Buron 9 Tahun, WNA Pembunuh Sekeluarga di Pakistan Ditangkap di Asahan

Kompas.com - 22/01/2020, 20:48 WIB
Luqman Butt (tengah), warga negara Pakistan diborgol setelah berhasil diringkus petugas Subdit III/Jatanras Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut bersama Interpol pada Selasa siang (21/1/2020) di Asahan. Luqman adalah buronan Interpol dalam kasus pembunuhan sekeluarga di negaranya. IstimewaLuqman Butt (tengah), warga negara Pakistan diborgol setelah berhasil diringkus petugas Subdit III/Jatanras Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut bersama Interpol pada Selasa siang (21/1/2020) di Asahan. Luqman adalah buronan Interpol dalam kasus pembunuhan sekeluarga di negaranya.

MEDAN, KOMPAS.com - Seorang pria berkewarganegaraan Pakistan ditangkap petugas Subdit III/Jatanras Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut bersama Interpol pada Selasa siang (21/1/2020) di Asahan.

Pria tersebut bernama M Luqman Butt alias Husein Shah alias M Firman (34). Di menjadi buronan Interpol sejak 9 tahun lalu dalam kasus pembunuhan sekeluarga di negaranya.

Informasi yang diperoleh di Mapolda Sumut menyebutkan, tersangka ditangkap petugas Tim NCB Interpol Div Hubinter dipimpin AKBP Yoga Priyahutama didampingi Kanit Buncil Subdit III/Jatanras Direktorat Reskrimum Polda Sumut, Kompol Muhammad Firdaus.

Saat itu, dia berada di rumah kontrakan di Jalan Utomo, Kelurahan Siumbut-umbut, Kecamatan Siumbut-umbut, Kabupaten Asahan.

Baca juga: Cari Buronan Narkoba, Pemuda Satu Kampung Malah Kena Ciduk

Informasi yang dihimpun, tersangka menghabisi satu keluarga tersebut saat usianya 25 tahun karena dendam keluarganya terlebih dahulu dibunuh pihak korban.

Setelah membunuh empat orang dalam sekeluarga itu, tersangka kabur dan selalu berpindah-pindah tempat.

Tersangka telah berada di Indonesia sejak dua tahun lalu, masuk melalui jalur laut naik kapal kayu dari Kuala Lumpur, Malaysia ke Dumai, hingga kemudian menikahi seorang wanita warga Indonesia di Medan.

Mereka menetap di rumah kontrakan di Asahan itu sudah berlangsung lima bulan.

Berdasarkan penggeledahan terhadap badan dan rumah didapati KTP dan SIM A atas nama M Firman, buku nikah atas nama M Firman dengan Evi Lili Midati dan paspor atas nama Evi Lili Midati.

Ketika diinterogasi, tersangka yang bekerja sebagai sopir itu mengaku telah membunuh satu keluarga di Negara Pakistan.

Baca juga: Warga Kamboja yang Tewas di Papua Ternyata Residivis dan Buronan

Kasubdit III/Jatanras Direktorat Reskrimum Polda Sumut, Kompol Taryono R SIK ketika dikonfirmasi, mengakui pihaknya ikut menangkap buronan tersangka pembunuhan di negara Pakistan di Kabupaten Asahan.

"Itu buronan Interpol dalam kasus pembunuhan satu keluarga di Pakistan. Kita ikut mendampingi penangkapan tersangka. Proses hukum selanjutnya kita serahkan ke negara asalnya," kata Taryono, Rabu (22/1/2020).  

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X