Habitat Terusik Tambang dan Pembalakan Liar, Orangutan Masuk Kebun Warga di Kalbar

Kompas.com - 27/01/2020, 07:43 WIB
Satu individu orangutan yang terusir dari habitatnya dan ditemukan masuk ke kebun warga di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. dok IAR IndonesiaSatu individu orangutan yang terusir dari habitatnya dan ditemukan masuk ke kebun warga di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

KETAPANG, KOMPAS.com - Tim Yayasan International Animal Rescue (IAR) Indonesia dan Wildlife Rescue Unit (WRU) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat menyelamatkan satu orangutan jantan dewasa, Jumat (24/1/2020).

Orangutan ini ditemukan berada di kawasan pertambangan dan pembalakan liar di Desa Sungai pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Direktur IAR Indonesia, Karmele L Sanchez menerangkan, orangutan ini pertama kali dilaporkan keberadannya oleh seorang warga pada pertengahan Januari, karena memasuki kebun.

Baca juga: Hutan Terbakar, Ibu dan Anak Orangutan Bertahan Hidup Tanpa Makanan Cukup

Tim Orangutan Protection Unit (OPU) IAR Indonesia menindaklanjuti laporan ini dengan melakukan verifikasi dan melakukan mitigasi dengan menggiring orangutan ini masuk kembali ke hutan.

"Tetapi karena hutan yang ada sudah rusak dan terbuka akibat pertambangan emas illegal dan illegal loging, orangutan yang diberi nama Inap ini kembali masuk ke kebun warga untuk mencari makan," kata Karmele dalam keterangan tertulis, Senin (27/1/2020).

Tim gabungan akhirnya memutuskan untuk mengevakuasi orangutan yang diperkirakan berusia lebih dari 20 tahun ini.

Inap dibawa ke IAR Indonesia untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut sebelum dipindahkan ke hutan yang lebih baik dan aman untuk kehidupannya.

"Karena orangutan ini adalah orangutan liar, tim menggunakan obat bius untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," ungkap Karmele.

Dia menyebutkan, sebelum berhasil diselamatkan, warga sempat menjerat orangutan ini dengan tali sehingga menimbulkan luka lecet di tangan orangutan ini.

“Kami meminta dan sangat berharap kepada masyarakat untuk selalu melaporkan penemuan orangutan. Mencoba menangkap orangutan sendiri tanpa prosedur yang tepat bisa membahayakan manusia dan orangutan ini sendiri,” jelas Karmele.

Redanya kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Ketapang rupanya tidak menyurutkan ancaman terhadap kelangsungan hidup orangutan.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pukuli dan Masukkan Pelajar SMK ke Bagasi Mobil, 4 Pria Ngaku Polisi Ternyata Salah Sasaran

Pukuli dan Masukkan Pelajar SMK ke Bagasi Mobil, 4 Pria Ngaku Polisi Ternyata Salah Sasaran

Regional
Kronologi 4 Pria Ngaku Polisi Pukuli dan Seret Pelajar SMK dari Kelas, Kemudian Dimasukkan ke Bagasi Mobil

Kronologi 4 Pria Ngaku Polisi Pukuli dan Seret Pelajar SMK dari Kelas, Kemudian Dimasukkan ke Bagasi Mobil

Regional
Pemkot Semarang: Dengan Jaga Kerukunan, Warga Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Pemkot Semarang: Dengan Jaga Kerukunan, Warga Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Regional
Dua Mantan Pejabat Tinggi Tambelan Dukung Robby Maju di Pilkada Bintan

Dua Mantan Pejabat Tinggi Tambelan Dukung Robby Maju di Pilkada Bintan

Regional
Pelajar SMK di Gowa Diseret dari Kelas oleh 4 Pria Ngaku Polisi, Dipukuli dan Dimasukkan ke Bagasi Mobil

Pelajar SMK di Gowa Diseret dari Kelas oleh 4 Pria Ngaku Polisi, Dipukuli dan Dimasukkan ke Bagasi Mobil

Regional
Kisah Pria Gangguan Jiwa di Manggarai Timur, Lima Tahun Tinggal di Tebing Gua Penuh Sampah

Kisah Pria Gangguan Jiwa di Manggarai Timur, Lima Tahun Tinggal di Tebing Gua Penuh Sampah

Regional
Kesaksian Kodir Saat Selamatkan Belasan Siswa Korban Susur Sungai Sempor

Kesaksian Kodir Saat Selamatkan Belasan Siswa Korban Susur Sungai Sempor

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pembina Pramuka Susur Sungai Diperingatkan Warga | Cemburu, Nenek 62 Tahun Tusuk Suami

[POPULER NUSANTARA] Pembina Pramuka Susur Sungai Diperingatkan Warga | Cemburu, Nenek 62 Tahun Tusuk Suami

Regional
Setelah Bunuh dan Curi Emas Milik Ibu Kos, Pria Ini Pelesir ke Bali dan Bayar Kos Pacar

Setelah Bunuh dan Curi Emas Milik Ibu Kos, Pria Ini Pelesir ke Bali dan Bayar Kos Pacar

Regional
4 Fakta Penemuan Jenazah di Bondowoso, Mayat Tanpa Kepala hingga Polisi Kerahkan Anjing Pelacak

4 Fakta Penemuan Jenazah di Bondowoso, Mayat Tanpa Kepala hingga Polisi Kerahkan Anjing Pelacak

Regional
Cerita Putra Amrozi Pelaku Bom Bali I, Sempat Dikucilkan, Tak Ingin Anak Alami Hal Sama

Cerita Putra Amrozi Pelaku Bom Bali I, Sempat Dikucilkan, Tak Ingin Anak Alami Hal Sama

Regional
BNN Amankan 3 Juta Pil PCC dari Pabrik Narkoba di Lahan Pemkot Bandung

BNN Amankan 3 Juta Pil PCC dari Pabrik Narkoba di Lahan Pemkot Bandung

Regional
KPK Soroti Pengelolaan Aset di Kepri Usai Rapat Evaluasi di Batam

KPK Soroti Pengelolaan Aset di Kepri Usai Rapat Evaluasi di Batam

Regional
IAIN Surakarta Akan Berubah Nama Jadi UIN Raden Mas Said

IAIN Surakarta Akan Berubah Nama Jadi UIN Raden Mas Said

Regional
Kronologi Penemuan KM Beringin Jaya, Delapan Hari Terombang-ambing dan Ditarik Kapal Nelayan

Kronologi Penemuan KM Beringin Jaya, Delapan Hari Terombang-ambing dan Ditarik Kapal Nelayan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X