Jadi Venue Piala Dunia U-20, Pemkot Surakarta Butuh Rp 80 Miliar

Kompas.com - 25/01/2020, 08:23 WIB
Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo. KOMPAS.com/LABIB ZAMANIWali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo.

SOLO, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta masih menghitung anggaran yang dibutuhkan untuk renovasi lima lapangan pendukung Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang.

Hal tersebut karena lapangan pendukung yang dijadikan sebagai tempat latihan para pemain Piala Dunia U-20 harus berstandar internasional.

"Untuk venue pendukung ini mesti mengeluarkan anggaran cukup banyak. Saya minta Kadispora untuk melakukan penghitungan. Karena harus sesuai standar internasional," kata Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo di Solo, Jawa Tengah, Jumat (24/1/2020).

Rudy menyebut lima lapangan pendukung itu antara lain, Lapangan Kotabarat, Lapangan Sriwedari, Lapangan Banyuanyar, Lapangan Karangasem dan Lapangan Sriwaru.

Guna memenuhi standar internasional, kata dia kelima lapangan pendukung tersebut ukurannya harus dilebarkan.

Baca juga: Stadion Manahan Solo Siap Jadi Venue Piala Dunia U-20, tapi...

 

Butuh anggaran Rp 80 miliar

Selain itu, harus ada ruang ganti dan toilet berstandar internasional.

"Penghitungan kasar kemarin sudah kita sampaikan ke PSSI maupun pemerintah pusat untuk dibantu dalam pembangunan venue itu," terang Rudy.

Rudy menyebut dari hitungan kasar dibutuhkan anggaran sekitar Rp 80 miliar untuk renovasi lima lapangan pendukung Piala Dunia U-20.

"Kita akan menghitung dulu kemampuan keuangan kita untuk penambahan venue itu. Nanti akan kita hitung di APBD Perubahan," terang Rudy.

Rudy berharap anggaran renovasi lapangan pendukung tidak semuanya dibebankan ke Pemkot Surakarta. Tetapi, juga didukung anggaran dari PSSI maupun pemerintah pusat.

Sebab, renovasi kelima lapangan pendukung Piala Dunia U-20 tersebut tidak boleh dilakukan secara asal dan sembarangan.

Baca juga: Sah, FIFA Tunjuk 6 Stadion untuk Piala Dunia U-20 2021, Mana Saja?

Lima lapangan pendukung

Kadispora Kota Surakarta, Joni Heri Sumantri mengatakan, kelima lapangan pendukung yang disiapkan itu paling mendekati standar FIFA adalah Lapangan Sriwedari.

Kemudian dari sisi infrastruktur adalah Lapangan Kotabarat.

"Tetapi untuk ukuran belum sesuai standar. Jadi, Lapangan Kotabarat kita lebarkan dan panjangkan ukurannya," ungkap Joni.

Joni menyampaikan rumput di lima lapangan pendukung akan disesuaikan dengan yang ada di Stadion Manahan.

Begitu pula dengan sarana dan prasarana lainnya harus disesuaikan standar FIFA.

"Kalau kemarin yang ditekankan itu lapangan, rumput, ruang ganti, dan toilet. Artinya, untuk pendukung aktivitas pemainnya," terang Joni.

Baca juga: Stadion GBT Surabaya Disebut Jadi Pilihan Utama Venue Piala Dunia U-20



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X