KSOP Ambon: Kapal Panji Saputra Tidak Miliki Persetujuan Berlayar

Kompas.com - 22/01/2020, 18:44 WIB
Kepala Seksi Keselamtan Berlayar KSOP Kelas I Ambon, Jonly A Pentury saat diwawancarai Kompas.com di ruang kerjanya, Rabu (22/1/2020) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYKepala Seksi Keselamtan Berlayar KSOP Kelas I Ambon, Jonly A Pentury saat diwawancarai Kompas.com di ruang kerjanya, Rabu (22/1/2020)

AMBON, KOMPAS.com - Kapal Panji Saputra yang saat ini hilang dan dicari oleh tim SAR gabungan ternyata tidak mengantongi Surat Persetujuan Belayar (SPB).

Surat tersebut seharusnya diberikan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Ambon.

Kepala Seksi Keselamatan Berlayar KSOP Kelas I Ambon Jonly A Pentury mengatakan, selain tidak mendapatkan surat persetujuan berlayar, dokumen kapal tersebut juga tidak pernah teregistrasi di KSOP Ambon.

“Sejauh ini, yang saya tahu bahwa untuk segela sesuatu tentang persetujuan berlayar dari KM Panji Saputra tidak pernah ada sama sekali,” kata Jonly, Rabu (22/1/2020).

Baca juga: Uang hingga KTP Milik Serda Aswadin Juga Ditemukan Pencari Kapal Panji Saputra

Menurut Jonly, pihak kapal juga tidak pernah melayangkan permohonan surat persetujuan berlayar ke KSOP Ambon, sebagaimana prosedur pelayaran yang berlaku.

KSOP juga tidak pernah tahu dengan dokumen kapal tersebut.

“Bukan SPB saja, yang saya tahu ada beberapa rangkaian pelaporan kapal tiba dan lain-lain secara ril dicek oleh kita, juga tidak ada data dan dokumennya di kita,” kata dia.

Jonly menyebut bahwa pihak Kapal Panji Saputra tidak menaati ketentuan yang berlaku sebagaimana PM 82 Tahun 2014 tentang tata cara penerbitan SPB.

“Jadi indikasinya itu bahwa ada orang-orang termasuk nahkoda yang tidak melaksanakan kewajibannya terhadap aturan dan SOP,” kata Jonly.

Adapun, permohonan SPB ditujukan agar KSOP Ambon dapat memverifikasi legalitas serta memastikan kapal tersebut layak untuk berlayar.

“Ada yang namanya surat pernyataan nahkoda, bahwa dia siap dan kapalnya layak untuk berlayar. Ketiga, verifikasi aspek legalitas kapal dan kewajiban kapal itu sendiri terhadap negara dan pajak dan lain-lain. Itu dilengkapi dulu baru kita setujui,” kata Jonly.

Baca juga: Tim SAR Temukan Seragam Anggota TNI yang Ikut Kapal Panji Saputra

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X