Jumat, Underpass Yogyakarta International Airport Diuji Coba

Kompas.com - 23/01/2020, 22:00 WIB
Underpass NYIA Kementerian PUPRUnderpass NYIA

KULON PROGO, KOMPAS.com - Kementerian PUPR akan menguji coba underpass di Jalan Daendels yang berada di bawah Yogyakarta International Airport (YIA) di Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (24/1/2020) pukul 08.30 WIB. 

Saat uji coba, semua kendaraan boleh melintas. 

"Kami sudah menyelesaikan (underpass) dan siap sejak Desember 2019 lalu. Kemudian Pak Menteri memberi masukan untuk beberapa penambahan, dan kini sudah siap tinggal dibuka," kata Satker Pelaksana Jalan Nasional Wilayah DIY Kementerian PUPR, Sidik Hidayat di ujung telepon, Kamis (23/1/2020). 

Baca juga: Underpass di Kulon Progo Tergenang Jadi Kolam Renang dan Tempat Wisata

Uji coba ini tidak berbatas waktu. Hasil uji coba menjadi bahan evaluasi untuk mengoperasikan penuh jalan atau ditutup.

"Ini trial di mana kita masih perlu mendapat data-data dan studi khusus," kata Sidik.

Underpass YIA memiliki panjang 1,4 km, dibangun dengan biaya Rp 293 miliar.

Underpass terdiri dari area jalan tertutup atau berbentuk terowongan sepanjang 1,095 km, serta area  jalan terbuka di sisi timur dan barat dengan total hampir 300 meter.

Jalan terdiri dari empat jalur, sedangkan terowongan memiliki tinggi 5,2 meter. 

Underpass ini dilengkapi kamera pengawas atau CCTV, lantaran berada di bawah YIA.

Kamera CCTV underpass ini akan terhubung dengan bandara supaya mempermudah koordinasi.

"Semua kendaraan yang boleh lewat, karena sama dengan jalan lain. Cuma kita batasi ketinggiannya. Kalau lebih bisa nggasruk (atap kendaraan kena bangunan atap underpass)," kata Sidik.

Perilaku masyarakat

Operasional proyek infrastruktur jalan raya baru biasanya memang diawali tahap uji coba. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulon Progo Gusdi Hartono mengungkapkan, uji coba biasanya untuk melihat perilaku masyarakat dan pengguna jalan raya.

Ini bertujuan untuk keselamatan pengguna jalan dan masyarakat di jalan.

Perilaku masyarakat yang paling utama.

Misalnya, warga tidak boleh menyeberang di underpass, tidak boleh berhenti dalam underpass, tidak boleh berbelok di simpangan tertentu.

Belum lagi, bagaimana penanganan terhadap tindak kriminal hingga aksi terorisme yang berada di sana. 

Baca juga: Jelang Uji Coba, Begini Persiapan Keamanan Underpass NYIA

Itulah alasa perlu melewati tahap uji coba dan masih melalui tahap evaluasi.

"Harus ada kehati-hatian. Perilaku masyarakat itu yang dikhawatirkan. Karenanya perlu ada penyesuaian," kata Gusdi di lain kesempatan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satu PDP Corona dari Magetan Meninggal di RSUD Soedono Madiun

Satu PDP Corona dari Magetan Meninggal di RSUD Soedono Madiun

Regional
Pulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Besar Pilih Isolasi Diri di Hutan

Pulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Besar Pilih Isolasi Diri di Hutan

Regional
Ditipu Bayaran Rp 700 Ribu, Driver Ojol Antar Penumpang Purwokerto-Solo Sejauh 230 Km

Ditipu Bayaran Rp 700 Ribu, Driver Ojol Antar Penumpang Purwokerto-Solo Sejauh 230 Km

Regional
Hendak Tolong Ayah yang Jatuh ke Septic Tank, Ibu dan Anak Ikut Terperosok, Sekeluarga Tewas

Hendak Tolong Ayah yang Jatuh ke Septic Tank, Ibu dan Anak Ikut Terperosok, Sekeluarga Tewas

Regional
Puluhan Rumah di Agam Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter, 163 Warga Dievakuasi

Puluhan Rumah di Agam Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter, 163 Warga Dievakuasi

Regional
Macan Tutul yang Terjebak di Peternakan Ayam Sukabumi Mati di Taman Safari Indonesia

Macan Tutul yang Terjebak di Peternakan Ayam Sukabumi Mati di Taman Safari Indonesia

Regional
Dokter THT Berstatus PDP Corona di Makassar Meninggal, Diduga Terinfeksi dari Pasien

Dokter THT Berstatus PDP Corona di Makassar Meninggal, Diduga Terinfeksi dari Pasien

Regional
Imbas Corona, Ratusan Pekerja di Tegal Dirumahkan Tanpa Diberi Kompensasi

Imbas Corona, Ratusan Pekerja di Tegal Dirumahkan Tanpa Diberi Kompensasi

Regional
Hilang Saat Longsor di Tanah Datar, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas Berhimpitan

Hilang Saat Longsor di Tanah Datar, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas Berhimpitan

Regional
Cabuli Siswi SD dan Antarkan Pulang, Pelaku Terjatuh Kaget Lihat Ibu Korban Menunggu di Halaman

Cabuli Siswi SD dan Antarkan Pulang, Pelaku Terjatuh Kaget Lihat Ibu Korban Menunggu di Halaman

Regional
Ramai-ramai Pejabat dan Dewan Kota Bengkulu Sumbang Gaji Perangi Covid-19

Ramai-ramai Pejabat dan Dewan Kota Bengkulu Sumbang Gaji Perangi Covid-19

Regional
Stok Masker Puskesmas Dicuri Sopir Ambulans, oleh Pelaku Dijual di Situs Online Seharga Rp 5 Juta

Stok Masker Puskesmas Dicuri Sopir Ambulans, oleh Pelaku Dijual di Situs Online Seharga Rp 5 Juta

Regional
Tak Liburkan Sekolah Saat Wabah Corona, Kini Wali Kota Prabumulih Minta Siswa Belajar di Rumah

Tak Liburkan Sekolah Saat Wabah Corona, Kini Wali Kota Prabumulih Minta Siswa Belajar di Rumah

Regional
Siswi SMP di OKU yang Dibunuh dan Diperkosa Dimakamkan, Kepsek : Murid Pendiam dan Rajin

Siswi SMP di OKU yang Dibunuh dan Diperkosa Dimakamkan, Kepsek : Murid Pendiam dan Rajin

Regional
Warga Bantul Positif Virus Corona Meninggal Dunia

Warga Bantul Positif Virus Corona Meninggal Dunia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X