Mantan Istri Tolak Diajak Rujuk, Pria Ini Ancam Pakai Parang

Kompas.com - 22/01/2020, 18:45 WIB
Tersangka Usman (38) pelaku pengancaman mantan istrinya lantaran ditolak rujuk saat berada di Polsek Gandus, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (22/1/2020). KOMPAS.COM/AJI YK PUTRATersangka Usman (38) pelaku pengancaman mantan istrinya lantaran ditolak rujuk saat berada di Polsek Gandus, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (22/1/2020).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Usaha tersangka Usman (38) untuk mengajak mantan istrinya rujuk berbuah petaka.

Sebab, ia harus ditangkap jajaran Unit Reskrim Polsek Gandus Palembang, lantaran melakukan pengancaman.

Kapolsek Gandus AKP Willian mengatakan, kejadian bermula saat Usman mendatangi kediaman mantan istrinya, Fitria Ulfa (28) di Jalan PSI Kenayan, Lorong Taiping, RT003/RW 002, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Gandus Palembang, Senin (20/1/2020).


Baca juga: Fakta Kasus Sindikat Penjual Bayi di Palembang: Ibu Kandung Terlibat hingga Hasil Hubungan Gelap

Wiliam menuturkan, kejadian bermula saat Usman meminta agar Fitria kembali ke pulang setelah keduanya resmi bercerai.

Namun, korban menolak sehingga membuat pelaku emosi dan menebaskan parang di dalam rumah.

"Korban dan pelaku sudah resmi cerai. Keluarga korban menjadi ketakutan saat pelaku ini mengamuk," kata Willian di kantornya, Rabu (22/1/2020).

Setelah mendapatkan laporan atas ulah Usman, petugas langsung bergerak dan menangkap tersangka.

Baca juga: Kronologi Ibu Jual Bayi yang Baru Dilahirkan di Palembang

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti senjata tajam yang digunakan untuk mengancam Fitria bersama keluarganya.

"Motifnya korban menolak diajak rujuk sehingga diancam oleh pelaku," jelasnya.

Atas perbuatannya tersebut, Usman dikenakan Pasal 335 ayat 1 KUHP dan Pasal 2 Undang-Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun.

"Pelaku sudah diamankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan," pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur NTT: Belum Ada Kabupaten yang Serius Urus Tanaman Kelor

Gubernur NTT: Belum Ada Kabupaten yang Serius Urus Tanaman Kelor

Regional
Longsor di Sejumlah Daerah, Tewaskan Warga Pasaman hingga Rumah di Kulon Progo Jebol

Longsor di Sejumlah Daerah, Tewaskan Warga Pasaman hingga Rumah di Kulon Progo Jebol

Regional
TKI di Hong Kong Minta Masker Melalui Medsos, Bupati Magetan Akan Kirim 20.000 Masker

TKI di Hong Kong Minta Masker Melalui Medsos, Bupati Magetan Akan Kirim 20.000 Masker

Regional
Penipuan CPNS di Kebumen, Mantan Dosen dan Pensiunan PNS Jadi Tersangka

Penipuan CPNS di Kebumen, Mantan Dosen dan Pensiunan PNS Jadi Tersangka

Regional
Ini Modus Ayah Perkosa Anak Tiri dan Keponakan di Lampung

Ini Modus Ayah Perkosa Anak Tiri dan Keponakan di Lampung

Regional
Api Muncul dari Bekas Longsoran Tanah Hebohkan Warga di NTT

Api Muncul dari Bekas Longsoran Tanah Hebohkan Warga di NTT

Regional
Lima Warga Diterjang Banjir dan Longsor di Pasaman, Satu Tewas dan Satu Hilang

Lima Warga Diterjang Banjir dan Longsor di Pasaman, Satu Tewas dan Satu Hilang

Regional
Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sungai Melawi, Satu Penambang Ditangkap Sisanya Kabur

Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sungai Melawi, Satu Penambang Ditangkap Sisanya Kabur

Regional
5 Fakta Penipuan Wedding Organizer di Cianjur, Tergiur Harga Murah hingga Korban Terus Bertambah

5 Fakta Penipuan Wedding Organizer di Cianjur, Tergiur Harga Murah hingga Korban Terus Bertambah

Regional
Tebing Longsor di Sukabumi, 5 Kepala Keluarga Diungsikan

Tebing Longsor di Sukabumi, 5 Kepala Keluarga Diungsikan

Regional
Dalam 4 Tahun, 81.686 Koperasi di Indonesia Dibubarkan, Ini Sebabnya

Dalam 4 Tahun, 81.686 Koperasi di Indonesia Dibubarkan, Ini Sebabnya

Regional
Riau Bakal Hadapi Kemarau Panjang, TNI Gunakan Alat Canggih Atasi Karhutla

Riau Bakal Hadapi Kemarau Panjang, TNI Gunakan Alat Canggih Atasi Karhutla

Regional
Bupati Bogor Tawarkan Liburan kepada Yusuf Sepulang dari Wuhan

Bupati Bogor Tawarkan Liburan kepada Yusuf Sepulang dari Wuhan

Regional
Bocah 2 Tahun Asal Aceh Diduga Dijual di Malaysia, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Asal Aceh Diduga Dijual di Malaysia, Ini Kronologinya

Regional
Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Tergiur Potongan Harga 50 Persen

Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Tergiur Potongan Harga 50 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X