Tangani Kasus Virus Corona, RSUP Adam Malik Siapkan 11 Ruang Isolasi

Kompas.com - 24/01/2020, 15:49 WIB
Koordinator Tim Penanganan Virus Corona RSUP HAM, dr. Ade Rahmaini M. Ked (paru), Sp.P mengatakan, di rumah sakit ini ada 11 ruangan isolasi untuk dalam penanganan virus Corona. KOMPAS.COM/DEWANTOROKoordinator Tim Penanganan Virus Corona RSUP HAM, dr. Ade Rahmaini M. Ked (paru), Sp.P mengatakan, di rumah sakit ini ada 11 ruangan isolasi untuk dalam penanganan virus Corona.

MEDAN, KOMPAS.com - Sebagai rumah sakit rujukan yang ditunjuk Kementerian Kesehatan, RSUP Adam Malik menyiapkan tim khusus dan 11 ruang isolasi untuk pasien terjangkit virus corona.

Koordinator Tim Penanganan Virus Corona RSUP HAM, Ade Rahmaini M mengatakan, tim tersebut bernama tim Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging (Pinere) yang akan menangani wuhan pneumonia dan juga Kasus Luar Biasa (KLB) lainnya.

"Termasuk paru. (Karena ada dokter) penyakit dalam, spesialis anastesi, THP (telinga hidung tenggorokan) dan lainnya. Ada 20-an yang di SK kan dari Direktur," kata Ade, Jumat (24/1/2020).

Baca juga: Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Dia mengaku, RSUP Adam Malik memiliki kesiapan sumber daya dalam penanganan virus corona.

"Kalau untuk kesiapsiagaan, ini sudah ada dari 2004, tangani flu burung. Jadi siap. Dan alurnya, ketika sudah masuk pasti berjalan lagi," katanya.

Ade menambahkan, pasien terjangkit virus corona memiliki gejala yakni sesak napas, batuk kering, demam dan badan lemas.

"Tapi terutama ada riwayat bepergian ke China, kita lebih aware di situ. Gejalanya bisa ringan dan berat. Ringan pun, kalo ada riwayat bepergian ke China, akan kita evaluasi," katanya.

Baca juga: Tiga Pasien Diduga Terinfeksi Virus Corona Dirawat di Bali, 2 Anak-anak

Menurut dia, seseorang dapat tertular virus corona melalui udara dan air liur.

Untuk itu, pola hidup bersih dengan selalu cuci tangan dan memakai masker dapat memicu terjangkit virus corona.

Ade menambahkan, meskipun sebagai rumah sakit rujukan untuk wilayah Sumatera Bagian Utara, RSUP Adam Malik hanya bersifat merawat dan mendampingi pasien.

"Sampel itu diambil dari tenggorokan, darah tetap diambil," katanya.

Menurutnya, untuk mengetahui hasil pemeriksaan sampel, kata dia, setidaknya dibutuhkan waktu 3 hari bekerjasama dengan Dinas Kesehatan.

"Waktunya cepat. Seperti suspect MERS (Middle East Respiratory Syndrome), 3 hari, tapi sampelnya diperiksa di Jakarta," katanya. 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X