606 Babi di Bali Mati Dalam Sebulan, Pemerintah Tunggu Uji Lab

Kompas.com - 24/01/2020, 18:21 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

DENPASAR, KOMPAS.com - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bali mencatat dalam rentang waktu Desember 2019 hingga Januari 2020 terdapat 606 ekor babi yang mati dengan gejala yang sama.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Nata Kesuma mengatakan, kondisi tersebut membuat resah masyarakat.

Sebab, di samping kerugian ekonomi, akan berdampak psikologis dan kepanikan pada peternak lain di sekitarnya.

Baca juga: Anggota DPRD Ngaku Temukan Bangkai Babi di IPAL Kabupaten Semarang

"Ini menimbulkan kerugian para peterak. Mereka menjual ternak babi dengan harga murah," kata Nata, saat dihubungi, Jumat (24/1/2020).

Nata menyebut, kematian 606 babi tersebut menunjukan gejala klinis yang sama. Gejalanya yakni demam tinggi, kulit kemerahan pada daun telinga dan bagian tubuh lainnya, muntah, diare dan diakhiri dengan kematian.

Ia merinci dari 606 kasus kematian, Kabupaten Badung menjadi wilayah yang tertinggi dengan angka mencapai 564. Kemudian disusul Denpasar dengan 14 kematian, Gianyar 17 kematian, dan Tabanan 11 ekor.

Merebaknya kasus kematian ternak babi dalam sebulan terakhir menunjukkan adanya peningkatan patogenitas kuman. Hal ini bisa disebabkan karena lingkungan di sekitar kandang kurang sehat ataupun kemungkinan disebabkan akibat adanya penyebaran kuman, virus, bakteri, dann parasit.

Baca juga: Ditegur Berkali-kali, Peternak di Kabupaten Semarang Masih Buang Bangkai Babi ke Sungai

Kendati demikian, pihaknya masih menunggu hasil laboratorium dari Balai Besar Veteriner (BBVET) Denpasar.

"Jadi untuk melakukan investigasi terhadap kasus kematian itu kami mengambil sample di lokasi itu kemudian dilakukan penyelidikan di laboratorium," kata Nata.

Nata mengatakan, uji lab dilakukan untuk memastikan apakah babi yang mati ini disebabkan oleh Flu Babi Afrika (ASF) atau bukan. Ia menegaskan hingga kini di Bali belum ditemukan kasus ASF.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Meski Gunakan Pesawat Canggih, Speedboat Bawa 10 Pesepak Bola Tak Juga Ditemukan

Meski Gunakan Pesawat Canggih, Speedboat Bawa 10 Pesepak Bola Tak Juga Ditemukan

Regional
Kakek Penjual Sabun Keliling Kena Hipnotis hingga Uangnya Raib, Kapolres Turun Tangan

Kakek Penjual Sabun Keliling Kena Hipnotis hingga Uangnya Raib, Kapolres Turun Tangan

Regional
'Kondisinya Mengerikan, Para Guru Tak Menghiraukan Jaga Jarak'

"Kondisinya Mengerikan, Para Guru Tak Menghiraukan Jaga Jarak"

Regional
Peti Jenazah PDP Covid-19 Terjungkal, Keluarga Amuk Petugas: Angkat Jenazahnya!

Peti Jenazah PDP Covid-19 Terjungkal, Keluarga Amuk Petugas: Angkat Jenazahnya!

Regional
Karyawati SPBU Ditampar Pengendara Motor yang Tak Mau Antre, Korban Lapor Polisi

Karyawati SPBU Ditampar Pengendara Motor yang Tak Mau Antre, Korban Lapor Polisi

Regional
Jadi Kawasan Tertinggi Penyebaran Covid-19, Jalan di Surabaya Ini Ditutup

Jadi Kawasan Tertinggi Penyebaran Covid-19, Jalan di Surabaya Ini Ditutup

Regional
Dinyatakan Bebas, Ferdian Paleka akan Kembali Dipanggil Polisi, Mengapa?

Dinyatakan Bebas, Ferdian Paleka akan Kembali Dipanggil Polisi, Mengapa?

Regional
Cabuli 10 Gadis, Pemuda Kediri Diamankan Polisi, 1 Korban Hamil dan Aborsi

Cabuli 10 Gadis, Pemuda Kediri Diamankan Polisi, 1 Korban Hamil dan Aborsi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Viral Video Karyawati Ditampar Konsumen | Karena Asmara, Pelajar Dikeroyok 3 TNI

[POPULER NUSANTARA] Viral Video Karyawati Ditampar Konsumen | Karena Asmara, Pelajar Dikeroyok 3 TNI

Regional
Ayah, Ibu, dan Anak Meninggal, Satu Kampung Rapid Test, Ini Hasilnya

Ayah, Ibu, dan Anak Meninggal, Satu Kampung Rapid Test, Ini Hasilnya

Regional
Dokter RSUD Kardinah Tegal Positif Corona. Meninggal saat Dirujuk ke RSUP Kariadi Semarang

Dokter RSUD Kardinah Tegal Positif Corona. Meninggal saat Dirujuk ke RSUP Kariadi Semarang

Regional
Kisah DW Kehilangan 3 Anggota Keluarga di Surabaya, Covid-19 Renggut Kakaknya yang Hamil, Ibu dan Ayahnya

Kisah DW Kehilangan 3 Anggota Keluarga di Surabaya, Covid-19 Renggut Kakaknya yang Hamil, Ibu dan Ayahnya

Regional
'Untuk Kota Surabaya Tidak Semudah yang Kita Bayangkan'

"Untuk Kota Surabaya Tidak Semudah yang Kita Bayangkan"

Regional
94 Pasien Positif di Kalbar Sembuh, Kabupaten Landak Catatkan Nol Kasus Corona

94 Pasien Positif di Kalbar Sembuh, Kabupaten Landak Catatkan Nol Kasus Corona

Regional
Diduga Salah Paham, Keluarga Pasien Corona Aniaya Petugas Medis

Diduga Salah Paham, Keluarga Pasien Corona Aniaya Petugas Medis

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X