Ricuh Warga Mandala Medan karena Konflik Sosial, Bukan Agama

Kompas.com - 25/01/2020, 19:52 WIB
Aksi saling lempar batu terjadi antara warga Jalan Rajawali 1 dan Belibis, Perumnas Mandala, Kota Medan, Jumat (24/1/2020) malam HandoutAksi saling lempar batu terjadi antara warga Jalan Rajawali 1 dan Belibis, Perumnas Mandala, Kota Medan, Jumat (24/1/2020) malam

MEDAN, KOMPAS.com - Kapolrestabes Medan Kombes Johnny Eddizon Isir mengatakan, aksi saling lempar batu antara warga Jalan Rajawali 1 dan Belibis, di Perumnas Mandala, Kota Medan, karena konflik sosial bukan persoalan agama.

Saat ini, situasi di lokasi sudah aman dan kondusif meski petugas gabungan masih berjaga.

Johnny menyampaikan, dari keterangan warga, bentrok terjadi bermula dari warga Jalan Rajawali yang membuka warung tuak di pinggiran rel.

Warga Belibis keberatan dan merasa terganggu dengan warung ini.

Mereka menuding warung itu meresahkan, sebab buka sampai larut malam.

Baca juga: Ricuh Warga di Perumnas Mandala, Massa Saling Lempar Batu hingga Polisi Letuskan Tembakan

 

Upaya mediasi untuk membongkar sendiri warung sudah disampaikan, tapi tidak diindahkan.

Pemerintah Kota Medan akhirnya menindaklanjuti laporan warga dengan menurunkan petugas Satpol PP untuk menggusur warung.

"Jadi ini residu, mungkin sama pihak yang ditertibkan. Mereka menganggap ada warga yang melaporkan supaya warung ditertibkan. Terjadilah keributan berujung saling lempar batu," kata Johnny lewat sambungan telepon, Sabtu (25/1/2020). 

Aksi lempar batu tidak menyasar masjid, kebetulan di sekitar Jalan Belibis ada masjid.

Sehingga saat adu lempar terjadi, batu-batu yang beterbangan mengenai kaca jendela masjid.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Deteksi Gejala Awal Terinfeksi Corona, RSUD di Semarang Sediakan Link Online

Deteksi Gejala Awal Terinfeksi Corona, RSUD di Semarang Sediakan Link Online

Regional
Warga Salatiga Dikabarkan Positif Corona, Wali Kota Masih Tunggu Hasil dari Kemenkes

Warga Salatiga Dikabarkan Positif Corona, Wali Kota Masih Tunggu Hasil dari Kemenkes

Regional
Rumah Sakit Rujukan Penuh, Bantul Siap Bangun RS Darurat

Rumah Sakit Rujukan Penuh, Bantul Siap Bangun RS Darurat

Regional
Wabah Corona, 90 PPK di Kabupaten Bima Dirumahkan, Pelantikan PPS Ditunda

Wabah Corona, 90 PPK di Kabupaten Bima Dirumahkan, Pelantikan PPS Ditunda

Regional
Bupati Bogor Batasi Warga yang Datang ke Puncak

Bupati Bogor Batasi Warga yang Datang ke Puncak

Regional
Dalam Lima Hari Tercatat 70 Ribu Orang Lebih Mudik ke DIY

Dalam Lima Hari Tercatat 70 Ribu Orang Lebih Mudik ke DIY

Regional
Pemkab Kulon Progo DIY Siapkan Rp 21 M Hadapi Covid-19

Pemkab Kulon Progo DIY Siapkan Rp 21 M Hadapi Covid-19

Regional
Pasien Positif Corona di Sumsel Bertambah Jadi 3 Orang

Pasien Positif Corona di Sumsel Bertambah Jadi 3 Orang

Regional
Gubernur Surati Kemenhub Minta Akses ke Bali Lewat Pelabuhan Dibatasi

Gubernur Surati Kemenhub Minta Akses ke Bali Lewat Pelabuhan Dibatasi

Regional
Dampak Corona, Jumlah Perjalanan Kereta Api yang Dibatalkan dari Semarang Bertambah

Dampak Corona, Jumlah Perjalanan Kereta Api yang Dibatalkan dari Semarang Bertambah

Regional
Ayah Tiri Tega Aniaya Anaknya Berusia 3 Tahun hingga Tewas, Ini Fakta Lengkapnya

Ayah Tiri Tega Aniaya Anaknya Berusia 3 Tahun hingga Tewas, Ini Fakta Lengkapnya

Regional
KKB Pimpinan Joni Botak Pelaku Penembakan 3 Karyawan Freeport di Mimika

KKB Pimpinan Joni Botak Pelaku Penembakan 3 Karyawan Freeport di Mimika

Regional
Selasa, Pemkot Surabaya Gelar Rapid Test Serentak di 63 Puskesmas

Selasa, Pemkot Surabaya Gelar Rapid Test Serentak di 63 Puskesmas

Regional
Cara Warga Biasa Lawan Corona, Saling Menguatkan hingga Bagi-bagi Vitamin C untuk Satpam dan ART

Cara Warga Biasa Lawan Corona, Saling Menguatkan hingga Bagi-bagi Vitamin C untuk Satpam dan ART

Regional
Ratusan Rumah ODP Covid-19 di Kutai Kertanegara Ditempel Stiker

Ratusan Rumah ODP Covid-19 di Kutai Kertanegara Ditempel Stiker

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X