Kilas Daerah Semarang
KILAS DAERAH

Jaga Sejarah Bangsa, Semarang Usung Haul Bertema Sejarah adalah Roh Nasionalisme

Kompas.com - 23/01/2020, 08:00 WIB
Kota Semarang akan menggelar Haul Habib Hasan bin Thoha bin Muhammad bin Yahya dan Haul Habib Thoha bin Muhammad bin Yahya, Jumat (24/1/2020). DOK. Humas Pemkot SemarangKota Semarang akan menggelar Haul Habib Hasan bin Thoha bin Muhammad bin Yahya dan Haul Habib Thoha bin Muhammad bin Yahya, Jumat (24/1/2020).

KOMPAS.com – Kota Semarang akan menggelar Haul Habib Hasan bin Thoha bin Muhammad bin Yahya dan Haul Habib Thoha bin Muhammad bin Yahya.

Haul bertema Sejarah adalah Roh Nasionalisme akan dilangsungkan pada Jumat (24/1/2020).

Habib Hasan bin Thoha bin Muhammad bin Yahya adalah seorang ulama besar, dan pejuang yang dikenal garang saat bertempur melawan penjajah sehingga mendapat julukan Singo Barong.

Habib Hasan juga sempat mendapat gelar Raden Tumenggung Sumodiningrat, Pati Lebet Kerajaan Mataram, atau kerap disebut Syekh Kramat Jati.

Habib Hasan memiliki hubungan kekerabatan dengan keluarga Keraton Yogyakarta. Ia merupakan menantu Sultan Hamengkubuwono II, dan ipar Hamengkubuwono III.

Baca juga: Maulid Nabi Muhammad dan Toleransi

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi atau yang biasa disapa Hendi mengatakan, tahun ini penyelenggaraan haul akan melibatkan berbagai elemen.

“Harapannya dapat mewakili seluruh masyarakat Kota Semarang dan Jawa Tengah, yang sepakat meningkatkan nasionalisme, semangat persatuan, dan kebangsaan,” kata Hendi, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Sekda Kota Semarang selaku panitia haul Iswar Aminudin mengatakan, menjaga sejarah bangsa merupakan tugas bersama.

“Kita harus melestarikan tradisi warisan para leluhur dengan menanamkan nilai-nilai moral kepahlawanan, menciptakan stabilitas dan keharmonisan bangsa, serta aktif menumbuhkan kecintaan negara dan budaya,” kata Iswar.

Baca juga: Nasionalisme: Arti, Sejarah, dan Tujuan

Rencananya, haul akan dibuka dengan Kirab Kebangsaan Merah Putih yang melibatkan kurang lebih 10.000 orang, Jumat (24/1/2020). 

Kirab akan dilaksanakan pukul 06.00 hingga 10.00 Waktu Indonesia Barat (WIB) dengan rute dari Jalan Depok menuju Jalan MH. Thamrin dan Jalan Pandanaran, dan diakhiri di Lapangan Simpang Lima.

Pada hari yang sama, di Lapangan Simpang Lima juga akan dilaksanakan bakti sosial berupa pengobatatan gratis dan bagi-bagi 5.000 sembako.

Malam harinya pada pukul 18.00 hingga 22.00 WIB, akan dilakukan launching Kuliner Depok, di sepanjang Jalan Depok.

Baca juga: Pemkot Semarang Akan Buka Sentra Kuliner Baru di Jalan Depok

Puncak acara akan diisi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Jalan Tentara Pelajar Gang Duku Kelurahan Lamper Kidul Kecamatan Semarang Selatan, Sabtu (25/1/2020) pukul 19.00.

Baca tentang

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Orangtua Siswa Positif Covid-19, 2 SMP di Toraja Utara Ditutup

Orangtua Siswa Positif Covid-19, 2 SMP di Toraja Utara Ditutup

Regional
Jadi Calon Wali Kota Solo, Kekayaan Gibran Rp 21,1 Miliar

Jadi Calon Wali Kota Solo, Kekayaan Gibran Rp 21,1 Miliar

Regional
Rektor IPB University Dinyatakan Sembuh dari Corona

Rektor IPB University Dinyatakan Sembuh dari Corona

Regional
Biarkan Konser Dangdut Hajatan Wakil Ketua DPRD Tegal, Polisi: Tak Elok Kami Naik Panggung Hentikan Paksa

Biarkan Konser Dangdut Hajatan Wakil Ketua DPRD Tegal, Polisi: Tak Elok Kami Naik Panggung Hentikan Paksa

Regional
Terjadi Lagi, Seorang Dokter di Riau Meninggal Dunia akibat Covid-19

Terjadi Lagi, Seorang Dokter di Riau Meninggal Dunia akibat Covid-19

Regional
Muncul Klaster Covid-19, Seluruh Ponpes di Banyumas Diminta Perketat Protokol Kesehatan

Muncul Klaster Covid-19, Seluruh Ponpes di Banyumas Diminta Perketat Protokol Kesehatan

Regional
8 Pasien dari 2 Klaster Keluarga Dinyatakan Sembuh, Salatiga Masih Zona Oranye

8 Pasien dari 2 Klaster Keluarga Dinyatakan Sembuh, Salatiga Masih Zona Oranye

Regional
Peraturan Wali Kota Bandung Akan Direvisi supaya Persib Bisa Bertanding

Peraturan Wali Kota Bandung Akan Direvisi supaya Persib Bisa Bertanding

Regional
Pemkab Karawang Tak Ingin Buat Tempat Isolasi Khusus, Ini Alasannya

Pemkab Karawang Tak Ingin Buat Tempat Isolasi Khusus, Ini Alasannya

Regional
Jalan Kaki dari Malaysia dan Hilang 8 Hari di Hutan, Syamsuddin Hanya Makan Garam dan Vetsin

Jalan Kaki dari Malaysia dan Hilang 8 Hari di Hutan, Syamsuddin Hanya Makan Garam dan Vetsin

Regional
Prasasti Soe Hok Gie Berdiri di Puncak Mahameru, Sempat Diturunkan karena Ada Pendaki Menaruh Plakat Nikah

Prasasti Soe Hok Gie Berdiri di Puncak Mahameru, Sempat Diturunkan karena Ada Pendaki Menaruh Plakat Nikah

Regional
Dikira Korban Laka, Ternyata Pria Ini Tewas Dibunuh, Polisi: Ada 12 Luka Tusukan

Dikira Korban Laka, Ternyata Pria Ini Tewas Dibunuh, Polisi: Ada 12 Luka Tusukan

Regional
31 Karyawan LG Tangerang Positif Corona

31 Karyawan LG Tangerang Positif Corona

Regional
Kronologi Munculnya Klaster Ponpes di Banyumas, Santri Mengeluh Batuk Pilek

Kronologi Munculnya Klaster Ponpes di Banyumas, Santri Mengeluh Batuk Pilek

Regional
Kasus Beras Bansos Campur Biji Plastik di Cianjur Dinilai Rawan Politisasi

Kasus Beras Bansos Campur Biji Plastik di Cianjur Dinilai Rawan Politisasi

Regional
komentar di artikel lainnya