Kasus Kecelakaan Bus Maut di Subang, Polisi Bakal Panggil Pemilik PO Purnama Sari

Kompas.com - 23/01/2020, 12:09 WIB
Bus pariwisata PO Purnamasari nomor polisi E 7508 W yang mengalami kecelakaan tunggal di jalan turunan Kampung Nagrog Desa Palasari Kecamatan Ciater, Subang, Sabtu (18/1/2020) sekitar pukul 17.35 WIB. Kecelakaan ini menyebabkan 8 orang meninggal, 10 orang luka berat dan 20 orang luka ringan. Dok Humas Polda JabarBus pariwisata PO Purnamasari nomor polisi E 7508 W yang mengalami kecelakaan tunggal di jalan turunan Kampung Nagrog Desa Palasari Kecamatan Ciater, Subang, Sabtu (18/1/2020) sekitar pukul 17.35 WIB. Kecelakaan ini menyebabkan 8 orang meninggal, 10 orang luka berat dan 20 orang luka ringan.

BANDUNG, KOMPAS.com - Polisi akan memanggil pemilik PO Medal Jaya/Po Purnama Sari.

Hal tersebut berkaitan dengan kecelakaan tunggal bus pariwisata PO Purnamasari nomor polisi E 7508 W di Jalan jurusan Bandung - Subang, Kampung Nagrok Desa Palasari, Kecamatan Ciater Kabupaten Subang pada Sabtu, 18 Januari 2020 lalu.

Seperti diketahui, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), bahwa bus maut itu melaju kencang dan tak sempat melakukan pengereman disebabkan fungsi sistem pengereman yang kurang baik, lantaran adanya modifikasi rem bus tersebut.

Atas kesimpulan tersebut, Direktur Lalu Lintas Polda Jabar Kombes Pol Eddy Djunaedi akan memanggil pemilik PO Medal Jaya/Po Purnama Sari.


Baca juga: Terungkap, Modifikasi Rem Penyebab Kecelakaan Bus yang Tewaskan 9 Orang di Subang

"Kami akan memanggil Fadli dari PO Purnamasari, melakukan pencarian kepada mekanik yang memodifikasi atau mengubah fungsi rem bus Mercedes Benz E 7508 W. Lalu menyusun kontruksi pasal yang berkaitan dengan perbuatan tersebut," ucap Eddy di Mapolda Jabar, Kamis (23/1/2020).

Setelah melakukan pemanggilan, barulah polisi akan melakukan gelar perkara untuk meningkatkan kasus itu ke penyidikan.

Sebelumnya diberitakan, bahwa bus pariwisata PO Purnamasari nomor polisi E 7508 W mengalami kecelakaan tunggal di Jalan jurusan Bandung -Subang, Kampung Nagrok Desa Palasari, Kecamatan Ciater Kabupaten Subang pada Sabtu, 18 Januari 2020, sekitar pukul 17.15 WIB.

Baca juga: Korban Tewas Kecelakaan Bus di Subang Bertambah Jadi 9 Orang

Bus wisata yang membawa 61 orang yang terdiri dari 54 orang dewasa, 5 orang anak, termasuk kernet dan sopir bus. Sebelum kecelakaan ini terjadi, bus sempat berwisata ke Tangkuban Parahu.

Kecelakaan terjadi saat bus datang dari Bandung. Di Subang kendaraan itu melaju dalam kondisi jalan menurun, ketika ada tikungan kekiri, kendaraan pun tak terkendali dan terguling ke kanan bahu jalan.

Korban meninggal dan korban luka berat, dan luka ringan dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Ciereng Subang, sebagian lagi ke Puskesmas Ciater dan Jalan Cagak.

Baca juga: Keluarga Sopir Bus Pariwisata Kecelakaan di Subang Minta Maaf ke Penumpang: Bukan Kemauan Anak Saya...

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Serahkan SK Perhutanan Sosial, Jokowi: Kalau Sudah Diberi Segera Manfaatkan

Serahkan SK Perhutanan Sosial, Jokowi: Kalau Sudah Diberi Segera Manfaatkan

Regional
Formasi CPNS untuk Dokter Spesialis Banyak yang Kosong, Ini Penyebabnya

Formasi CPNS untuk Dokter Spesialis Banyak yang Kosong, Ini Penyebabnya

Regional
Detik-Detik Tembok Penahan yang Longsor di Jalan Bandung-Tasikmalaya

Detik-Detik Tembok Penahan yang Longsor di Jalan Bandung-Tasikmalaya

Regional
Ini Daftar Nama Siswa SMPN 1 Turi yang Tewas Saat Susur Sungai di Sleman

Ini Daftar Nama Siswa SMPN 1 Turi yang Tewas Saat Susur Sungai di Sleman

Regional
BKD: Hasil SKD CPNS Pemprov Maluku Diumumkan Bulan Depan

BKD: Hasil SKD CPNS Pemprov Maluku Diumumkan Bulan Depan

Regional
Tulang Manusia Tanpa Kepala dalam Kantong Plastik di Buton Selatan Diduga Warga Vietnam

Tulang Manusia Tanpa Kepala dalam Kantong Plastik di Buton Selatan Diduga Warga Vietnam

Regional
Polda Lampung Selidiki Jual Beli Data Kependudukan Palsu Jelang Pilkada 2020

Polda Lampung Selidiki Jual Beli Data Kependudukan Palsu Jelang Pilkada 2020

Regional
Langgar Perda, Pedagang Tuak di Palembang Divonis Penjara 2 Minggu

Langgar Perda, Pedagang Tuak di Palembang Divonis Penjara 2 Minggu

Regional
Jembatan Darurat Putus, Jalan Utama di Lombok Utara Tak Bisa Dilewati

Jembatan Darurat Putus, Jalan Utama di Lombok Utara Tak Bisa Dilewati

Regional
Kesal Dimarahi, Istri Tusuk Perut Suami hingga Tewas

Kesal Dimarahi, Istri Tusuk Perut Suami hingga Tewas

Regional
Siswa SMPN 1 Turi Hanyut Saat Susur Sungai, Bupati Sleman: Kecerobohan Sekolah

Siswa SMPN 1 Turi Hanyut Saat Susur Sungai, Bupati Sleman: Kecerobohan Sekolah

Regional
6 Siswa SMP Turi Tewas Hanyut di Sungai, BPBD: Anaknya Belum Pulang Segera Lapor

6 Siswa SMP Turi Tewas Hanyut di Sungai, BPBD: Anaknya Belum Pulang Segera Lapor

Regional
Polisi Selidiki Penyebab Tumbangnya Tower Telekomunikasi yang Tewaskan 3 Pekerja di Langkat

Polisi Selidiki Penyebab Tumbangnya Tower Telekomunikasi yang Tewaskan 3 Pekerja di Langkat

Regional
Jalan Penghubung Kendal-Temanggung Longsor, Buka Tutup Jalur Diberlakukan

Jalan Penghubung Kendal-Temanggung Longsor, Buka Tutup Jalur Diberlakukan

Regional
Polisi Masih Kesulitan Ungkap Penyebab Kematian Siswi SMP di Tasikmalaya

Polisi Masih Kesulitan Ungkap Penyebab Kematian Siswi SMP di Tasikmalaya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X