Ini Pengakuan Pria yang Tendang Nenek 60 Tahun di Pasar yang Videonya Viral

Kompas.com - 22/01/2020, 17:24 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

"Ya karena mendengar ada yang teriak maling itu, (menendang) karena emosi sedikit," ujar dia.

Ngadirin menyampaikan, tidak mengetahui bahwa ada yang merekam peristiwa tersebut.

Dirinya juga tidak tahu siapa yang mengunggah di media sosial.

Pasca kejadian, Ngadirin belum bertemu kembali dengan Rubingah.

Namun, jika bertemu dirinya akan menyampaikan permintaan maaf.

"Ya kalau ketemu saya tidak lupa wajahnya. Yang jelas saya mau minta maaf," ujar Ngadirin.

Sementara itu, pedagang buah lainnya di Pasar Gendeng (Pasar Protojoyo), Martini (43) menceritakan, awalnya sedang melayani pembeli.

Setelah membeli bunga, Rubingah singgah di lapak jualanya.

"Jam setengah tujuh Saya baru melayani dua orang pembeli. Ibu (Rubingah) itu dari beli bunga singgah di stok buah saya, asumsi saya, dia itu hanya benahin belanjaanya," ucapnya.

Martini menuturkan tempat stok buahnya tidak jauh dari lokasinya bediri.

Jaraknya sekitar empat langkah dari dirinya.

"Saya lihatin sambil melayani pembeli, ibu itu kok lama, tahu-tahunya tanganya masuk ke kotak padahal saya tutup rapat. Mangga saya diambil satu kresek penuh," ungkapnya.

Mengetahui itu, Martini lantas teriak. Namun menurutnya Rubingah justru berjalan menjauh.

"Saya bilang, kalau mau buah minta, ngomong, ojo nyolong (jangan mencuri). Saya minta, terus jualan lagi, intinya saya iklas tidak mempermasalahkan lagi," ucapnya.

Usai meminta mangga yang diambil, Martini melihat Rubingah berjalan kaki ke arah timur.

Ia pun tidak mengetahui kejadian setelah itu.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelempar Bom Molotov di Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Pura-pura Silaturahim Lebaran

Pelempar Bom Molotov di Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Pura-pura Silaturahim Lebaran

Regional
Polisi dan TNI Akan Dampingi dan Awasi 'New Normal' di Jabar Selama 14 Hari

Polisi dan TNI Akan Dampingi dan Awasi "New Normal" di Jabar Selama 14 Hari

Regional
2 Balita Tewas Terbakar di Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Halalbihalal, Orangtua Bekerja

2 Balita Tewas Terbakar di Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Halalbihalal, Orangtua Bekerja

Regional
UPDATE Corona Maluku 27 Mei: 188 Positif, 8 Meninggal, 34 Pasien Sembuh

UPDATE Corona Maluku 27 Mei: 188 Positif, 8 Meninggal, 34 Pasien Sembuh

Regional
Tepergok Istri Saat Perkosa Tetangga, Bapak 2 Anak Ditangkap Polisi

Tepergok Istri Saat Perkosa Tetangga, Bapak 2 Anak Ditangkap Polisi

Regional
UPDATE Corona Kalsel 27 Mei: 703 Pasien Positif, 71 Meninggal, 81 Sembuh

UPDATE Corona Kalsel 27 Mei: 703 Pasien Positif, 71 Meninggal, 81 Sembuh

Regional
Oknum TNI Adu Jotos dan Tembak Warga Sipil di Nunukan

Oknum TNI Adu Jotos dan Tembak Warga Sipil di Nunukan

Regional
'Genting Berjatuhan, Saya Mengangkat Lemari Kayu Demi Menyelamatkan Ayah'

"Genting Berjatuhan, Saya Mengangkat Lemari Kayu Demi Menyelamatkan Ayah"

Regional
14 Tahun Gempa Yogya, Gotong Royong Jadi Modal untuk Bangkit

14 Tahun Gempa Yogya, Gotong Royong Jadi Modal untuk Bangkit

Regional
Protes Pembagian BLT, Warga di Maluku Tengah Segel Kantor Desa

Protes Pembagian BLT, Warga di Maluku Tengah Segel Kantor Desa

Regional
Dilempar Bom Molotov, Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Tanjung Karang Terbakar

Dilempar Bom Molotov, Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Tanjung Karang Terbakar

Regional
Pembuat Petasan Tewas Kena Ledakan Mercon, Dua Anak Terluka

Pembuat Petasan Tewas Kena Ledakan Mercon, Dua Anak Terluka

Regional
Update Covid-19 Papua: Total 652 Kasus Positif, 800 Sampel Antre Diperiksa di Lab

Update Covid-19 Papua: Total 652 Kasus Positif, 800 Sampel Antre Diperiksa di Lab

Regional
Tersesat di Permukiman, Ambulans Pasien Covid-19 Diamuk Massa, Ini Kronologinya

Tersesat di Permukiman, Ambulans Pasien Covid-19 Diamuk Massa, Ini Kronologinya

Regional
Soal 'New Normal', Wali Kota Banjarmasin Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Soal "New Normal", Wali Kota Banjarmasin Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X