Pemerintah Butuh 65.000 Tenaga Kerja untuk Proyek Pembangkit Listrik 35.000 MW

Kompas.com - 25/01/2020, 07:25 WIB
Asesor di Pusat Pengembangan SDM Kelistrikan Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM mencoba simulator pembangkit listrik Simgenic, di Bandung, Jumat (24/1/2020). KOMPAS.COM/PUTRA PRIMA PERDANAAsesor di Pusat Pengembangan SDM Kelistrikan Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM mencoba simulator pembangkit listrik Simgenic, di Bandung, Jumat (24/1/2020).

BANDUNG, KOMPAS.com- Rencana pemerintah pusat untuk mewujudkan rencana mega proyek pembangkit listrik  35.000 megawatt membutuhkan pula tenaga kerja yang terbilang besar.

Dalam website resmi Kementerian BUMN, www.bumn.go.id, pemerintah telah berkomitmen untuk merealisasikan penyediaan listrik sebesar 35 ribu megawatt (MW) dalam jangka waktu 5 tahun (2014-2019).

Pemerintah bersama PLN dan swasta akan membangun 109 pembangkit; masing-masing terdiri 35 proyek oleh PLN dengan total kapasitas 10.681 MW dan 74 proyek oleh swasta/Independent Power Producer (IPP) dengan total kapasitas 25.904 MW.


Baca juga: 8 Pembangkit Listrik Tenaga Surya Mulai Beroperasi di Kepulauan Sumenep

Dan pada tahun 2015, PLN akan menandatangani kontrak pembangkit sebesar 10 ribu MW sebagai tahap I dari total keseluruhan 35 ribu MW.

Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi 6 sampai 7 persen setahun, penambahan kapasitas listrik di dalam negeri membutuhkan sedikitnya 7.000 megawatt (MW) per tahun.

Artinya, dalam lima tahun penambahan kapasitas sebesar 35.000 MW menjadi suatu keharusan.

Kebutuhan sebesar 35 ribu MW tersebut telah dikukuhkan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

"Kita punya program pembangkit 35 Gigawatt itu kalau sudah selesai kebutuhan SDM-nya akan nambah. Kebutuhan SDM-nya, data awal 65 ribu tenaga kerja," kata Laode Sulaeman CEO Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) Kementerian ESDM saat ditemui di Jalan Pahlawan, Kota Bandung, Jumat (24/1/2020).

Laode menambahkan, jika pembangkit listrik 35.000 megawatt nantinya terealisasi, kebutuhan SDM yang akan terserap tidak bisa sembarangan.

"Orang ini harus disertifikasi dulu semuanya sebelum terjun di bidang ini," ucapnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X