Fakta KM Panji Saputra Hilang Kontak, Angkut Drum Avtur hingga Basarnas Kerahkan Pesawat

Kompas.com - 22/01/2020, 06:29 WIB
Tim SAR gabungan  mengerahkan dua kapal dan satu unit pesawat milik TNI AL untuk  mencari KM Panji Saputera yang hilang kontak di peraiaran laut Maluku, Minggu (19/1/2020). KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYTim SAR gabungan mengerahkan dua kapal dan satu unit pesawat milik TNI AL untuk mencari KM Panji Saputera yang hilang kontak di peraiaran laut Maluku, Minggu (19/1/2020).
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Kapal Motor (KM) Panji Saputra dilaporkan mengalami hilang kontak di perairan Maluku sejak 7 Januari 2020.

Kapal yang mengangkut drum avtur dan sejumlah penumpang tersebut berlayar dari Pulau Ambon menuju Saumlaki dan Moa Kepulauan Tanimbar.

Dari informasi yang diterima Basarnas Ambon, kapal itu mengangkut sekitar enam orang.

Menindaklanjuti laporan itu, Basarnas langsung menerjunkan sejumlah tim ke titik lokasi terakhir hilangnya kapal untuk melakukan pencarian..

Berikut ini fakta selengkapnya:

1. Hilang kontak di perairan Maluku

Tim SAR gabungan  mengerahkan dua kapal dan satu unit pesawat milik TNI AL untuk  mencari KM Panji Saputera yang hilang kontak di peraiaran laut Maluku, Minggu (19/1/2020).KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTY Tim SAR gabungan mengerahkan dua kapal dan satu unit pesawat milik TNI AL untuk mencari KM Panji Saputera yang hilang kontak di peraiaran laut Maluku, Minggu (19/1/2020).

KM Panji Saputra diketahui mengalami hilang kotak di perairan Maluku sejak 7 Januari 2020.

Sesuai jadwal, kapal yang berlayar dari Pulau Ambon menuju Saumlaki dan Moa Kepulauan Tanimbar itu seharusnya tiba di tempat tujuan pada 11 Januari 2020.

Namun karena tak kunjung tiba, pemilik kapal baru menyampaikan laporan kepada Basarnas sepekan kemudian.

“Insiden kapal hilang kontak ini sudah terjadi sejak 7 Januari lalu dan kita baru mendapatkan laporan hari ini,” kata Muslimin kepada Kompas.com, Sabtu (18/1/2020).

Mendapat informasi itu, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan Kodam Pattimura, Pos Sar Tual, Banda dan Saumlaki, serta Potensi SAR di pelabuhan penyeberangan yang ada di Maluku.

Baca juga: Warga Temukan 8 Drum Avtur, Diduga Milik Kapal Panji Saputra yang Hilang

2. Identitas penumpang kapal

Dari informasi yang diterima Basarnas Ambon, KM Panji Saputra mengangkut 25 drum avtur dan 6 orang penumpang.

Adapun identitas penumpang yang berada di dalam kapal, yakni La Mufik (ABK), La Jau (ABK), Ongky (ABK), dua ABK belum diketahui identitasnya, dan dua anggota TNI bernama Serda Aswadin Ali dan Pratu Midun.

KM Panji diketahui mengalami hilang kontak di perairan Maluku pada 7 Januari 2020.

Kapal tersebut berlayar dari dari Pulau Ambon menuju Saumlaki dan Moa Kepulauan Tanimbar.

Baca juga: Kapal Kayu Bawa 14 Penumpang Tenggelam di Banggai Laut, Sulawesi Tengah

3. Basarnas kerahkan kapal dan pesawat

Tim SAR gabungan  mengerahkan dua kapal dan satu unit pesawat milik TNI AL untuk  mencari KM Panji Saputera yang hilang kontak di peraiaran laut Maluku, Minggu (19/1/2020).KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTY Tim SAR gabungan mengerahkan dua kapal dan satu unit pesawat milik TNI AL untuk mencari KM Panji Saputera yang hilang kontak di peraiaran laut Maluku, Minggu (19/1/2020).

Mendapat laporan adanya kapal yang hilang kontak di perairan Maluku, Basarnas Ambon kerahkan tim SAR gabungan untuk melakukan pencarian.

Untuk memaksimalkan proses pencarian KM Panji Saputra, Basarnas mengerahkan dua kapal dan satu pesawat milik TNI AL.

Kepala Kantor Basarnas Ambon, Muslimin mengatakan pencarian kapal dilakukan mulai dari perairan Ambon, Laut Seram, Laut Banda, hingga perairan Kepulauan Kei.

Meski sudah dilakukan pencarian, hingga Minggu (19/1/2020), KM Panji Saputra belum juga ditemukan.

“Masih dilakukan pencarian, belum ada tanda-tanda kapal itu ditemukan,” katanya.

Baca juga: Kronologi Lengkap Tenggelamnya Kapal Pengangkut Wartawan Istana di Labuan Bajo

4. Warga temukan drum avtur mengambang

Selasa (22/1/2020), warga di Kabupaten Maluku Tenggara menemukan delapan drum yang diduga berisi avtur mengambang di perairan Pulau Tayando.

Menurut Kepala Basarnas Ambon, Muslimin, delapan drum berisi avtur itu diduga kuat berasal dari KM Panji Saputra yang hilang kontak di perairan Maluku.

"Kami baru mendapat laporan dari SAR Pos Tual ada delapan drum diduga berisi avtur yang ditemukan warga di Pulau Tayando, Maluku Tenggara," kata Muslimin, kepada Kompas.com saat dikonfirmasi.

Mendapat laporan itu, pihaknya mengaku akan kembali meningkatkan proses pencarian di lokasi sekitar, pada Rabu (22/1/2020).

"Besok pencarian lewat laut dan udara akan kembali dilanjutkan. Rencana besok pagi pesawat patroli maritim CN 235 TNI AL dengan nomor register P-8302 akan kembali melaksanakan pencarian dan pertolongan dengan rute Sorong-Pulau Kur,” katanya.

Baca juga: Kapal Rombongan Wartawan Istana Terbalik, Catat Musim Terbaik Berkunjung ke TN Komodo

Penulis : Kontributor Ambon, Rahmat Rahman Patty | Editor : Robertus Belarminus, Teuku Muhammad Valdy Arief, Farid Assifa



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X