelompok relawan yang membangun huntara di Desa Bungur Mekar, Sajira, Sabtu (25/1/2020).

Baca juga: BNPB Sebut Titik Terdampak Banjir di Bogor dan Lebak Sudah Dapat Bantuan Logistik

Krisnawati mengatakan, pembangunan huntara sudah dikerjakan sejak 15 Januari lalu. Pengerjaan melibatkan para pengungsi dan masyarakat setempat mulai dari penyediaan lahan, pengadaan material, hingga proses pembangunan.

Total terdapat 20 huntara yang sudah dibangun. Huntara tersebut sudah bisa ditempati oleh warga mulai 25 Januari kemarin.

Selain huntara, di lokasi tersebut juga dibangun fasilitas pendukung lain, seperti MCK lengkap dengan sumur bor untuk pasokan air bersih, mushola dan sarana bermain anak.

Kehadiran huntara ini disambut gembira oleh para pengungsi. Salah satu pengungsi, Iwan, mengatakan, sudah jenuh tinggal di tenda darurat hampir satu bulan, anaknya juga kerap sakit-sakitan lantaran udara dingin saat malam hari, apalagi tengah musim hujan.

Baca juga: BNPB Tunggu Usulan Dana Renovasi Rumah dari Bupati Lebak dan Bogor

"Kondisi di tenda darurat sangat tidak nyaman, saya pribadi bisa tidur dimana saja, tapi anak dan istri tidak bisa, mereka butuh tempat nyaman, satu bulan cukup di tenda darurat," kata Iwan.

Rumah Iwan yang berada di bantaran sungai Ciberang, hanyut saat banjir bandang menerjang. Dia mengatakan tidak ada barang yang bisa diselamatkan, untuk pakaian dan kebutuhan sehari-hari, dia dan keluarganya mengandalkan dari bantuan.

Pengungsi lain, Samudi, mengatakan, tinggal di Huntara, membuat dirinya tenang meninggalkan keluarganya untuk mencari pekerjaan. Setelah bencana, kata dia, Samudi menjadi pengangguran, lantaran lahan pertaniannya juga hancur diterjang banjir bandang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Corona, Kendaraan Lewat Jembatan Suramadu Disemprot Disinfektan

Cegah Corona, Kendaraan Lewat Jembatan Suramadu Disemprot Disinfektan

Regional
UPDATE: 1 Warga Jombang Positif Covid-19, Awalnya Berstatus PDP dan Dinyatakan Sehat

UPDATE: 1 Warga Jombang Positif Covid-19, Awalnya Berstatus PDP dan Dinyatakan Sehat

Regional
Juru Parkir RS Sebarkan Video Hoaks Pasien Corona Ditangkap di Palembang

Juru Parkir RS Sebarkan Video Hoaks Pasien Corona Ditangkap di Palembang

Regional
Cegah Corona, Akses Keluar Masuk Kota Kendari Bakal Diperketat

Cegah Corona, Akses Keluar Masuk Kota Kendari Bakal Diperketat

Regional
Diduga Depresi, Turis Asing Berjalan Telanjang Bulat di Bali

Diduga Depresi, Turis Asing Berjalan Telanjang Bulat di Bali

Regional
Seorang Polisi di Medan Diduga Tewas Tertembak Rekannya, Ada Luka di Kepala

Seorang Polisi di Medan Diduga Tewas Tertembak Rekannya, Ada Luka di Kepala

Regional
Kala Warga Berikan Semangat untuk Pasien Positif Virus Corona yang Dijemput dari Rumahnya

Kala Warga Berikan Semangat untuk Pasien Positif Virus Corona yang Dijemput dari Rumahnya

Regional
Cegah Corona, Warga Sikka yang Keluar Malam Didenda Rp 1 Juta

Cegah Corona, Warga Sikka yang Keluar Malam Didenda Rp 1 Juta

Regional
Menantu Cabuli Ibu Mertua, Simpan Banyak Foto Perempuan Lansia di Ponsel

Menantu Cabuli Ibu Mertua, Simpan Banyak Foto Perempuan Lansia di Ponsel

Regional
Cegah Covid-19, Objek Wisata Malino Ditutup untuk Umum

Cegah Covid-19, Objek Wisata Malino Ditutup untuk Umum

Regional
Pemkot Bandung Akan Bagikan 22.000 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Corona

Pemkot Bandung Akan Bagikan 22.000 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Corona

Regional
Dua Pemudik dari Jakarta Demam Tinggi Setiba di Salatiga, Diminta Karantina Diri

Dua Pemudik dari Jakarta Demam Tinggi Setiba di Salatiga, Diminta Karantina Diri

Regional
Kisah Pilu Jenazah Positif Corona di Tasikmalaya: Ditolak Warga, 24 Jam Tertahan di Ambulans

Kisah Pilu Jenazah Positif Corona di Tasikmalaya: Ditolak Warga, 24 Jam Tertahan di Ambulans

Regional
UPDATE: Pasien Positif 02 di Lampung Meninggal

UPDATE: Pasien Positif 02 di Lampung Meninggal

Regional
Satu Pasien PDP Corona Asal Bangladesh Meninggal di Babel

Satu Pasien PDP Corona Asal Bangladesh Meninggal di Babel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X