Kasus Korupsi Hibah Pilwalkot, Eks Sekretaris KPU Makassar Divonis 5 Tahun Penjara

Kompas.com - 21/01/2020, 18:44 WIB
Eks sekretaris KPU Kota Makassar Sabri usai divonis 5 tahun atas dugaan korupsi dana hibah Pilwalkot Makassar di Pengadilan Tipikor Makassar, Selasa (21/1/2020). KOMPAS.COM/HIMAWANEks sekretaris KPU Kota Makassar Sabri usai divonis 5 tahun atas dugaan korupsi dana hibah Pilwalkot Makassar di Pengadilan Tipikor Makassar, Selasa (21/1/2020).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Majelis hakim Pengadilan Tipikor Makassar memvonis hukuman 5 tahun kurungan penjara kepada mantan sekretaris KPU Kota Makassar Sabri dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Pemilihan Walikota Makassar, Selasa (21/1/2020).

Ketua majelis hakim Daniel Pratu dalam amar putusannya menjelaskan, Sabri dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan negara hingga Rp 6,42 miliar sesuai dengan dakwaan kedua jaksa penuntut umum. 

"Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Drs. Sabri dengan pidana penjara selama  5 tahun dikurangi masa penahanan yang telah dijalankan oleh terdakwa," ujar hakim Daniel saat membacakan putusan, Selasa sore. 

Baca juga: Eks Sekretaris KPU Makassar Nilai Tuntutan 8 Tahun Penjara Keliru

Sabri divonis melanggar Pasal 3 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. 

Daniel juga menyebut Sabri harus membayar denda sebesar Rp 50 juta dengan ketentuan tambahan kurungan 4 bulan penjara bila denda tersebut tidak dibayar. 

Selain itu, ASN Pemkot Makassar ini juga diharuskan mengembalikan uang kerugian negara sebesar Rp 6,42 miliar dengan ketentuan tambahan kurungan 1 tahun 10 bulan bila tidak diganti.

"Bila uang pengganti tersebut tidak dikembalikan, maka jaksa penuntut umum berhak melelang harta benda terpidana untuk mengganti uang pengganti tersebut," kata Daniel. 

Baca juga: Kasus Korupsi Hibah Pilwalkot, Eks Sekretaris KPU Makassar Dituntut 8 Tahun Penjara

Sebelumnya diberitakan, Sabri dituntut hukuman 8 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas kasus dugaan korupsi dana hibah pemilihan walikota (Pilwalkot) Makassar tahun 2018 di Pengadilan Tipikor Makassar. 

Atas putusan yang lebih ringan dari tuntutan, jaksa penuntut umum Mudazzir mengaku masih berpikir bakal mengajukan banding atau tidak. 

"Masih ada satu minggu waktu untuk mengajukan banding. Kamu masih pikir-pikir," kata Mudazzir saat diwawancara di Pengadilan Tipikor Makassar. 

Sabri sendiri didakwa menyalahgunakan dana hibah Pilwalkot dari pemerintah kota Makassar yang menguntungkan dirinya sebesar Rp 6,4 miliar.

"Dana yang digunakan Sabri tersebut merupakan dana untuk kegiatan honor PPK satu bulan dan PPS yang ada di seluruh kota Makassar," ujar Mudazzir dalam dakwaan yang dibacakannya.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai Bentrok TNI-Polri, Pangdam Bukit Barisan Perintahkan Anggotanya Perbaiki Mapolsek yang Rusak

Usai Bentrok TNI-Polri, Pangdam Bukit Barisan Perintahkan Anggotanya Perbaiki Mapolsek yang Rusak

Regional
PNS di Maluku Diminta Tak Gunakan Wadah Plastik Sekali Pakai

PNS di Maluku Diminta Tak Gunakan Wadah Plastik Sekali Pakai

Regional
Arab Saudi Setop Umrah, 1.685 Jemaah Dipulangkan ke Tanah Air

Arab Saudi Setop Umrah, 1.685 Jemaah Dipulangkan ke Tanah Air

Regional
Ilham Habibie: Dampak Corona, Indonesia Diprediksi Kebanjiran Barang China

Ilham Habibie: Dampak Corona, Indonesia Diprediksi Kebanjiran Barang China

Regional
Kisah Polisi Pergoki Penjual Es Keliling Mencuri Susu Formula, Tak Jadi Ditahan Setelah Tahu Kondisinya

Kisah Polisi Pergoki Penjual Es Keliling Mencuri Susu Formula, Tak Jadi Ditahan Setelah Tahu Kondisinya

Regional
Pemasok Kartu Ponsel 'Gojek Tuyul' Ditangkap, Punya 4.500 Kartu Siap Pakai

Pemasok Kartu Ponsel "Gojek Tuyul" Ditangkap, Punya 4.500 Kartu Siap Pakai

Regional
Ungkap Penyebab Santri Tewas di Sukabumi, Polisi Tunggu Hasil Laboratorium

Ungkap Penyebab Santri Tewas di Sukabumi, Polisi Tunggu Hasil Laboratorium

Regional
Ditangkap dalam Keadaan Sehat, 4 Hari Kemudian Tahanan Narkoba Tewas, Polisi Sebut Gantung Diri

Ditangkap dalam Keadaan Sehat, 4 Hari Kemudian Tahanan Narkoba Tewas, Polisi Sebut Gantung Diri

Regional
Penderita DBD di Sikka Bertambah Jadi 981 Jiwa, 9 Meninggal

Penderita DBD di Sikka Bertambah Jadi 981 Jiwa, 9 Meninggal

Regional
Banyak Kasus Keguguran, Ratusan Buruh Es Krim Aice Mogok dan Tuntut 'Shift' Malam Dihapus

Banyak Kasus Keguguran, Ratusan Buruh Es Krim Aice Mogok dan Tuntut "Shift" Malam Dihapus

Regional
Polisi Periksa Kejiwaan Pria yang Siksa Anak Tirinya

Polisi Periksa Kejiwaan Pria yang Siksa Anak Tirinya

Regional
Oknum Guru di Serang Cabuli 5 Muridnya, Modusnya Bercanda

Oknum Guru di Serang Cabuli 5 Muridnya, Modusnya Bercanda

Regional
200,088 Ton Sampah Dibersihkan Selama HPSN di Ambon, Masyarakat Diimbau Lebih Peduli Lingkungan

200,088 Ton Sampah Dibersihkan Selama HPSN di Ambon, Masyarakat Diimbau Lebih Peduli Lingkungan

Regional
Ikuti Nikah Massal, Kakek dan Nenek Ini Senang Akhirnya Pernikahannya Tercatat

Ikuti Nikah Massal, Kakek dan Nenek Ini Senang Akhirnya Pernikahannya Tercatat

Regional
Stok Sudah Siap, Ekspor Beras ke Arab Saudi Tunggu Administrasi

Stok Sudah Siap, Ekspor Beras ke Arab Saudi Tunggu Administrasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X