Perjalanan Perpustakaan Jalanan Karawang, dari "Gabut" hingga Terbitkan Buletin Sastra

Kompas.com - 23/01/2020, 11:03 WIB
Warga tengah memilih buku pada lapak baca Perpustakaan Jalanan Karawang di Taman Milenial Karawang, Rabu (22/1/2020). KOMPAS.COM/FARIDAWarga tengah memilih buku pada lapak baca Perpustakaan Jalanan Karawang di Taman Milenial Karawang, Rabu (22/1/2020).

KARAWANG, KOMPAS.com-Susana tak biasa nampak di Taman Milenial Karawang, Rabu (22/1/2020) sore. Belasan orang tengah berkutat dengan buku yang mereka pegang.

Sembari menyeruput kopi dan "nyemil" penganan ringan, mereka tengah membaca buku dari "lapakan" baca Perpustakaan Jalanan Karawang.

Ada juga seorang pemuda yang memainkan alat musik.

Baca juga: Siswa SD Negeri di Jombang Terpaksa Belajar Lesehan di Perpustakaan

"Kami gratiskan kopi dan cemilan bagi yang mampir," kata Fahad Fajri atau yang akrab disapa Jojon, pegiat Perpustakaan Jalanan Karawang ditemui Kompas.com, Rabu (22/1/2020).

Setiap lapak digelar, kata Jojon, muda-mudi hingga anak-anak kerap datang.

Apalagi, para penggiat kerap kali menyuguhi anak-anak dengan mainan hingga kegiatan menggambar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Soal jumlah buku saya tidak hafal pastinya. Namun ada banyak yang kami punya," katanya.

Baca juga: Dorong Literasi Warga, Gramedia Buka Toko Ke-121 di Garut

 

 

Lapak baca setiap Rabu

Warga tengah membaca buku pada lapak baca Perpustakaan Jalanan Karawang di Taman Milenial Karawang, Rabu (22/1/2020).KOMPAS.COM/FARIDA Warga tengah membaca buku pada lapak baca Perpustakaan Jalanan Karawang di Taman Milenial Karawang, Rabu (22/1/2020).
Lapakan baca itu, kata Jojon, digelar tiap Rabu.

Tak hanya membaca, diskusi kecil menyoal sastra, buku, serta berita terkini juga kerap dilangsungkan.

Tak jarang juga Perpustakaan Jalanan Karawang berkolaborasi dengan komunitas lain menyelenggarakan kegiatan literasi.

Baca juga: Harga Cabai di Karawang Naik 2 Kali Lipat Jadi Rp 70.000 Per Kg, Pedagang Resah

"Bedah buku hingga kelas menulis puisi pernah kami selenggarakan. Saat itu bedah buku Dwi Hartati di Daskopi," ujar pemuda berambut gondrong itu.

Tahun lalu, Perpustakaan Jalanan Karawang menerbitkan tiga buletin sastra, yang mereka namakan Buletin Lamun lantaran hadir berkat lamunan para penggiatnya.

"Judulnya Awal, Singgah, dan Bagai," sebutnya.

Baca juga: Penjelasan BMKG Soal Fenomena Langit Oranye di Karawang

 

Berawal dari muda-mudi "gabut"

Warga tengah membaca buku pada lapak baca Perpustakaan Jalanan Karawang di Taman Milenial Karawang, Rabu (22/1/2020).KOMPAS.COM/FARIDA Warga tengah membaca buku pada lapak baca Perpustakaan Jalanan Karawang di Taman Milenial Karawang, Rabu (22/1/2020).
Perpustakaan Jalanan Karawang sendiri didirikan pada 12 September 2016.

Saat itu, sejumlah muda-mudi tengah "gabut" lalu sepakat membentuk Perpustakaan Jalanan Karawang.

"Saat itu kami sedang gabut, tidak ada kegiatan, sepakatlah buat perpustakaan jalanan. Soal untuk kesadaran membaca masyarakat itu nilai tambah," tambahnya.

Baca juga: Bupati Karawang: Banjir di Karangligar Tak Bisa Diatasi Seorang Diri

Awalnya, mereka menggelar lapakan di berbagai tempat secara random, tempat di mana banyak orang berkumpul.

Hanya saja seiring berjalan mereka memilih menggelar lapak di Lapangan Karangpawitan.

"Karena Lapangan Karangpawitan direnovasi, kami pindah ke Taman Milenial ini," katanya.

Baca juga: Cerita Kakek 72 Tahun Ikut Ujian Tulis Balon Kades di Karawang

 

Sempat akan vakum

Pegiat Perpustakaan Jalanan Karawang menunjukkan Buletin Lamun yang mereka terbitkan, Rabu (Rabu/1/2020).KOMPAS.COM/FARIDA Pegiat Perpustakaan Jalanan Karawang menunjukkan Buletin Lamun yang mereka terbitkan, Rabu (Rabu/1/2020).
Perjalanan Perpustakaan Jalanan Karawang sendiri tak sepenuhnya mulus.

Pada 2017 lalu sempat mau vakum.

Pegiat yang awalnya berjumlah 30, seiring berjalannya waktu mulai menyusut.

Baca juga: 9 Rumah Baca Kampayekan Literasi dengan Cara Unik, Dikelola Mantan Mucikari hingga Aggota TNI Polri

"Semangat itu kami kumpulkan kembali dengan penggiat yang masih bertahan," ungkapnya.

Tak hanya soal menyusutnya jumlah penggiat, persoalan lain juga pernah dihadapi. Namun, para pegiat rupanya tak patah semangat.

"Pernah sudah ngelapak lama, tetapi belum ada yang datang baca buku," katanya.

Baca juga: Ganjar: Literasi Digital Rendah, Anda Jadi Mangsa Lezat Ditelan Hoaks

 

Donasi buku dari Gramedia

Warga tengah membaca buku pada lapak baca Perpustakaan Jalanan Karawang di Taman Milenial Karawang, Rabu (22/1/2020).KOMPAS.COM/FARIDA Warga tengah membaca buku pada lapak baca Perpustakaan Jalanan Karawang di Taman Milenial Karawang, Rabu (22/1/2020).
Sementara soal berapa banyak dan buku apa saja koleksi buku Perpustakaan Jalanan Karawang, ia mengaku tak bisa menyebutnya satu per-satu.

"Sila dilihat, koleksi kami cukup banyak," katanya.

Selain patungan dari para penggiat, buku-buku itu merupakan donasi dari masyarakat.

Baca juga: Catat, Kompas Gramedia Buka Hotline soal Info Lalu Lintas Mudik

 

Bahkan saat pertama berdiri, Gramedia mendonasikan dua dus buku.

"Tentu saja kami menerima donasi buku. Yang berkenan sila DM saja ke akun instagram @perpustakaanjalanankarawang," ungkapnya.

Baca juga: Keluarga Mahasiswi UIN Makassar yang Dibunuh Pertanyakan Buku Diari dan Kamera Korban yang Hilang



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Regional
Dapat Kejutan, Ganjar Pranowo Terima Baju Adat dari Masyarakat Tobelo

Dapat Kejutan, Ganjar Pranowo Terima Baju Adat dari Masyarakat Tobelo

Regional
Antusiasme Warga Pulau Parang Sambut Ganjar Pranowo

Antusiasme Warga Pulau Parang Sambut Ganjar Pranowo

Regional
Persiapan Matang, Kontingen Papua Optimistis Bisa Masuk 5 Besar PON XX

Persiapan Matang, Kontingen Papua Optimistis Bisa Masuk 5 Besar PON XX

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.