Pembebasan Lahan Bandara Kediri, Pemerintah Akan Gunakan Skema Konsinyasi

Kompas.com - 25/01/2020, 07:44 WIB
Suasana pertemuan pembebasan lahan pembangunan bandara Kediri di aula SKB Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Jumat (24/1/2020). KOMPAS.com/M.AGUS FAUZUL HAKIMSuasana pertemuan pembebasan lahan pembangunan bandara Kediri di aula SKB Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Jumat (24/1/2020).


KEDIRI, KOMPAS.com- Meski peletakan batu pertama sudah ditetapkan April nanti, pembebasan lahan pembangunan Bandar Udara Gudang Garam di Kediri, Jawa Timur masih belum sepenuhnya kelar.

Pemerintah akan menggunakan skema konsinyasi atau ganti rugi melalui mekanisme pengadilan jika pembebasan lahan melebihi target waktu yang ditentukan.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menyebut pembebasan lahan hingga saat ini masih di kisaran 99 persen dari sekitar 376,56 hektar lahan bandara.

"Kurang 1 persen pembebasan lahan itu selesai dilaksanakan," ujar Bagja Sirait, perwakilan Kemenko Bidang Kemaritiman dalam paparannya di hadapan warga terdampak pembangunan bandara di Kediri, Jumat (24/1/2020).

Baca juga: Groundbreaking Bandara Kediri 16 April 2020

Warga terdampak tersebut merupakan sekelompok warga yang hingga saat ini belum melepaskan tanahnya untuk pembebasan lahan karena masalah ketidakcocokan harga.

Sirait menambahkan, pengadaan lahan itu dilaksanakan oleh PT Surya Dhaha Indah (SDhI) mulai 2017 hingga 31 Agustus 2019, dengan capaian 90,97 persen.

Hasil hitungan appraisal pemerintah, masih dalam paparannya, harga tertinggi pembebasan lahan ditentukan Rp 750.000 per meter persegi untuk pekarangan yang ada rumahnya dan Rp 500.000 per meter persegi untuk tanah tegal dan sawah.

Karena pembebasan lahan belum selesai, maka mulai 1 Februari 2020 nanti, kata Sirait, pemerintah akan melakukan penyelesaian pembebasan lahan dengan skema konsinyasi.

"Februari kita akan melakukan secara tegas konsinyasi, konsinyasi, dan konsinyasi," kata Sirait.

Baca juga: Bandara Kediri Didanai 100 Persen Gudang Garam, Pemerintah?

Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri Dede Sujana meminta masyarakat yang belum melepaskan tanahnya untuk memahami kondisi yang ada.

Dia berharap warga segera melepas tanahnya tanpa harus menunggu adanya konsinyasi.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bocah 7 Tahun Jadi Korban ke Delapan DBD di Sikka

Bocah 7 Tahun Jadi Korban ke Delapan DBD di Sikka

Regional
Warga Jepang yang Positif Virus Corona Pernah Menginap di Denpasar

Warga Jepang yang Positif Virus Corona Pernah Menginap di Denpasar

Regional
Gara-gara Uang Parkir, Seorang Juru Parkir di Tempat Hiburan Tewas Ditusuk Pengunjung

Gara-gara Uang Parkir, Seorang Juru Parkir di Tempat Hiburan Tewas Ditusuk Pengunjung

Regional
2 Pasien yang Sempat Diisolasi di RSHS Bandung Belum Lewati Masa Inkubasi

2 Pasien yang Sempat Diisolasi di RSHS Bandung Belum Lewati Masa Inkubasi

Regional
Menahan Tangis, Pembina Pramuka Minta Maaf, Akui Lalai hingga 10 Siswa Tewas Saat Susur Sungai

Menahan Tangis, Pembina Pramuka Minta Maaf, Akui Lalai hingga 10 Siswa Tewas Saat Susur Sungai

Regional
Marak Kecurangan Dana Desa di Maluku, Polisi Diminta Lebih Mengawasi

Marak Kecurangan Dana Desa di Maluku, Polisi Diminta Lebih Mengawasi

Regional
Kepsek Cabuli Siswinya, Korban Mengaku Diancam dengan Foto Bugil

Kepsek Cabuli Siswinya, Korban Mengaku Diancam dengan Foto Bugil

Regional
Trigana Air Tergelincir, 17 Penerbangan di Bandara Sentani Tertunda

Trigana Air Tergelincir, 17 Penerbangan di Bandara Sentani Tertunda

Regional
77 Siswa di NTT Dihukum Makan Kotoran Manusia

77 Siswa di NTT Dihukum Makan Kotoran Manusia

Regional
30 Desa di Karawang Terendam Banjir, 9.514 Warga Mengungsi

30 Desa di Karawang Terendam Banjir, 9.514 Warga Mengungsi

Regional
Satu Pembina Pramuka Bersertifikat Tinggalkan 249 Siswa Saat Susur Sungai, Ini Alasannya

Satu Pembina Pramuka Bersertifikat Tinggalkan 249 Siswa Saat Susur Sungai, Ini Alasannya

Regional
3 Tersangka yang Miliki Ide Susur Sungai Sempor yang Tewaskan 10 Siswa Malah Tak Ikut Kegiatan

3 Tersangka yang Miliki Ide Susur Sungai Sempor yang Tewaskan 10 Siswa Malah Tak Ikut Kegiatan

Regional
Tempat Karaoke Paradiso di Cilacap Terbakar, Kerugian Capai Rp 1,2 M

Tempat Karaoke Paradiso di Cilacap Terbakar, Kerugian Capai Rp 1,2 M

Regional
3 Pembina yang Miliki Sertifikasi MKD Pramuka Tak Ikut Susur Sungai Sempor yang Tewaskan 10 Siswa

3 Pembina yang Miliki Sertifikasi MKD Pramuka Tak Ikut Susur Sungai Sempor yang Tewaskan 10 Siswa

Regional
Tak Mampu Ikuti Pelajaran, 3 Siswa SMAN 1 Sragen Mengundurkan Diri

Tak Mampu Ikuti Pelajaran, 3 Siswa SMAN 1 Sragen Mengundurkan Diri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X