Kompas.com - 24/01/2020, 23:23 WIB
Pedagang cabai Pasar Pagi Kota Tegal, Jawa Tengah mengeluh menurunya omzet penjualan di tengah harga yang meroket, Jumat (24/1/2020) KOMPAS.com/Tresno SetiadiPedagang cabai Pasar Pagi Kota Tegal, Jawa Tengah mengeluh menurunya omzet penjualan di tengah harga yang meroket, Jumat (24/1/2020)

TEGAL, KOMPAS.com - Dalam beberapa hari terakhir, harga komoditas cabai rawit merah, cabai merah, dan bawang merah mengalami kenaikan cukup tinggi di sejumlah pasar tradisional di Kota Tegal, Jawa Tengah.

Cuaca ekstrem menjadi pemicu petani gagal panen.

Alhasil pasokan dari daerah penyuplai seperti Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Pemalang juga minim.

Seperti yang terpantau di Pasar Pagi Kota Tegal, Jawa Tengah, Jumat (24/1/2020).

Di pasar induk Kota Tegal itu, harga cabai rawit merah di kisaran Rp 80.000 per kilogram.

"Dua hari sebelumnya sudah Rp 60.000 per kg. sekarang Rp 80.000 per kg. Ini jelas bukan harga normal," kata salah satu pedagang Pasar Pagi Kota Tegal, Raisah (43), Jumat.

Baca juga: Jelang Imlek, Hargai Cabai di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, harga cabai merah keriting dari Rp 45.000 per kg naik menjadi Rp 60.000 per kg.

Kenaikan paling tinggi terjadi pada cabai merah besar dari semula Rp 15.000 per kg, kini menjadi Rp 50.000 per kg.

Sedangkan cabai hijau dari Rp 50.000 menjadi Rp 65.000 per kg.

Raisah menduga, harga tersebut melonjak karena pasokan minim.

Untuk cabai biasanya didatangkan dari Kabupaten Tegal dan Pemalang.

"Informasinya cuaca ektrem jadi banyak yang gagal panen," ujar Raisah.

Sementara untuk harga bawang, kenaikan terjadi, tapi tidak terlalu signifikan.

Bawang merah yang didatangkan dari Kabupaten Brebes saat ini ia jual di kisaran Rp 25.000 per kg hingga Rp 30.000 per kg, tergantung besar kecil ukuran bawang.

"Kalau bawang kenaikan paling kisaran Rp 2.000 hingga Rp 5.000 per kg. Harga tergantung ukuran," ujar Raisah.

Raisah mengaku kenaikan itu berdampak pada menurunnya omzet penjualan.

Harga mahal daya beli masyarakat juga turun.

Naiknya sejumlah komoditas tersebut membuat pemilik warung nasi menjerit.

Baca juga: Harga Cabai Rawit Merah di Bogor Tembus Rp 90.000 Per Kilo

Salah satunya pemilik warung nasi di Jalan Asem Tiga, Tegal Barat, Fatmawati (29).

Wanita ini mengaku mengurangi pembelian cabainya.

"Sekarang masakan dikurangi cabainya. Untuk yang minta sambal juga sekarang dihargai plus Rp 2.000," kata Fatmawati.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.