Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Polisi Bongkar Bisnis Prostitusi Online di Kalsel, Tangkap 4 Wanita dan 2 Pria di Bawah Umur

Kompas.com - 24/01/2020, 20:49 WIB
Andi Muhammad Haswar,
David Oliver Purba

Tim Redaksi

BANJARBARU, KOMPAS.com - Satuan Sabhara Polres Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) membongkar bisnis prostitusi online yang melibatkan empat wanita dalam sebuah razia.

Ke empat wanita tersebut berinisial RR, ST, DL, dan MY yang masing-masing berusia antara 18 hingga 21 tahun dan merupakan warga Kalimantan Tengah (Kalteng).

Saat di razia di salah satu penginapan di daerah Landasan Ulin, Banjarbaru, Kalsel, pada Kamis (23/1/2020), keempat wanita tersebut juga ditemani oleh dua lelaki yang diketahui masih di bawah umur berinisial CD dan AB.

Kasubnit Unit 2 Sabhara Polres Banjarbaru, Aiptu Isman mengatakan, dari hasil penyelidikan, keempat wanita itu terbukti terlibat dalam bisnis prostitusi online.

Baca juga: Kronologi Terbongkarnya Praktik Prostitusi Online di Apartemen Kalibata

Keempatnya nya terbukti bergantian menunggu pelanggan lelaki hidung belang yang sebelumnya tawar menawar tarif kencan melalui aplikasi media sosial MiChat.

"Ada enam orang yang kita razia, dua di antaranya laki-laki yang masih di bawah umur.  Wanitanya ternyata sementara menunggu pelanggan setelah deal melalui aplikasi MiChat," ujar Isman saat dihubungi, Jumat (24/1/2020).

Menurut Isman, seluruh lelaki hidung belang didapat dari aplikasi MiChat.

Sebelum deal, disepakati dulu tarif kencan dan sewa kamar penginapan.

Tarif sekali kencan berkisar Rp 300.000 hingga Rp 600.000 per jam.

Dalam semalam mereka bisa melayani 2 sampai 4 lelaki hidung belang.

"Dari bukti rekaman MiChat itukan mereka sudah tawar menawar tarif kencan dan juga sewa kamar, tapi biasanya sewa kamar ditanggung wanitanya," jelas Isman.

Sebelum dirazia, keempat wanita itu diduga sudah melayani pelanggan secara bergantian.

Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya alat kontrasepsi yang sudah terpakai di tempat sampah penginapan.

Selain itu, ditemukan juga alat kontrasepsi yang belum terpakai.

Isman menambahkan, di penginapan, keempat wanita tersebut memesan dua kamar.

Satu kamar mereka gunakan untuk berkumpul menunggu pelanggan, sementara satu kamar lainnya digunakan untuk melayani pelanggan

Dua lelaki yang juga turut ditangkap tidak terbukti dalam bisnis prostitusi online.

Keduanya hanya sebatas berteman dengan salah satu wanita tersebut.

Saat penyelidikan, baik CD maupun AB tidak mengetahui jika wanita yang bersama mereka adalah wanita yang berprofesi sebagai pemuas lelaki hidung belang.

Baca juga: Terindikasi Prostitusi Online, 20 Pasangan Muda Mudi Tak Menikah Terjaring Razia di Depok

CD dan AB pun kemudian dilepaskan oleh polisi setelah dijemput oleh orangtua masing-masing di Polres Banjarbaru.

"CD dan AB dari hasil penyelidikan tidak terbukti menikmati hasil dari bisnis prostitusi online teman wanitanya, jadi kita lepaskan setelah kita hubungi orang tuanya," tambahnya.

Keempat wanita tersebut kini masih berada di Mapolres Banjarbaru untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com