Polisi Tetapkan Guru yang Pukul Siswa Pakai Besi sebagai Tersangka

Kompas.com - 21/01/2020, 17:22 WIB
Kapolres Lamongan AKBP Harun (tengah), saat memberikan keterangan dalam rilis pengungkapan kasus di Mapolres Lamongan, Selasa (21/1/2020). KOMPAS.COM/HAMZAH ARFAHKapolres Lamongan AKBP Harun (tengah), saat memberikan keterangan dalam rilis pengungkapan kasus di Mapolres Lamongan, Selasa (21/1/2020).

LAMONGAN, KOMPAS.com - Pihak kepolisian akhirnya menetapkan S (27), staf pengajar di salah satu Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang ada di Lamongan, Jawa Timur, sebagai tersangka dalam kasus pemukulan terhadap salah seorang mantan siswanya.

S dilaporkan oleh orangtua korban, Ng, warga Desa Dagan, Kecamatan Solokuro, Lamongan, kepada pihak berwajib setelah memukul anaknya SHP (15) dengan menggunakan besi lonjoran, yang biasa digunakan sebagai tiang net dalam permainan bulu tangkis.

"Setelah kami mendengarkan keterangan dari para saksi, kami mengumpulkan barang bukti dan kemudian mengambil (mengamankan) tersangka," ujar Kapolres Lamongan AKBP Harun, dalam rilis pengungkapan kasus, di Mapolres Lamongan, Selasa (21/1/2020).


Baca juga: Video Guru Pukul Siswa, Begini Kata Dinas Pendidikan Pangkal Pinang

Selain laporan orangtua korban, polisi menetapkan S sebagai tersangka berdasarkan dari keterangan para saksi yang dianggap mengetahui kejadian tersebut, serta barang bukti yang ada di lapangan.

"Ada tiga orang saksi yang sudah kami minta keterangan, selain itu juga dibuktikan dengan beberapa barang bukti yang kami temukan," ujar dia.

Selain tiga orang saksi, polisi turut mengamankan satu tiang net bulu tangkis dari besi yang digunakan untuk memukul korban dengan panjang 187 sentimeter dan berdiameter 4 sentimeter, satu kaos dan satu handuk yang masih terdapat bercak darah.

Atas perbuatan yang dilakukan, S ditetapkan menjadi tersangka dengan jeratan Pasal 80 Ayat (1) atau (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Kekerasan terhadap Anak.

Baca juga: Guru Dilaporkan ke Polisi karena Diduga Pukul Murid Pakai Besi

"Dengan hukuman paling lama lima tahun (penjara) dan atau denda Rp 100 juta," ucap Harun.

Seperti diberitakan sebelumnya, S dilaporkan oleh Ng yang tak lain merupakan orangtua korban, setelah SHP dipukul oleh S.

Pihak keluarga mengaku, sempat memberikan tenggat waktu namun S tidak kunjung memberikan itikad baik untuk menyelesaikan secara kekeluargaan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelar Pilkada, KPU Kabupaten Mojokerto Dibekali Anggaran Rp 52 Miliar

Gelar Pilkada, KPU Kabupaten Mojokerto Dibekali Anggaran Rp 52 Miliar

Regional
Kejati Babel Telusuri Kredit BRI Rp 39 Miliar yang Diduga Bermasalah

Kejati Babel Telusuri Kredit BRI Rp 39 Miliar yang Diduga Bermasalah

Regional
Perampokan dan Penyekapan di Toko Tesktil di Prabumulih Ternyata Rekayasa ART

Perampokan dan Penyekapan di Toko Tesktil di Prabumulih Ternyata Rekayasa ART

Regional
Senjata TNI Korban Helikopter MI-17 Belum Ditemukan, Polda Papua Minta Masyarakat Tak Sepelekan Imbauan

Senjata TNI Korban Helikopter MI-17 Belum Ditemukan, Polda Papua Minta Masyarakat Tak Sepelekan Imbauan

Regional
Turis China yang Bertahan di Bali Tinggal 600 Orang

Turis China yang Bertahan di Bali Tinggal 600 Orang

Regional
Tebang Kayu Jati Milik Perhutani untuk Perbaiki Rumah, Dua Warga Ditangkap

Tebang Kayu Jati Milik Perhutani untuk Perbaiki Rumah, Dua Warga Ditangkap

Regional
Warga Gunungkidul Tewas Terbakar Setelah Tabrak Kabel Listrik yang Menjuntai di Jalan, Tubuh dan Motornya Hangus

Warga Gunungkidul Tewas Terbakar Setelah Tabrak Kabel Listrik yang Menjuntai di Jalan, Tubuh dan Motornya Hangus

Regional
Pasangan Penjahit-Ketua RW di Solo Butuh 9 Bulan untuk Kumpulkan 40 Ribu KTP Pendukung

Pasangan Penjahit-Ketua RW di Solo Butuh 9 Bulan untuk Kumpulkan 40 Ribu KTP Pendukung

Regional
BPBD Tanimbar: Gempa 5,5 Magnitudo Tak Timbulkan Kerusakan

BPBD Tanimbar: Gempa 5,5 Magnitudo Tak Timbulkan Kerusakan

Regional
Pasca-rusuh Rutan Kabanjahe, 167 Warga Binaan Dipulangkan

Pasca-rusuh Rutan Kabanjahe, 167 Warga Binaan Dipulangkan

Regional
Cerita Suami Istri Dihadiahi Bemo Senilai Rp 65 Juta dari Bule Jerman

Cerita Suami Istri Dihadiahi Bemo Senilai Rp 65 Juta dari Bule Jerman

Regional
Rumah Produksi Kosmetik Ilegal di Bandung Digerebek, Produknya Dijual Via Shopee

Rumah Produksi Kosmetik Ilegal di Bandung Digerebek, Produknya Dijual Via Shopee

Regional
Kronologi Penemuan Jenazah Kakek di Bali, Hilang 15 Hari dan Isi Perut Hilang

Kronologi Penemuan Jenazah Kakek di Bali, Hilang 15 Hari dan Isi Perut Hilang

Regional
Perampok Rumah Keponakan Bupati Soppeng di Makassar adalah Pacar Temannya

Perampok Rumah Keponakan Bupati Soppeng di Makassar adalah Pacar Temannya

Regional
Jelang PON Papua, Kapolda Klaim Direstui Kapolri Perkuat Pengamanan

Jelang PON Papua, Kapolda Klaim Direstui Kapolri Perkuat Pengamanan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X