Polisi Tangkap Tersangka Penipuan Investasi Arisan Online di Gunungsitoli

Kompas.com - 23/01/2020, 20:36 WIB
Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan didampingi Wakapolres Nias Komo Yafao Harefa dan sejumlah perwira, mengatakan bahwa tersangka NIT diduga pelaku penipuan berkedok investasi arisan online di wilayahnya, telah ditangkap di rumah tersangka dan dan dijerat pasal 378 dari KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara. HENDRIK YANTO HALAWAKapolres Nias AKBP Deni Kurniawan didampingi Wakapolres Nias Komo Yafao Harefa dan sejumlah perwira, mengatakan bahwa tersangka NIT diduga pelaku penipuan berkedok investasi arisan online di wilayahnya, telah ditangkap di rumah tersangka dan dan dijerat pasal 378 dari KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.

GUNUNGSITOLI, KOMPAS.com – Kepolisian Resor Nias, Sumatera Utara, menangkap seorang ibu rumah tangga berinisial NIT (29) yang diduga pelaku penipuan berkedok investasi arisan online.

Pelaku ditangkap di rumahnya di Jalan Kelapa, Kelurahan Ilir, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli.

Penangkapan pelaku berdasarkan laporan Petrus Hamonangan Panjaitan.

"Pelaku ditangkap setelah korban yang melapor ke polisi," kata Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan kepada Kompas.com, di Mapolres Nias, Kamis (23/1/2020).

Baca juga: Fakta di Balik Penipuan Berkedok Arisan Online, 61 Orang Jadi Korban hingga Kerugian Capai Rp 11 Miliar

Deni menambahkan, pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut.

Dijelaskan, kasus penipuan ini bermula ketika para korban ditawari bisnis arisan online melalui media sosial Facebook dengan nama "Arisan Tolong Menolong".

Tersangka menjadi pemilik sekalian admin bisnis tersebut.

Dalam menjalankan bisnis arisan online itu, tersangka menawarkan kepada korban untuk ikut arisan duet dengan keuntungan Rp 11 juta dalam waktu 30 hari.

Diimingi bakal mendapat keuntungan besar, korban pun tergiur dan ikut arisan tersebut sebanyak 4 set.

Lalu tersangka membuat grup Facebook Messenger dengan nama NSL 429 “Get 11 jt”.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Jadi Guru Honorer itu Banyak Membatin, Tidak Tahan kalau Bukan Panggilan Jiwa'

"Jadi Guru Honorer itu Banyak Membatin, Tidak Tahan kalau Bukan Panggilan Jiwa"

Regional
Kisah Khamdan, Terpilih Jadi Guru Inovatif meski Mengajar di Pedalaman NTT Tanpa Listrik dan Sinyal

Kisah Khamdan, Terpilih Jadi Guru Inovatif meski Mengajar di Pedalaman NTT Tanpa Listrik dan Sinyal

Regional
Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Regional
Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Regional
Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Regional
5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

Regional
Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Regional
Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Regional
Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Regional
Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Regional
Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Regional
Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Regional
Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Regional
Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X