Ketika Tokoh NU dan Muhammadiyah Bersanding Jadi Nama Jalan di Banyumas, Gus Dur hingga KH Ahmad Dahlan

Kompas.com - 22/01/2020, 10:56 WIB
Peresmian Jalan KH Abdurrahman Wahid di Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, akhir pekan lalu. KOMPAS.COM/DOK PEMKAB BANYUMASPeresmian Jalan KH Abdurrahman Wahid di Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, akhir pekan lalu.

BANYUMAS, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengabadikan nama pendiri Nahdlatul Ulama ( NU) KH Hasyim Asy'ari dan pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan sebagai nama jalan.

Selain itu, dalam waktu yang bersamaan, diresmikan juga jalan dengan nama Presiden keempat Indonesia yang juga tokoh NU Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dan Jalan Kyai Kembar, tokoh lokal yang banyak dikenal masyarakat.

Keempat ruas jalan tersebut berada di Kecamatan Kembaran.

Baca juga: Mengenang Gus Dur...Ulama yang Mengaku Berdarah Tionghoa

Ruas jalan dari Tugu Larangan ke barat diberi nama Jalan KH Ahmad Dahlan, kemudian dari Tugu Larangan ke selatan diberi nama Jalan KH Hasyim Asy'ari.

Sedangkan dari Tugu Larangan ke utara dinamai Jalan KH Abdurrahman Wahid dan ke timur dinamai Kyai Kembar.

Peresmian dilakukan akhir pekan lalu secara bergantian oleh Bupati Banyumas Achmad Husein.

Baca juga: Peran Gus Dur di Balik Kebebasan Merayakan Imlek di Indonesia...

Husein mengatakan, tokoh-tokoh tersebut diabadikan sebagai nama jalan untuk menghargai jasa-jasanya.

 

Pemberian nama jalan itu dituangkan dalam surat keputusan bupati.

"Saya sangat setuju dan mendukung pemberian nama jalan dengan tokoh agama Islam, karena mereka sudah berjasa dan harus dihargai," kata Husein seusai peresmian.

Camat Kembaran Omar Udaya mendapat perintah dari bupati untuk mengkaji pemberian nama ruas jalan utama.

Pasalnya jalan penghubung Banyumas-Purbalingga itu selama ini belum memiliki nama resmi.

"Berdasarkan hasil diskusi publik dengan para kepala desa, Badan Perwakilan Desa (BPD), tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh perempuan dari 7 desa yang dilintasi jalan utama tersebut," ujar Omar.

Baca juga: Dalam Haul ke-10, Shinta Nuriyah Kenang Gus Dur sebagai Budayawan

Sementara itu, Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir yang hadir dalam peresmian Jalan KH Ahmad Dahlan, sangat mengapresiasi inisiatif pemberian nama yang dilakukan Pemkab Banyumas.

"Itu merupakan langkah yang sangat terpuji dan merupakan bentuk dari penghargaan, penghormatan, pengakuan dan pengkhidmatan dari kita semua untuk bangsa. Di mana jelas mereka para pelopor, penggerak dan bapak bangsa," kata Haedar.

 

Haedar berharap pemberian nama jalan tersebut tidak hanya simbolik.

Diharapkan dapat memotivasi, termasuk para generasi muda untuk memberikan yang terbaik kepada bangsanya seperti yang telah dilakukan para tokoh-tokoh tersebut.

Di tempat terpisah, Ketua Pengurus Cabang NU (PCNU) Banyumas Sabar Munanto mengatakan, pemberian nama jalan tersebut menandakan pengakuan dan penghormatan kepada para tokoh bangsa.

Menurut Sabar pemberian nama jalan tersebut diharapkan dapat mempererat kesatuan dan persatuan bangsa.

Para generasi muda diharapkan dapat meneladani perjuangan para tokoh bangsa.

"Adanya jalan tersebut juga menginspirasi adanya persatuan di kalangan anak bangsa, khususnya di sini intern umat Islam. Selalu bersama-sama dakwah mengajarkan ajaran Islam yang rahamatan lil alamin," kata Sabar.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua KPU Positif Covid-19, Debat Pilkada Balikpapan Dibatalkan Mendadak

Ketua KPU Positif Covid-19, Debat Pilkada Balikpapan Dibatalkan Mendadak

Regional
[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap, Bawa Sabu 16 Kg | Demi Membela Diri dan Lindungi Aset Negara, Satpam Ini Dipenjara

[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap, Bawa Sabu 16 Kg | Demi Membela Diri dan Lindungi Aset Negara, Satpam Ini Dipenjara

Regional
 Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Regional
2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

Regional
8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

Regional
Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Regional
Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Regional
Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Regional
'Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah' 

"Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah" 

Regional
Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Regional
Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Regional
Dampak Gempa M 5,9 Pangandaran, Puluhan Rumah di Tasik, Garut, hingga Ciamis Rusak

Dampak Gempa M 5,9 Pangandaran, Puluhan Rumah di Tasik, Garut, hingga Ciamis Rusak

Regional
Reaksi Keras Kapolda Riau Menyikapi Oknum Anggotanya Jadi Kurir Sabu 16 Kg

Reaksi Keras Kapolda Riau Menyikapi Oknum Anggotanya Jadi Kurir Sabu 16 Kg

Regional
5 Demonstran Penolak Omnibus Law Jadi Tersangka Perusakan Kantor DPRD Jember

5 Demonstran Penolak Omnibus Law Jadi Tersangka Perusakan Kantor DPRD Jember

Regional
Dulu Perwira Polisi, Kini Dipecat dan Disebut Pengkhianat Bangsa

Dulu Perwira Polisi, Kini Dipecat dan Disebut Pengkhianat Bangsa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X