Beli Motor NMAX Pakai Uang Koin Rp 24 Juta, Pria di Banyuwangi Menabung di Kaleng Biskuit

Kompas.com - 22/01/2020, 08:48 WIB
Dasar Wahyudi, pria asal Banyuwangi mengumpulkan uang koin senilai Rp 24 juta untuk membli motor NMAX Kompas TVDasar Wahyudi, pria asal Banyuwangi mengumpulkan uang koin senilai Rp 24 juta untuk membli motor NMAX
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Dasar Wahyudi, warga Kabupaten Banyuwangi, membeli sepeda motor NMAX dengan uang koin pecahan Rp 1.000 senilai Rp 24.650.000.

Uang pecahan Rp 1.000 tersebut ditabung dalam enam kaleng biskuit yang kemudian ia bawa ke salah satu diler motor di Banyuwangi.

Setelah dihitung, satu kaleng biskuit berisi sekitar Rp 4 juta.

Dilansir dari Kompas TV, Iin Bariroh, karyawan diler, mengaku semua pegawai diler ikut menghitung uang koin yang dibawa oleh Dasar Wahyudi.

Baca juga: Kisah Lengkap Pasutri Bayar Persalinan Rp 500.000 dengan Uang Koin, Bongkar Celengan Selama 9 Bulan

Karyawan membutuhkan waktu hampir seharian penuh untuk menghitung uang koin yang dibawa Dasar Wahyudi.

Iin menjelaskan, setelah dihitung bersama, uang koin milik Dasar Wahyudi sebanyak Rp 24.650.000, sedangkan harga motor NMAX sekitar Rp 29.397.000.

Sisa uang pembayaran dibayarkan Dasar Wahyudi dengan uang tunai lainnya yang ia bawa.

"Beli motor NMAX. Langsung cash. Sisanya ia bawa uang sendiri. Harganya Rp 29 juta dan uang logamnya Rp 24 juta," kata Iin.

Baca juga: Ini Sosok di Balik Heboh Pasutri di Cianjur Bayar Persalinan Pakai Uang Koin

Sementara itu, Dasar Wahyudi mengaku sengaja menabung dengan uang pecahan Rp 1.000 agar tidak tergoda mengambilnya saat ada kebutuhan.

Ia bercerita berdasarkan pengalamannya, ia pernah menabung uang Rp 100.000, tetapi selalu habis terpakai.

"Cuma seribuan. Saya tukar uang koin ke orang-orang parkir. Niat saya nabung sendiri. Kalau enggak receh wes mudah hanyut," kata Dasar.

Dasar Wahyudi dan istrinya saat ini mulai menabung uang koin Rp 1.000 yang rencananya akan dibongkar lima tahun lagi untuk membeli sebuah mobil.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X