Soal Kasus Anak Bunuh Ayah Kandungnya, Polisi Konsultasi ke Jaksa

Kompas.com - 21/01/2020, 11:54 WIB
Ilustrasi 
DIDIE SW/dok. Kompas.comIlustrasi

PADANG, KOMPAS.com - Polisi sedang berkonsultasi dengan kejaksaan terkait kelanjutan kasus anak bunuh ayah kandungnya sendiri di Sumatera Barat.

Pasalnya, pelaku yakni R saat ini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) HB Saanin Padang.

"Saat ini tersangka sedang diobservasi di RSJ. Kita akan konsultasikan dengan jaksa soal kasus ini," kata Kapolres Padang Panjang AKBP Sugeng Hariyadi saat dihubungi Kompas.com, Selasa (21/1/2020).

Baca juga: Fakta Anak Bunuh Ayah Kandung yang Jasadnya Dikubur di Septic Tank dan Dicor

Sugeng mengatakan, sejak tersangka ditangkap setelah melakukan pembunuhan terhadap ayah kandungnya sendiri, polisi belum mendapatkan keterangan apa-apa dari tersangka.

"Korban awalnya diduga kerasukan. Saat diperiksa dia tidak memberikan jawaban. Ditanya lain, dijawab lain. Dia sering diam dan loncat-loncat sendiri," jelas Sugeng.

Jika tersangka mengidap gangguan jiwa, maka kemungkinan kasus tersebut tidak akan dilanjutkan.

"Setelah masa observasi habis 29 Januari nanti, kita akan konsultasikan dengan jaksa soal kelanjutan kasus ini," tegas Sugeng.

Baca juga: Kesal Dimarahi, Anak Bunuh Ayah Kandung Tanpa Rasa Bersalah

Sebelumnya diberitakan, R tega membunuh ayah kandungnya A (87) menggunakan parang, Senin (13/1/2020).

Usai membunuh, pelaku diketahui menyeret korban hingga tewas.

Kejadian berawal saat pelaku yang diduga mengalami kerasukan dibawa pihak keluarga berobat ke paranormal karena sejak tiga hari terakhir selalu bertingkah aneh.

Usai diobati, pihak keluarga meninggalkannya bersama ayah kandungnya di rumah.

Setelah kakaknya pergi, pelaku diduga kembali kerasukan dan menikam sang ayah yang paruh baya dengan sebilah parang.

Setelah ditangkap, polisi kesulitan mendapatkan keterangan dari tersangka karena diduga masih kerasukan.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Enam Pokja Dibentuk untuk Percepatan Pemekaran Provinsi Papua Selatan

Enam Pokja Dibentuk untuk Percepatan Pemekaran Provinsi Papua Selatan

Regional
Bocah 7 Tahun Jadi Korban ke Delapan DBD di Sikka

Bocah 7 Tahun Jadi Korban ke Delapan DBD di Sikka

Regional
Warga Jepang yang Positif Virus Corona Pernah Menginap di Denpasar

Warga Jepang yang Positif Virus Corona Pernah Menginap di Denpasar

Regional
Gara-gara Uang Parkir, Seorang Juru Parkir di Tempat Hiburan Tewas Ditusuk Pengunjung

Gara-gara Uang Parkir, Seorang Juru Parkir di Tempat Hiburan Tewas Ditusuk Pengunjung

Regional
2 Pasien yang Sempat Diisolasi di RSHS Bandung Belum Lewati Masa Inkubasi

2 Pasien yang Sempat Diisolasi di RSHS Bandung Belum Lewati Masa Inkubasi

Regional
Menahan Tangis, Pembina Pramuka Minta Maaf, Akui Lalai hingga 10 Siswa Tewas Saat Susur Sungai

Menahan Tangis, Pembina Pramuka Minta Maaf, Akui Lalai hingga 10 Siswa Tewas Saat Susur Sungai

Regional
Marak Kecurangan Dana Desa di Maluku, Polisi Diminta Lebih Mengawasi

Marak Kecurangan Dana Desa di Maluku, Polisi Diminta Lebih Mengawasi

Regional
Kepsek Cabuli Siswinya, Korban Mengaku Diancam dengan Foto Bugil

Kepsek Cabuli Siswinya, Korban Mengaku Diancam dengan Foto Bugil

Regional
Trigana Air Tergelincir, 17 Penerbangan di Bandara Sentani Tertunda

Trigana Air Tergelincir, 17 Penerbangan di Bandara Sentani Tertunda

Regional
77 Siswa di NTT Dihukum Makan Kotoran Manusia

77 Siswa di NTT Dihukum Makan Kotoran Manusia

Regional
30 Desa di Karawang Terendam Banjir, 9.514 Warga Mengungsi

30 Desa di Karawang Terendam Banjir, 9.514 Warga Mengungsi

Regional
Satu Pembina Pramuka Bersertifikat Tinggalkan 249 Siswa Saat Susur Sungai, Ini Alasannya

Satu Pembina Pramuka Bersertifikat Tinggalkan 249 Siswa Saat Susur Sungai, Ini Alasannya

Regional
3 Tersangka yang Miliki Ide Susur Sungai Sempor yang Tewaskan 10 Siswa Malah Tak Ikut Kegiatan

3 Tersangka yang Miliki Ide Susur Sungai Sempor yang Tewaskan 10 Siswa Malah Tak Ikut Kegiatan

Regional
Tempat Karaoke Paradiso di Cilacap Terbakar, Kerugian Capai Rp 1,2 M

Tempat Karaoke Paradiso di Cilacap Terbakar, Kerugian Capai Rp 1,2 M

Regional
3 Pembina yang Miliki Sertifikasi MKD Pramuka Tak Ikut Susur Sungai Sempor yang Tewaskan 10 Siswa

3 Pembina yang Miliki Sertifikasi MKD Pramuka Tak Ikut Susur Sungai Sempor yang Tewaskan 10 Siswa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X